
Setelah kejadian di depan lift tadi pagi, kini banyak yang membicarakan maika.
Mereka mengira maika adalah sugar baby nya Tuan Arya. Mona dan ke dua teman nya pun kaget mendengar berita tersebut. Begitu juga dengan Jihan, dia sangat marah mengetahui tentang kedekatan Maika dengan Arya.
Di kantin Perusahaan HR group
Maika , Ratih, Rara dan ke dua teman nya yang lain sedang berada di kantin untuk makan siang. Tetapi mereka heran melihat para karyawan yang terus menatap ke arah mereka terutama kearah maika.
" Kalian tahu gak kenapa mereka dari tadi ngelihatin kita?" Tanya Ratih karen dia pun merasa heran.
" Gue juga ngerasa mereka membicarakan salah satu di antara kita!" ayu juga merasa heran.
"Sudah biarkan saja, gue tahu mereka itu membicarakan gue!! Mungkin memang ssat nya mereka tahu siapa gue?" Jawab Maika dengan santai.
Rara tahu apa yang di maksud adik ipar nya, karena tadi maika sudah menceritakan perihal dia yang ngobrol sama Arya di lantai bawah.
"Denger denger di kantor kita ada yang jadi sugar baby, yang satu nya simpanan Om om terus temen nya jadi sugar baby gak jauh bedalah sama simpanan Om om!!" Mona berbicara sengaja dengan nada keras.
" Lo tahu siapa orang nya Mon, cerita dong sama kita!!" Seru sinta dengan melirik ke arah meja maika.
"Gak tahu diri banget, baru juga magang sudah jadi sugar baby!" Jihan juga mengutarakan ketidaksukaan nya.
Rara dan Maika hanya diam saja, percuma juga menjelaskan pasti juga mereka tidak percaya. Sebentar lagi pasti semua nya akan segera maika buka siapa dia sebenar nya.
"Ra, Ka.. !! " Seru Ratih..
"Sudah biarkan, gak usah di ladenin. Gue lagi gak mood mau ribut" jawab Rara sambil memakan makanan nya
Ayu dan Wati hanya saling pandang, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah acara makan selesai, mereka semua balik ke ruang kerja nya masing masing.
Saat maika berada di ruang kerja nya , jihan menghampiri ke meja kerja maika.
"Eh anak magang !! maksut nya apaan ini ? Lo jadi sugar baby nya Tuan Arya? ," seru jihan sambil mnunjukan vidio ke akraban maika dengan arya tadi pagi.
Ada salah satu karyawan yang sengaja merekam video saat Arya dan maika ngobrol di depan lift. Di vidio itu tampak maika memegang lengan sang kakak.
" Kalau iya kenapa? masalah buat lo?" Jawab Maika dengan enteng.
" Lo di biarin makin kurangajar ya? anak magang saja belagu!!" Jihan terlihat sangat marah.
Mona pun menghampiri mereka.
"Benar tu bu, anak magang saja belagu sok kecantikan. Laporin saja ke pihak kampus nya bu?" Mona mencoba memperkeruh suasana.
"Betul juga, kenapa gue gak kefikiran ke situ ya?" Jihan mengiyakan ide mona.
"Laporkan saja gue tidak takut!!" Jawab maika santai
Jihan terlihat emosi, dan jihan pun ingin menampar maika tetapi di cegah oleh Rara.
"Sekali Lo sakiti dia, gue berani jamin lo bakalan hancur !!" Gertak Rara dengan tatapan tajam.
"Ohhh ini juga, yang satu simpanan om om yang satu sugar baby nya om om jadi sama saja dong!" Seru Mona sambil tertawa.
Plakkk
__ADS_1
Maika menampar pipi Mona dengan sangat keras, sehingga pipi mona mengeluarkan sedikit darah di sudut bibir nya.
Keributan itu kini jadi tontonan geratis untuk mereka, ada yang mendukung mina dan jihan dan ada juga yang mendukung Rara maika.
" Sialan lo ya !! Dasar ****** tak tahu diri !!" Mona mencoba menjambak rambut maika.
Tetapi sebelum tangan nya sampai di rambu Maika ada suara bariton yang menghentikan nya.
HENTIKAN .... !!!!
Semua karyawan menoleh ke arah sumber suara, terlihat Arya datang dengan tatapan tajam ke arah mereka.
"Apa yang kalian lakukan ? ini kantor bukan ring tinju!!" Gertak Ary dengan tatapan semakin tajam ke arah mereka.
"Jawab!" Bentak Arya marah.
Maika pun menghampiri sang kakak yang terlihat marah itu.
"Kak , ini biar jadi urusanku aku ingin bermain main dengan mereka !" Bisik Maika di telinga arya. Arya hanya memiringkan kepala nya mendengar ucapan sang adik.
Mereka semua yang berada di tempat itu pun terkejut dengan keberanian maika yang membisikkan sesuatu ke Tuan Arya.
*Makin berani anak sialan itu* gumam jihan dalam hati.
*Dasar cewek sialan* Mona bicara dalam hati.
Arya pun berjalan ke arah Rara yang masih berdiri mematung di dekat meja maika.
"Duduklah kau pasti capek berdiri terus " ucap Arya dengan lembut. Rara hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalian semua kembali bekerja, jangan ada lagi keributan atau kalian semua akan saya pecat. " Bentak Arya kepada para karyawan nya.
Setelah semua nya kembali ke meja kerja nya, Arya berjalan ke luar. Tepat di depan maika dia mengusap kepala sang adik.
" Permainan nya lanjutkan lain kali adik manis ku, sekarang kau lanjutkan pekerjaan mu!" Ucap Arya dengan lembut, hanya maika saja yang bisa mendengar ucapan Arya.
Setelah itu Arya benar benar keluar dari ruangan itu. Dan maika juga berjalan menuju meja kerja nya.
" urusan kita belum beres " Ucap mona saat maika melewati nya.
Maika hanya mengangkat bahu dan ke dua tangan nya.
******
Sehari setelah kejadian itu maika benar benar ingin membuka siapa dirinya sebenarnya. Seperti pagi ini dia sengaja ingin berangkat bareng dengan Arya. Arya pun menyetujui nya.
Tetapi Rara masih ingin menutupi siapa dirinya sebenarnya, jadi rara pilih di antarkan sang supir. Rara berangkat terlebih dahulu di antar supir.
Maika dan Arya berangkat menuju ke perusahaan, maika terus menyunggingkan senyum di bibir mungil nya.
"Kamu kenapa? Sudah gila kah ?" Tanya Arya heran dengan tingkah Rara yang senyum senyum sendiri.
"Apaan si kak ! Maika cuma ngebayangin gimana reaksi para karyawan kalau mereka tahu siapa maika sebenarnya?" Jawab Maika masih terus tersenyum.
" Ohhh " Arya hanya ber oh ria.
Mobil Arya kini sampai di depan loby HR group tanpa basa basi Maika turun dari mobil Arya berbarengan dengan sang kakak. Lalu Arya memberikan kunci mobil nya kepada satpam untuk di parkirkan di tempat khusus petinggi perusahaan.
__ADS_1
Banyak pasang mata yang melihat ke arah maika dan arya. Mereka semakin yakin kalau maika adalah sugar baby nya tuan Arya.
Sebenarnya maika mendengar bisik bisik para karyawan, tapi dia masih cuek karena ini belum saat nya.
Maika tetap berjalan menuju lift, arya masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan dan maika masuk ke dalam lift karyawan.
"Mulai terang terangan ya, gak ada malu lagi !" Ucap Jihan saat berada dalam lift.
Di dalam lift karyawan saat itu hanya ada Maika, Jihan dan 3 karyawan wanita lain nya. Ketiga karyawan itu hanya diam mendengarkan perdebatan Jihan dan maika.
"Terserah gue dong !!" Maika menjawab dengan santai sambil melangkahkan kaki nya ke luar dari lift.
*Anak kurangajar, tunggu saja pembalasan ku * gumam jihan pada dirinya sendiri.
*****
Maika semakin geram dengan ucapan Mona dan Jihan, sehingga hari ini dia bertekat untuk membuka siapa dia sebenarnya.
"Sekali lagi lo deketin Tuan Arya, Lo bakal gue laporin ke kampus Lo biar lo di DO " ancam Jihan dengan penuh amarah.
"Silahkan gue gak takut, yang ada lo bakalan menyesal" Seru maika dengan menaikan sudut bibir nya .
"Siapa Lo berani sekali lo ngancem gue" Jihan bicaara dengan tangan mengepal.
"Ohh Lo belum tahu siapa gue ? Oke gue kenalin siapa gue sebenarnya, dan setelah ini lo bakal menyesal telah berurusan dengan gue?" Jawab maika
"Gue tidak akan pernah menyesal ! Dasar ****** kampung " Jihan semakin marah.
" Kita lihat saja siapa yang akan bersujud di kaki gue. Lo dan Lo denger baik baik. " Maika menunjuk Jihan dan Mona sambil tersenyum sinis.
"Perkenalkan Nama Gue Maika cahya H...!! kalian tahu siapa itu H di belakang nama gue... denger baik baik, Gue MAIKA CAHYA HARTONO !!!!" Maika menekan ucapan Hartono.
Deg
Jederr
Semua yang ada ditempat itu kaget, terkecuali Rara dan Ratih.
Jihan dan Mona pun kaget dan tak percaya dengan apa yang di ucapkan maika.
"Lo bohong" Seru Jihan dan Mona bersamaan.
"Buat apa gue bohong. Selama ini gue diem dengan kelakuan kalian, seenak nya kalian perlakukan gue. Sekarang apa yang ingin lo lakuin ?'" tanya maika dengan penuh amarah.
"Apa buktinya jika kamu adalah adik dari Tuan Arya ?" Tanya jihan masih tidak percaya.
Maika mengambil Handphone nya lalu menunjukan foto keluarga nya.
"Lihat baik baik " maika menunjukan foto ke arah jihan dan mona.
Jihan dan Mona terdiam, dia sangat takur kalau sampai di pecat. Mereka tidak tahu akan seperti ini jadi nya.
Bagaimana nasib karier mereka?
******
Selamat membaca.
__ADS_1
Terimakasih
AUTHOR : DHEWY R