
.
.
Tuan Hendra ?
Delia langsung tersenyum ke arah hendra, dia terlihat senang hendra menghampiri nya.
" Dia Tuan" Tunjuk delia ke arah siska.
Mata hendra langsung menyipit sambil menatap siska yang berdiri tidak jauh dari delia. Hendra lebih mendekat ke arah siska dan berdiri tepat di hadapan siska.
" Apa wanita ini yang kamu maksud ?" Tanya hendra menatap lurus ke arah siska yang terlihat sangar tenang justru siska tersenyum ke arah hendra.
" Iya tuan dia memaksa untuk masuk ke ruangan Tuan, dan saya melarang nya tapi dia tetap memaksa. " Jawab delia percaya diri.
Hendra beralih menatap tajam delia.
" Kamu tahu siapa wanita yang kamu sebut pemuas ranjang ini ?" Tanya hendra.
Delia menggeleng. Tapi masih saja mengukir senyum di bibir merah nya.
" Dia siska, dialah Nyonya Hendra. Dia istri ku !!" Bentak hendra dengan lantang.
Jdderr...
Seperti di sambar petir di siang hari. Delia tak percaya jika wanita yang sedari tadi dia hina adalah istri dari sang Ceo perusahaan tempat dia bekerja, masalah besar sudah menanti delia.
" Apa ? Wanita ini istri tuan hendra ? Tidak mingkin tuan pasti bohong " Seru delia sambil menggelengkan kepala nya. " Ucap delia tetap tidak percaya dengan
kenyataan yang baru saja dia tahu.
" Iya dia istri ku, dia wanita terhebat ku selain ibu ku. Jadi jangan kau sebut dia wanita murahan. Atau jangan - jangan kamu sendiri yang wanita murahan " Seru Hendra menatap tajam delia.
Delia menunduk ketakutan, saat ini karier nya di perusahaan hendra sedang berada di ujung tanduk. Hendra memang jarang marah, tapi sekali marah sangat menakutkan
" Maaf tuan " Seru delia sambil menundukkan kepala nya.
" Mengucap maag maaf itu mudah, tapi apa orang yang kau hina bisa memaafkan mu. Terlebih dia adalah istri ku, istri dari Ceo tempat kau bekerja !!" Ucap hendra marah.
" Maaf kan saya tuan hendra dan Nona siska. Saya tidak tahu jika nona siska adalah istri tuan hendra " Seru delia membela diri.
__ADS_1
Siska menatap sinis kepada delia, dia tahu betul bagaimana wanita seperti siska ini. Dia menggunakan jabatan nya untuk berkuasa. Orang seperti delia tidak bisa di biarkan.
" Apa kalau orang itu bukan istri ku kamu pantas berbuat seperti tadi? Kamu bersikap semau mu. Perusahaan ini punya peraturan, lihat akibat ulah mu makan siang ku berantakan seperti ini " Tunjuk hendra ke arah makanan yang berantakan di lantai.
Siska maju dan mendekati delia. Dia mengangkat wajah delia , kini wajah delia tepat di dean siska.
" Kamu disini itu cuma karyawan tidak sepantas nya kamu memperlakukan orang seperti itu. Aku sudah sering menemui orang seperti mu yang menggunakan jabatan mu untuk menindas orang atau bawahan mu. Tanpa kamu minta maaf aku sudah memaafkan mu, tapi bukan berarti kamu bisa bebas dari kesalahan mu " Ucap siska dengan wajah yang menakutkan.
" Maaf.. Maaf kan saya non. Tolong jangan pecat saya " Ucap delia takut jika dia akan di pecat.
" Masih punya takut juga kamu ? mana keberanian mu tadi ? Aku sudah bertahun - tahun kerja di perusahaan besar jadi aku sudah hafal dengan wanita seperti mu. Jangan harap kamu bakal lepas dari kesalahan mu. " Ucap siska.
Hendra terus memperhatikan istri nya yang sedang memarahi delia. Dia baru tahu jika istri nya bisa semarah itu, selama ini istri nya terlihat pendiam dan pemalu.
* Ternyata boleh juga kalau dia sedang marah. Menakutkan, pasti ini karena terlalu lama kerja bareng si Arya. Tapi boleh juga ada bakat untuk menjadi istri galak * Gumam hendra dalam hati nya.
" Bukan nya tadi kamu bilang jika kamu itu pacar nya hendra terus juga calon istri hendra. Jangan pernah mengakui seseorang menjadi pasangan mu. Kamu menghina ku wanita murahan, padahal kamu sendiri yang murahan !!" Bentak siska yang akhir nya juga bisa meluapkan emosi nya.
" Aku mau wanita ini di turunkan dari jabatan nya dan tetap awasi dia " Seru siska menatap ke arah suaminya.
" Nanti biar di urus asisten mas. Sekarang kita ke ruangan mas saja ya. Mbak tolong panggil OB untuk membersihkan kekacauan ini " Ucap hendr.
Hendra dan siska masuk ke dalam lift khusus yang di gunakan oleh para petinggi perusahaan.
*****
" Apa yang perlu aku bantu ?" Tanya ratih.
" Slow dong sayang jangan buru - buru kita ngobrol dan ngopi - ngopi dulu " Ucap daniel.
" Tidak usah lama - lama cepat kamu tadi membawa ku kesini mau minta tolong apa. Cepat nanti keburu malam loh daniel... " Seru ratih kesal.
Daniel langsung bangkit dari duduk nya dan menarik ratih menuju kamar yang pernah di tempati luna. Namun fikiran ratih sudah negatif.
" Kamu mau ngapain ngajak aku ke kamar ? Awas kalau kamu macam - macam aku bakalan adukan perbuatan mu kepada rara dan tuan arya " Ucap ratih sambil menepis tangan daniel.
" Tidak usah mikit yang aneh - aneh, kata nya kamu mau cepat selesai ya sudah ayo selesaikan di kamar " Ucap daniel semakin membuat ratih berfikir negatif dan takut. Apalagi saat ini mereka berdua ada di dalam apartement.
Ratih hendak lari namun daniel menarik tangan ratih dan mengajak nya masuk ke dalam kamar. Ratih semakin ketakutan.
" Daniel kamu mau ngapain ? Ingat kita belum halal jadi belum boleh melakukan nya sekarang , tunggu kalau sudah halal " Ucap rarih.
__ADS_1
Daniel yang tahu maksud perkataan ratih hanya bisa tertawa sampai perut nya sakit. Ratih mengira jika daniel akan mengajak nya bermain di atas ranjang. Namun daniel justru semakin senang menggoda ratih.
" Tidak apa - apa dong lagi pula nanti kita juga menikah. Tidak ada salah nya untuk melakukan nya terlebih dahulu " Goda daniel dengan senyum menggoda.
Bugh .
Ratih menendang aset masa depan daniel sampai danil menunduk kesakitan sambil memegang aset masa depan nya.
" Ratih.. ini aset masa depan kita. Kalau sampai tidak berfungsi lagi kamu juga yang rugi. Sakit tau " Seru daniel kesakitan.
" Makanya jadi orang itu jangan melakukan hal yang di karang. Kita ini belum halal, jadi dosa kalau melakukannya" Ucap ratih masih saja berfikir negatif.
" Siapa yang mau mengajak mu melakukan hubungan haram itu. Kamu tadi bilang mau membantu ku dan meminta cepat - cepat agar cepat selesai. Yang bisa kamu bantu ada di dalam sana ratih. Aku minta kamu membereskan pakaian luna yang masih tertinggal disini. " Ucap daniel sambil terus memegang sesuatu yang sakit.
Ratih hanya nyengir kuda sambil menggaruk - garuk kepala nya yang tidak gatal.
" Ya maaf " Jawab ratih.
" Maaf ,, maaf . makanya punya fikiran jangan ngeres dulu. Kalau seperti ini kan aku yang susah " Ucap daniel.
" Hehee... tapi itu nya masih berfungsi kan ?" Tanya ratih absurd.
" Aku tidak tahu. Tapi kalau mau di coba dulu boleh " Goda daniel.
" Daniieeeelllll...... " Teriak ratih.
*****
Alhamdulillah bisa menyelesaikan bab ini.
AUTHOR MINTA MAAF YA KAK , KALAU NOVEL INI LAMA UP NYA. ADA NOVEL YANG HARUS AUTHOR SELESAIKAN DULU. 🙏🙏
MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG LAIN YUK KAK.❤❤
Tak sanggup untuk di madu ( Tamat )
Bukan istri parasit ( Ongoing)
Teman ranjang om brian ( Ongoing)
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤