
Hari ini adalah pesta pertunangan Hendra dan Siska, pertunangan di adakan secara sederhana di rumah Siska. Siska dan Hendra memang sengaja tidak mempublikasikan pertunangan nya dengan alasan demi kenyamanan Siska.
Tepat jam delapan malam acara pertunangan di mulai. Acara pertunangan ini hanya di hadiri oleh keluarga kedua belah pihak di tambah keluarga dari Arya dan ada beberapa tetangga Siska juga ikut menghadiri.
Acara penyematan cincin pun sudah selesai, kini mereka semua sedang menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah.
"Selamat ya Kak , mbak!! Semoga segera melaju kepelaminan" Ucap Rara sembari memeluk hendra dan siska bergantian.
"Terimakasih ya Ra !!" Jawab hendra dan siska. Siska sekarang memanggil Rara dengan nama saja tanpa ada Nona, karena Rara tidak mau di panggil Nona lagi.
"Selamat ya buat kalian berdua! " Ucap Arya sambil menjabat tangan Hendra dan Siska.
"Terimakasih adik ipar" Jawab hendra sambil tersenyum.
"Terimakasih Tuan " Jawab Siska.
Acara pemberian ucapan selamat pun selesai, kini mereka semua benar benar sedang menikmati makanan yang telah disediakan.
Di pojokan tampak Daniel terlihat sedih, Maika mencoba menghampiri Daniel.
"Doorrrrr !!!! " Maika mengagetkan Daniel.
"Maika !! untung kakak tidak jantungan, kalau sampai kakak kena serangan jantung kan kasihan kakak. Belum juga nikah sudah bablas " Seru Daniel sambil mencubit pipi Maika.
"Auwww... sakit kak !! " Maika cemberut sambil memanyunkan bibir nya.
"Kak Daniel dari tadi maika perhatiin sepertinya bersedih? Ada apa kak? Cerita sama Maika ?" Maika mencoba mencari tahu kenapa daniel bersedih.
"Kakak gak apa apa, cuma sedikit capek saja !" Jawab Daniel mencoba berbohong.
"Beneran !!! Atau karena ada alasan lain ?" tanya maika lagi masih belum percaya.
"Buat apa aku bohong!" Jawab Daniel
*Sebenarnya aku hanya merasa iri saja, ke dua teman ku sudah mendapatkan pasangan. Sedangkan aku masih menjomblo sampai saat ini. Ada satu perempuan yang cintai, tapi apa dia juga mempunyai perasaan yang sama. Aku begitu takut mengungkapkan isi hati ini" Gumam daniel dalam hati nya.
Acara Pertunangan pun sudah selesai, kini mereka semua sudah pulang ke rumah masing masing. Tinggal lah orang orang yang sengaja di sewa Hendra untuk membantu membereskan rumah Siska.
**********
Dua hari setelah acara pertunangan Hendra, sebenarnya Rara dan Arya berniat untuk Honymoon ke paris. Tapi pagi ini Rara tidak enak badan. Badan nya lemas dan terasa pusing.
"Sayang !! Lebih baik kita kerumah sakit, kita cek sebenarnya kamu sakit apa?" Arya mencoba membujuk Rara.
"Gak mas ! aku gak apa apa mungkin hanya masuk angin , dibawa tidur juga pasti sembuh!" Tolak Rara .
" Sayang, sepertinya keberangkatan kita ke paris nanti sore kita tunda dulu sampai kondisi mu benar benar pulih! Mas takut nanti kondisimu semakin memburuk." Arya mencemaskan keadaan Rara
"Iya mas ! Kita tunda dulu keberangkatan kita. "Jawab Rara sambil memegang kepala nya. Kepala Rara terasa pusing.
" Mas tiba tiba aku ingin berkunjung kerumah kita ?" Seru Rara dengan tiba tiba.
"Iya nanti kita berkunjung kesana, kamu istirahatlah dulu biar cepat pulih" Arya membaringkan Rara di ranjang nya.
Arya dan Rara memang sudah mempunyai rumah sendiri rumah mewah di komplek perumahan Elite HR Recident. Rumah yang Arya berikan untuk Rara sewaktu pernikahan. HR Recident adalah komplek perumahan elite yang dibangun oleh HR group, perumahan ini tidak di peruntukkan untuk orang orang kaya saja. Orang orang yang kelas menengah pun bisa tinggal disini dengan cara pembayaran kredit. Untuk tipe rumah pun bervariasi dan rumah Arya lah yang paling elite dan paling besar.
Tanpa sepengetahuan Rara, Arya menghubungi dokter Handoko. Dokter Handoko adalah dokter keluarga Hartono. Beliau juga teman dari ayah Arya.
Di Ruang keluarga
Kini Arya sudah berada di ruang keluarga bersama orang tua dan adik nya, Maika.
"Arya ! Kamu nanti berangkat jam berapa?" Tanya sang papa.
__ADS_1
"Sepertinya di tunda Pa! Rara kurang enak badan, Arya gak mau terjadi apa apa sama Rara. Walaupun naik Jet tetap perjalanan itu memakan waktu sekitar 12 jam. " Seru Arya menjawab pertanyaan sang papa.
"Apa Rara sakit?" Tanya mama kaget.
"Kak Rara sakit apa kak?" Tanya maika juga.
" Dia bilang kecapean saja, sekarang sedang istirahat dikamar" Jawab Arya sambil memakan kue yang ada di meja.
"Kenapa tidak kamu bawa ke rumah sakit? " tanya sang mama heran.
"Rara gak mau Ma, dia cuma mau istirahat saja. Tapi Aeya sudah panggil Om hartono kemari" jawab Arya dengan menjelaskan alasan nya.
Tiba tiba dari arah pintu depan ada yang berjalan menuju ruang keluarga.
"Assalamualaikum " Seru sang tamu
"Waalaikumsalam" Jawab sang tuan rumah bersamaan.
"Siapa yang sakit, hingga pagi pagi bocah nakal ini menelpon ku. ?" Tanya dokter Handoko sambil menyalamin sang tuan Rumah.
"Menantu Ku Han,!" Jawab papa Arya
Dokter handoko memang sudah tahu tentang pernikahan Arya tapi belum pernah bertemu dengan istri Arya.
Arya dan sang mama mengantar dokter handoko ke kamar Rara.
Setelah sampai kamar Rara kaget kenapa ada dokter.
"Mas kenapa panggil dokter?" Tanya Rara bingung.
"Kata nya kamu sakit, jadi biar di periksa dulu ya sayang ?" Bukan Arya yang menjawab tapi sang mama yang menjawab.
"Iya ma " Kalau sudah begini Rara pun pasrah, menolak pun tidak bisa. Yang ada pasti sang suami akan memaksa juga.
*Sial kenapa tadi aku gak meminta om Hendra bawa perawat, atau dokter perempuan saja yang datang *" gumam Arya kesal karena sang dokter memegang Rara.
Dokter handoko pun menyudahi pemeriksaan ny, lalu beliau tersenyum sambil merapikan alat alat medis nya.
"Istri saya sakit apa Om, kenapa Om senyum senyum begitu? Apa om suka dengan istri saya ?" Tanya Arya sedikit emosi.
"Arya !! " Mama tahu bagaimana sifat anak nya. Dia tahu saat ini Arya sefikit emosi, dia pasti tidak terima dokter Handoko memegang Rara.
" Apaan si mas !" Gerutu Rara malu dengan dokter handoko.
"Kalau dia tidak menyukai mu, kenapa dia megang megang tangan mu dan senyum senyum!" Arya semakin aneh.
"Kalau Om tidak memegang nya, bagaimana om memeriksa nya ?" Tanya dokter Handoko. Dia tahu betul watak Arya.
"Besok besok kalau mau memeriksa istri ku biarkan dokter wanita saja yang datang! " ketus Arya tetap tak terima.
"Tadi kamu tidak bilang kalau yang sakit istri mu" jawab dokter handoko sembari tersenyum.
"Jadi menantuku sakit apa Han?" Tanya mama mengalihkan pembicaraan.
"Nona Rara tidak sakit apa apa, semua nya baik. Cuma untuk lebih jelasnya bawa saja ke dokter Obygin!!" Dokter Handoko menjelaskan.
"Kenapa harus ke rumah sakit ? Om kan dokter profesional ? Apa kemampuan Om sudah luntur " Tanya Arya dengan seenak nya.
"Arya diam!! Biarkan Om handoko menjelaskan!!" Gertak sang Mama.
Arya pun memilih diam dan duduk di samping sang istri.
" Dari pemeriksaan sepertinya Nona Rara sedang hamil muda, maka nya aku meminta bawa ke Dokter Obygin!" Ucap dokter handoko memperjelas.
__ADS_1
Arya,Rara dan sang mama kaget dengan ucapan dokter handoko.
"Hamil!!" Seru mereka bertiga secara bersamaan.
"Iya itu perkiraan saya, lebih baik bawa ke dokter obygin!" Jawab Dokter handoko menjelaskan kembali.
"Kalau begitu saya permisi dulu, pasien ku di rumah sakit sudah menunggu" Ucap dokter handoko. Sebelum dokter handoko keluar dari kamar Arya. Dokter handoko membisikkan sesuatu kepada Arya.
" Saat istri hamil muda jangan di ajak tempur terus, kasihan bayi nya " Bisik dokter handoko di telinga Arya sambil tersenyum mengejek.
Setelah membisikkan itu dokter handoko keluar dari kamar Arya.
*Mampus gue !! masak iya orang hamil tidak bisa di ajak tempur, masak junior ku harus puasa." gumam Arya dalam hati.
Rara dan Arya pun bersiap siap untuk ke Rumah sakit, Arya sudah mengatur jadwal pertemuan dengan dokter kandungan. Yang jelas Arya meminta dokter wanita.
Setelah perjalanan 40 menit Arya dan Rara sampai di Rumah sakit keluarga Hartono. Kedatangan Arya sudah di ketahui pihak rumah sakit.
Kini Arya dan Rara sudah berada di ruangan dokter Devi, Dokter Devi adalah salah satu dokter kandungan terbaik du rumah sakit ini.
"Selamat pagi Nona dan Tuan !!" Sapa dokter Devi tamah.
"Pagi dokter " Hanya Rara yang menjawab. Arya hanya mengangguk kan kepala nya saja.
"Kita langsung saja pemeriksaan nya Nona, silahkan berbaring " Ucap dokter devi.
Arya membantu Rara berbaring di brankar yang ada di ruangan dokter devi.
Dokter devi mulai pemeriksaan nya. Saat dokter devi ingin membuka baju Rara di bagian perut. Arya menghentikan nya.
"Apa yang kamu lakukan " Bentak Arya membuat dokter itu kaget.
"Mas !!" Rara merasa tidak enak dengan Dokter devi.
"Maaf Tuan, kita mau melakukan Usg jadi saya harus mengoleskan jell ini ke perut Nona. " Dokter devi menjelaskan dengan gemetar.
"Lakukan , tapi kalau kau menyakiti istriku" Jawab arya penuh penekanan.
"Baik tuan" jawab dokter devi.
Rara hanya menggelengkan kepala nya, kenapa suami nya jadi seperti ini.
Dokter Devi pun mengoleskan Jell ke perut Rara lalu menggerak kan alat USG, tampak dalam layar monitor janin yang masih kecil.
"Lihat Tuan Nona, ini gumpalan kecil yang baru seukuran biji kacang ini calon bayi anda" ucap dokter devi sambil tersenyum.
"Kenapa kecil seperti itu" Protes Arya tak terima.
"Karena usia kehamilan non Rara masih 4 minggu tuan, jadi masih kecil. Nanti kalau sudah memasuki usian 12 minggu sudah lumayan besar" Jawab dokter devi.
Arya terus memperhatikan layar monitor sambil mendengarkan penjelasan dokter Devi. Sangat terlihat kebahagiaan di wajah Arya dan Rara
**********
Author hari ini sudah Up bab baru ya kak, jangan lupa berikan LIKE VOTE KOMEN DAN GIFT NYA.
MOHON MAAF KALAU TYPO.
Selamat membaca
Terimakasih.
AUTHOR : DHEWY R
__ADS_1