
Setelah dua jam akhirnya meeting Arya selesai, Arya pun bergegas untuk meninggalkan tempat meeting. Arya melirik jam tangan mahal nya, tiga puluh menit lagi jadwal cek kandungan Rara, Arya berfikir akan langsung menyusul Rara ke Rumah sakit.
"Niel, kamu mau balik kantor atau ikut ke Rumah sakit?" Tanya Arya sambil berjalan keluar dari tempat meeting.
"Rara sakit?" Tanya daniel sedikit kaget.
"Dia mau cek kandungan niel, dia sudah di rumah sakit di antar sopir. " Seru Arya menjelaskan kepada asistent sableng nya.
"Aku antar kamu ke Rumah sakit, nanti aku langsung balik ke kantor saja, kan ada pak sopir kalian pulang sama pak sopir saja?" Daniel berucap sambil membuka pintu mobil.
"Kenapa kamu malah ngatur saya, yang boss nya itu saya!!" Ucap Arya tak habis fikir dengan asistent sableng nya ini.
"Heheheheee" Daniel hanya bisa tersenyum
Arya dan Daniel memasuki mobil nya dengan Daniel sebagai pengemudi nya. Di tengah perjalanan Arya mengambil handphone dalam kantong celana nya. Dia melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari sopir Rara.
"Kenapa banyak panggilan tak terjawab dari pak Udin" Gumam Arya tapi masih bisa di dengar oleh daniel.
"Coba kamu telpon balik!" Seru Daniel tetap fokus menyetir mobil.
Arya menghubungi no telpon pak udin berkali kali tetapi tidak ada jawaban.
"Kenapa gak bisa di hubungi?" Arya mulai mencemaskan istri nya .
Daniel mengambil handphone nya dan ingin menghubungi anak buah yang dia tugaskan mengawal Rara. Tapi dia kaget dia juga mendapati Handphone nya banyak panggian tak terjawab dari pak udin dan anak buah nya.
Ciitttttt
Daniel menghentikan mobil nya secara tiba tiba.
"Shiitttt..." Umpat Arya
"Maaf , Sepertinya terjadi sesuatu dengan Rara ! ini pak udin dan pengawal Rara berkali kali menelpon ku tapi tak terjawab, aku akan hubungi mereka dulu" Ucap daniel dengan panik.
"Apa !!! apa yang terjadi dengan istriku?" Tanya Arya panik, tapi tak mendapat jawaban dari daniel karena daniel sedang menghubungi anak buah nya.
Daniel masih terus menghubungi anak buah nya, akhirnya anak buah daniel mengangkat sambungan telpon nya.
"Apa yang terjadi?" Tanya daniel dengan intonasi yang menakutkan.
"Nona Rara di julik Boss, mereka mengecoh kami sehingga kami kehilangan jejak Non Rara, Tapi kami menemukan pak udin di punggir jalan dalam keadaan luka luka, sekarang Pengawal itu menjelaskan kepada Daniel.
"Bodoh !!" Umpat daniel emosi sambil mematikan sambungan telpon nya. Ini baru Daniel yang marah,belum Arya. Kalau Arya marah bisa habis semua nya.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Arya dengan lantang.
"Rara di culik" Jawab daniel singkat dengan wajah panik nya.
"Apa kamu bilang!!" Tanya Arya sambil mengangkat kerah baju daniel.
"Bodoh.. bodoh.. bodoh, pengawal tidak ada guna!!" Umpat Arya dengan emosi.
__ADS_1
"Sekarang kita temui pak Udin, dia ada di rumah sakit kita tanyakan kronologi kejadian nya" Ucap daniel sambil melajukan mobil nya ke arah rumah sakit.
*****
Di tempat lain Rara berada dalam sebuah kamar yang cukup terbilang besar, dan rapi. Posisi tangan dan kaki Rara terikat.
Rara tersadar dari pingsan nya, dia merasakan kepala nya sakit dan pusing.
"Aku ada dimana ini? Dan ini apa, kenapa tangan dan kaki ku terikat seperti ini" Ucap Rara pada diri nya sendiri.
Rara mrncoba mengingat kejadian sebelum nya, yang dia ingat dia mau kerumah sakit dan bertemu dengan wanita yang mau melahirkan.
"Lepaskan aku, Haii lepaskan aku !! " Teriak Rara sambil berusaha membuka ikatan tangan nya.
Dari arah pintu terlihat ada seorang perempuan masuk dengan gaya angkuh nya. Perempuan itu selly , dia sangat terganggu dengan teriakan Rara.
"Jangan berisik, ganggu aktifitas ku saja!! ":Gertak selly dengan menjambak rambut rara.
"Lepaskan aku, apa salah ku kenapa kalian menculik ku?" Tanya Rara dengan tidak ada rasa takut sedikit pun.
"Melepaskan mu ?? Hah jangan mimpi!! Boss kami sangat membutuhkan mu untuk jadi tawanan nya, biar suami angkuhmu itu gila !! Seru selly dan tertawa dengan keras.
Selly pun keluar dari kamar Rara, dia melanjutkan sesuatu yang sempat tertunda.
Di tempat lain Arya dan Daniel sudah berada di rumah sakit dan sudah mendengar penjelasan dari pak udin.
Arya sangat marah dan dia juga terlihat sangat panik memikirkan keadaan Istrinya.
"Maaf Tuan" Jawab salah satu pengawal.
Bugh
Bugh
Arya memukul kedua pengawal itu , Arya sangat marah dengan kedua pengawal Rara.
"Sudah ini Rumah sakit, walaupun ini rumah sakit milik keluarga mu, tetap jangan bikin ribut disini" Seru Daniel menghentikan amarah Arya.
"Cepat cari istri ku, kalau kalian tidak menemukan nya nyawa kalian yang jadi taruhan nya" Teriak Arya dengan emosi.
Kedua pengawal itu pun pergi dari ruangan itu dengan wajah sedikit lebam karena ulah Arya.
"Aku sudah mengerahkan anak buah kita untuk menyisir tempat kejadian, dari keterangan pak udin sepertinya mereka bukan orang biasa" ucap daniel .
"Ayo kita ke markas !!" Seru Arya dengan datar.
Arya dan Daniel pergi menuju Markas Srigala hitam, disana Arya akan mengatur strategi pencarian Rara. Walaupun anak buah nya sudah mencari sang istri, dia tetap turun tangan mencari keberadaan istrinya.
Setelah satu jam Arya dan daniel sampai di markas Srigala hitam. Lalu mereka berkumpul di ruangan yang di pergunakan untuk mengatur strategi.
"Haikal !! Informasi apa yang kamu dapatkan?" tanya Arya dengan wajah mengintimidasi.
__ADS_1
" Jalan tempat kejadian sangat minim CCTV tuan, sehingga kita tidak bisa melacak nya, tapi dalam mobil yang dipakai Nona ada GPS yang sengaja kami pasang. Dari GPS itu kita bisa melacak keberadaan Nona" Haikal menjelaskan .
"Hasilnya ?" tanya Arya singkat.
"Dari hasil GPS mobil Non Rara menuju ke arah Timur tepat nya di daerah XX setelah itu GPS nya tak terlacak lagi Tuan, kemungkinan mereka mengetahui tentang GPS itu sehingga mereka menghancurkan nya tetapi anak buah kita sedang menyisir daerah itu Tuan" Haikal menjelaskan secara gamblang.
Tapi Arya tetaplah Arya yang tidak mau tahu apa pun itu alasan nya.
"Aku tidak mau tahu segera temukan Istri ku!!" Teriak Arya dengan lantang, sehingga ruangan itu bak disambar petir.
Daniel mencoba menghentikan amarah Arya, dengan meminta Arya untuk tenang.
"Kamu tenang dulu, jangan seperti ini. Kita harus berfikir dengan tenang jangan buang buang tenaga untuk marah marah. " Seru Daniel dengan kesal, karena setiap ada permasalahan Arya selalu marah marah seperti ini.
"Kamu ......!!" Arya menghentikan ucapan nya saat Daniel meminta nya diam, karena daniel sedang mengangkat sambungan telpon nya.
"Katakan dengan jelas!" Seru daniel datar.
"Nona Rara di sekap di sebuah Rumah di perbatasan Timur, tepat nya di pinggiran Hutan ."Ucap anak buah daniel di seberang sana.
Daniel langsung mematikan sambungan telpon nya.
Tut tut tut
"Ada kabar apa?" Tanya Arya dengan panik.
Daniel menceritakan kabar dari salah satu anak buah nya tentang keberadaan Rara.
"Sialan !!! Berani mereka bermain main dengan ku !! Akan aku tunjukan siapa Arya sesungguh nya !!" Geram Arya dengan emosi.
* Srigala telah kembali * Gumam daniel dalam hati.
Arya dan Daniel beserta beberapa anak buah nya pergi menuju tempat dimana Rara di sekap. Perjalanan kesana membutuhkan waktu tiga jam dengan mengendarai mobil.
"Lebih baik kita pakai helikopter untuk mempersingkat waktu" Perintah Arya.
"Semua nya sudah siap kita tinggal berangkat, untuk mengantisipasi musuh kita mendarat jauh dari markas mereka" Ucap daniel memberi saran.
"Terserah kalian, yang penting istri ku selamat. Jika terdapat luka seujung kuku pun di tubuh istri ku akan ku habisi mereka" seru Arya dengan amarah memuncak.
Kini mereka semua sudah memasuki helli nya masing masing, mereka berangkat menggunakan tiga hellikopter.
*Sayang , tunggu kedatangan ku. Aku akan menyelamatkan mu* gumam Arya dalam hati.
******
Sudah uploud bab terbaru ya kak, jangan lupa like,komen,vote dan berikan gift nya.
Selamat membaca .
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
AUTHOR: DHEWY R