
🌹🌹🌹🌹 🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹🌹
Saat sore hari Arya pun datang ke rumah mertua nya untuk menjemput Rara istri nya. Saat Arya turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah Arya melirik ke dua pengawal istri nya. Arya yang melihat pakaian yang di kenakan ke dua pengawal istri nya pun heran, karena ke dua pengawal istri nya menggunakan pakaian biasa.
" Siapa yang menyuruh kalian ber dua berpakaian seperti ini, cepat ganti pakaian kalian !!" Seru Arya dengan nada membentak.
Ke dua pengawal itu pun hanya menundukkan kepala nya dengan takut. Mereka benar-benar takut jika arya menghukum mereka.
" Aku yang meminta mereka mengenakan pakaian seperti itu, jadi jangan marah dengan mereka" Seru Rara yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah.
Ke dua pengawal itu pun bernafas dengan lega, akhirnya Nona yang mereka tunggu keluar juga. Sehingga mereka tidak perlu lagi menjelaskan kepada Tuan nya.
" Sayang.. tapi kenapa harus berpakaian seperti ini? Kalau beginikan mereka terlihat tidak sedang bekerja?" Seru Arya yang mencoba menolak keputusan istri nya.
" Terserah saya dong, mereka kan pengawal saya jadi saya yang berhak mengatur mereka. Kalau mas mau mengatur mereka berarti biar mereka yang jadi pengawal nya mas. " Seru Rara sambil bersedekap tangan.
Arya tergagap mendengar ucapan dari Rara, mana mungkin dia bisa menolak perintah dari sang istri mau tidak mau pasti dia pun kenyetujui nya.
" Baiklah, kalau itu mau dari sang istri ku ini. Aku tidak bisa melarang nya. Tapi hanya untuk hari ini saja ya" Seru Arya sambil merangkul pinggang Rara dan berjalan masuk ke dalam.
Rara langsung melepaskan tangan Arya dengan wajah cemberut nya.
" Tidak bisa, mereka harus tetap pakai pakaian santai saat mengawal ku. Kemana pun aku pergi mereka tetap berpakaian santai, aku tidak mau mereka memakai pakaian yang formal. Aku tidak nyaman mas dengan pakaian mereka, banyak pasang mata yang memandang seoalah kami ini tontonan" Gerutu Rara dengan bibir mengerucut.
Hufftt...
Arya membuang nafas dengan berat, dia terpaksa menyetujui permintaan dari sang istri. Bagaimana pun keselamatan dan kenyamanan Rara lebih dari segala nya.
" Baiklah, apa pun yang kamu perintahkan mas akan menyetujui nya" Ucap Arya.
Arya lalu membalikkan badan nya dan berbicara kepada kedua pengawal istri nya.
" Mulai besok kali gunakan pakain santai untuk mengawal istri ku, nanti daniel akan mentrasfer uang untuk kalian beli pakaian baru. Ingat gunakan pakaian yang sopan jangan beli baju yang kurang bahan" Seru Arya penuh penekanan.
" Baik tuan, terimakasih " Seru ke dua pengawal itu bersamaan.
Arya dan Rara pun masuk kembali menuju ruang keluarga, disana sudah ada ke dua orang tua Rara yang sedang bersantai sambil menonton Tv.
" Pa, Ma " Seru Arya sambil menyalami ke dua mertua nya.
__ADS_1
Kedua orang tua Rara pun tersenyum dengan ramah menyambut sang menantu nya.
" Bagaimana pekerjaan mu hari ini Ar?" Tanya sang papa mertua sambil meletakkan remot Tv di meja.
" Semua baik pa" Jawab Arya yang sudah duduk di sofa seberang papa mertua.
" Rara, ajak dulu suami mu ke kamar. Biar dia mandi dan istirahat, pasti dia capek seharian bekerja di kantor. Nanti turunlah saat makan malam" Ucap mama rara yang memang melihat arya seperti sangat letih.
" Iya ma, ayuk mas kita ke kamar" Ajak Rara lalu berjalan lebih dulu menuju kamar.
" Ma , Pa Arya ke kamar dulu ya" Seru Arya.
Ke dua mertua nya pun hanya tersenyum dan memganggukkan kepala nya. Papa rara melirik ke arah sang istri dengan tatapan sulit di artikan.
" Kenapa? " Tanya mama rara sewot.
" Mereka kan masuk kamar Ma, kita juga masuk kamar yuk istirahat. Istirahat sore-sore mas siapa tahu Rara bisa sekalian punya adik" Seru Papa rara sambil memainkan alis nya.
Mama rara pun melempar bantal kursi ke arah suami nya duduk.
" Dasar tua-tua otak nya makin mesum, tidak lihat tuh si Rara sudah mau punya anak. Berarti kita sudah mau punya cucu, lagi pula mama sudah mandi males kalau harus mandi lagi" Seru mama dengan sewot.
Mama Rara pun semakin geram mendengar ucapan sang suami nya sendiri. Bisa-bisa nya suami nya berotak mesum seperti ini.
" Ayok ke kamar" Seru mama rara yang akhirnya mengiyakan ajakan sang suami.
Papa Rara tidak menunggu lama langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menyusul sang istri masuk kamar. Akhirnya papa rara dan sang mama merengkuh kenikmatan nya di sore hari.
Sementara itu di kamar lain, tepat nya di kamar Rara. Arya sedang melancarkan aksi nya, dia akan meminta hadiah dari sang istri.
" Sayang mas minta hadiah nya dong, mas kan sudah menyerujui keinginan mu tadi" Seru Arya sambil memeluk Rara dari belakang.
" Hadiah apa mas? mas kan sudah punya segala nya? uang juga banyak, mas butuh apa lagi?" Tanya rara yang memang tidak tahu maksud dari suami nya.
" Mas mau nya hadiah kamu" Ucap Arya lalu merebahkan Rara di atas kasur.
Rara baru paham hadiah apa yang di inginkan dari sang suami. Rara pun tidak menolak keinginan suami nya karena sebenarnya dia pun sangat menginginkan nya.
" Tapi jangan lama-lama ya mas, sebentar lagi mau makan malam. Dan ingat jangan kuat-kuat ada junior kamu di dalam sini" Ucap rara sambil menunjuk perut nya yang sudah buncit.
__ADS_1
Arya pun melancarkan aksi nya dengan cepat, semua pakaian rara sudah dia lepaskan mereka kini sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.
Arya mulai mencium setiap inci tubuh istri nya, rara merasakan gelora yang semakin memanas saat Arya mencium bagian sensitif nya dan bermain-main disana dengan cukup lama. Arya memang sangat senang bermain di bagian itu, menyesap bahkan menjilat nya.
Rara semakin tidak karuan, dia menekan semakin erat kepala arya di bagian yang sedang di sesap Arya.
" Mas.....Ouwh...ouwh... emhhh aku sudah tidak tahan, sudah mau meledak mas" Racau rara semakin tidak karuan.
Arya tidak menghiraukan racauan dari Rara dia tetap bermain di tempat itu, hingga lahar panas pun membanjiri area itu lalu arya menyesap nya sampai bersih. Lalu arya pindah naik ke atas dan memasukkan tongkat yang secari tadi sudah mengeras.
Jleb..
" Ah... Pelan ya mas" Seru rara mengingatkan arya untuk pelan-pelan.
" Baik sayang mas pelan-pelan kok,kamu tenang saja dan nikmati permainan ini." Seru Arya sambil menggoyangkan tongkat nya dengan irama pelan.
Rara pun semakin menikmati permainan dari tongkat ajaib nya arya. Semkin lama, semakin memanas mereka berdua semakin di buai gelora cinta yang semakin panas, hingga tanpa sadar rara pun membalikkan keadaan dengan dia berada di atas.
Rara meliuk-liuk kan tubuh nya di atas, Arya pun tidak tinggal diam. Dia berpegangan dengan ke dua gapura kembar dengan erat sehingga rara semakin bersemangat.
" Sayang, kamu semakin pintar." Seru Arya di sela-sela permainan Rara.
" Mas, aku sudah mau meledak lagi kita ledak kan sama-sama ya" Ucap rara semakin mempercepat hentakan nya.
Akhirnya mereka pun meledak secara bersamaan dan rara terkulai lemas di samping Arya. Mereka menyelesaikan permainan nya sekitar satu jam.
Arya mencium kening rara dan menyelimuti tubuh polos rara sedangkan dirinya turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
*****
Akhirnya Author bisa up lagi, jangan lupa tetap berikan dukungan karya AUTHOR. 🥰🥰
LIKE KOMEN VOTE DAN KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1