
Seminggu setelah kabar kehamilan Rara dan berarti juga seminggu setelah cuti honymoon yang tertunda. Rara sudah mulai masuk kerja kembali yang pastinya harus penuh perdebatan dulu dengan sang suami,Arya.
Hari ini Rara berangkat ke kantor bareng dengan Maika, karena Rara tidak di izinkan untuk menyetir sendiri. Rara pun menerima persyaratan itu dengan sangat terpaksa.
*Di Ruang makan keluarga Hartono*
" Sayang .. !! Lebih baik kamu dirumah saja dan tidak usah kerja lagi? " Arya meminta Rara untuk berhenti kerja.
"Mas ! semalamkan kita sudah membahas hal ini kenapa di bahas lagi si?" Gerutu Rara dengan wajah sedikit cemberut.
"Arya , Biarkan istrimu punya kesibukan. Biar dia tidak stress. Ingat ibu hamil tidak boleh banyak fikiran apalagi sampai stress, selagi Rara nya enjoy dan tidak menganggu kehamilan nya tidak masalah!" Mama Arya mencoba menjelaskan.
"Tapi Ma , Arya takut Rara kecapean !" Arya masih mencoba memberikan penolakan.
" Apa yang di ucapkan Mama mu betul Arya !! Jangan mentang mentang Istri mu hamil terus kamu mau mengurung nya dirumah terus, yang ada istri mu pasti bosan dan berakibat jadi stress!" Kakek membenarkan ucapan mama Arya.
" Papa juga setuju dengan apa yang di ucapkan Mama mu, nanti kalau Rara sudah merasa tidak nyaman bekerja karena kehamilan nya kapan saja Rara bisa berhenti kerja" jelas sang Papa .
" Baiklah, tapi ingat ya tidak boleh terlalu capek !!' Arya menegaskan kembali.
"Iya suami ku" Jawab Rara dengan menunjukan senyum manis nya.
Setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan Rara dan Maika berangkat ke kantor bersama. Dan Arya pun berangkat ke kantor mengendarai mobil nya sendiri. Arya tidak suka menggunakan supir pribadi. Terkadang hanya sesekali saat dia benar benar malas menyupir. Dan terkadang dia kemana kemana Daniel yang menyupir mobil nya.
Di perjalanan Arya merasa ada dua mobil yang mengikuti nya, mobil itu mengikuti nya sedari pertigaan dekat rumah nya. Arya hanya tersenyum sinis sambil melihat dari kaca spion mobil nya.
" Mari kita bermain main , para tikus kecil !!!" Ucap Arya sambil melajukan mobil nya dengan kencang ke jalan yang terlihat sepi.
Arya sengaja mencari tempat yang sepi agar tidak menganggu pengendara yang lain. Kali ini Arya tidak ke kantor terlebih dahulu tapi dia akan menyelesaikan urusan nya dengan para penjahat sialan itu.
Arya terus melajukan mobil nya dengan kencang, dua mobil di belakang nya terus mengejar nya dengan kecepatan penuh. Terlihat dari kaca spion penjahat itu mulai menembak mobil Arya. Beruntung mobil Arya tahan peluru.
Dor
Dor
Dor
Arya tetap melajukan mobil nya di tempat yang sepi dan aman dari para pengendara lain. Arya pun menghubungi Daniel.
"Kirim beberapa anak buah !!!" Perintah Arya dan Langsung mematikan sambungan telepon nya.
Tanpa Arya menjelaskan Daniel tahu dimana Arya berada, Daniel bisa melacak dari GPS Handphone atau mobil Arya.
Arya menghentikan laju mobil nya tepat di area yang benar benar sepi bahkan tidak ada satu orang pun yang melintas di daerah ini.
Para penjahat itu pun memberhentikan laju mobil nya tidak jauh dari mobil Arya. Para penjahat itu berjumlah sekitar 10 orang.
" Cuiiihhh hanya satu orang begini kenapa Boss harus menugaskan banyak anak buah!!" Seru salah satu penjahat dengan sombong nya.
" Benar sekali tembak DOR dia pasti sudah mati!!" Jawab salah satu teman dari penjahat itu.
Haha haa haaaa
Para penjahat itu tertawa dengan sangat kuat. Mereka belum tahu dengan siapa dia berhadapan.
"Tertawalah selagi kalian masih bisa tertawa, karena sebentar lagi kalian akan berada di neraka " Seru Arya dengan senyum yang sulit di artikan.
"Sombong kali kau anak muda " Seru salah satu penjahat yang Arya yakini sebagai ketua nya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama para penjahat itu menyerang Arya. Mereka terus menendang dan memukul, tetapi itu semua bisa Arya atasi dengan sangat mudah.
Salah satu dari penjahat itu melepaskan tembakan nya ke arah Arya. Arya yang melihat nya langsung menghindar dan menarik salah satu penjahat.
Dor
Tembakan itu mengenai sasaran tetapi bukan tubuh Arya yang tertembak melainkan salah satu dari penjahat yang arya tarik tepat di depan nya. Dan penjahat yang tertembak itu langsung mati.
"Kurangajar !!!" Teriak ketua penjahat itu.
" Cuma segini kemampuan kalian ? " Seru Arya dengan tersenyum .
Mereka menghajar Arya kembali. Arya kali ini kehilangan konsentrasi nya karena ke sembilan penjahat itu melawan nya secara bersamaan.
Bugghhh
Arya terkena pukulan di bagian perut nya.
"Shiittt. Boleh juga pukulan kalian!! " Arya semakin memancing emosi mereka.
Akhirnya Daniel datang dengan membawa empat anak buah nya.
"Maaf Boss kami terlambat!" ucap daniel sambil menghampiri Arya.
" Hemmmm..." Arya hanya berdehem
Kini para penjahat itu melawan ke empat anak buah yang dibawa Daniel.
Arya dan Daniel hanya sebagai penonton.
" Kira kira siapa yang menyuruh mereka ? " tanya Daniel sambil terus fokus melihat perkelahian itu.
Daniel bergerdik ngeri melihat tatapan Arya. Kesembilan penjahat itupun berhasil di kalahkan oleh ke empat anak buah Arya.
"Bawa salah satu mereka ke Markas lain nya kalian bereskan !!" Seru Arya dengan penuh amarah.
"Siap Tuan " jawab salah satu anak buah.
Para penjahat itu pun di bereskan oleh anak buah Arya, mereka semua sudah tak bernyawa lagi. Tinggallah seorang yang mereka bawa ke markas untuk dimintain keterangan.
"Kalian segera urus mayat mereka buang saja ketepi jurang , biar jadi santapan hewan buas!" Perintah daniel.
Setelah membereskan mayat para penjahat itu, anak buah daniel membawa satu penjahat yang sengaja tidak mereka habisi ke markas.
Daniel dan Arya menaiki mobil yang sama. Daniel membawa mobil Arya, karena mobil yg dia bawa akan menuju ke markas.
"Kau mau ke kantor atau ke markas?" Tanya daniel sembari menghidupkan mobil.
" Ke kantor, bukan nya hari ini ada meeting dengan Perusahaan dari jepang?" jawab arya sambil memainkan handphone nya.
Daniel melajukan mobil nya ke arah perusahaan HR group. Setelah perjalanan empat puluh menit mereka sampai di perusahaan.
Para karyawan yang melihat ke dua pria itu masuk menunduk kan hormat. Saat mereka hendak memasuki lift , Maika menghampiri mereka.
"Kak. Kenapa kakak baru sampai padahal tadi kakak baru sampai? padahal tadi mobil kakak ada di belakang mobil ku?" Tanya Maika dengan beruntun.
"Tadi mendadak ada pertemuan dengan klien,terus kenapa kamu ada disini? ini masih jam kerja?" Tanya arya balik.
" Oh ini aku dari memfoto copy berkas, di lantai atas mesin nya macet? " Jawab Maika.
__ADS_1
"Aku balik kerja ya kak." maika pamit menaiki lift khusus karyawan.
"Hemmm " Jawab Arya
Para karyawan heran melihat interaksi antara maika dan arya . Sejak kapan anak magang itu akrab dengan Tuan Arya dan Daniel. Mereka mulai berbisik bisik membicarakan Maika.
"Lo lihat kan tadi anak magang itu ngobrol dengan akrab dengan Tuan Arya?" tanya karyawan A
" Iya, mereka apa ada hubungan ya ?" Tanya karyawan B
" Mungkin saja dia Sugar Baby nya Tuan Arya, padahal Tuan Arya sudah menikah. Kasihan istrinya??" seru karyawan C.
Daniel dan Arya kini sudah berada di ruangan nya masing masing.
Di tempat lain pria paruh baya sedang marah menghempaskan barang barang yang ada di ruangan nya.
"Kurangajar !! Kenapa dia bisa selamat !! " Teriak Johan di dalam ruang kerja nya.
Iya, pria baruh baya itu adalah Johan. Johan sengaja menyuruh orang untuk mencelakai Arya.
*Aku harus mencari tahu kelemahan anak itu ? Ya aku tahu Istri Arya!! Aku harus mencari tahu siapa Istri Arya* Gumam Johan sambil tersenyum licik.
*****
Tok Tok Tok
"Masuk " Seru Arya dari dalam.
"Maaf Tuan, meeting akan di mulai 10 menit lagi. Tuan Yukimo sudah berada di ruang meeting" Ucap siska memberi tahu.
"Iya sebentar lagi aku kesana " jawab Arya singkat.
"Baik Tuan kalau begitu saya permisi " Siska keluar dari ruangan Arya.
Sebelum Arya ke ruangan meeting dia mengirim pesan singkat kepada Rara.
Isi pesan :
"Sayang kerja nya jangan capek capek, dan jangan telat makan!" Arya.
"Iya mas. Mas gak apa apa kan tadi kuatir sama mas. Terus maika bilang tadi mas ada pertemuan mendadak. " Balas Rara.
" Mas gak apa apa sayang, tidak usah menghawatirkan mas. Mas mau meeting dulu ya. I love you" Balas Arya sambil tersenyum.
"Love you to, Semangat !!!" Balas Rara.
Setelah menyelesaikan kirim pesan nya, Arya keluar dari ruangan nya menuju ke ruangan meeting.
*****
Hai kak maaf ya Author baru bisa up. Insya Allah author akan rajin up.
Jangan lupa Like komen vote dan berikan gift nya.
Biar Author semangat up nya.
Selamat membaca.
Terimakasih.
__ADS_1
AUTHOR : DHEWY R