Pernikahan Ceo Muda

Pernikahan Ceo Muda
Keberangkatan


__ADS_3

Seperti janji Maika dan Ratih tadi siang bahwa saat sore hari mereka akan ke pantai lagi untuk melihat sunshet. Saat ini maika dan ratih dan ada beberapa karyawan lain nya sudah ada di pantai. Dari kejauhan terlihat daniel dan siska juga ada di pantai.


"Kamu beneran Ka !! Sunshet seperti ini sangat indah, bahkan aku ingin lama berada disini!" Ucap Ratih kagum.


"Dulu aku sering kesini Kak, tapi semenjak kuliah aku jarang sekali kesini !" Ucap ratih sambil memfoto sunshet.


"Ehh Kak, itu sepertinya Kak daniel sama kak siska deh, tumben mereka kesini?" Maika menunjuk ke arah daniel .


*Apa Tuan daniel dan bu siska pacaran ya ? kenapa hati ku sakit melihat mereka ber dua?" Ratih berbicara dalam hati.


*Kak Ratih kenapa ya, kok dia diam saja? sepertinya kak ratih suka dengan kak daniel?" Maika bicara dalam hatinya.


"Kak, kamu kenapa kok diam saja, cemburu ya?" Tanya maika sambil menaikkan alis nya.


"Ahh.. aku . aku, apaan si kamu Ka. Siapa juga yang cemburu. Aku hanya inget Rara. Iya Rara kemana ya dia kok belum kelihatan." Ucap ratih berbohong.


Daniel dan Siska pun menghampiri mereka. Daniel dan Siska kini sudah berada di depan mereka.


"Maika, kamu sama siapa?" tanya daniel basa basi.


"Eh kak daniel , kak siska!! ini aku sama kak Ratih" jawab maika.


"Tuan daniel , Bu siska!! Tumben banget jalan ber dua?" Tanya ratih dengan pelan.


"Ya mau gimana lagi daripada aku jalan sendiri lebih baik aku ajak siska, lagi pula kami gak ada kerjaan gak ada salahnya jalan jalan!" jawab daniel panjang lebar.


"Oh... " Ratih hanya ber Oh ria.


"Kemana kak Arya kok dia gak ikut ?" tanya maika.


"Lagi Bucin sama istri nya, mungkin juga sekarang lagi bikinin kamu keponakan!!" Ucap daniel tanpa filter.


"Dasar otak mesum!!" Gumam ratih pelan tapi masih bisa di dengar daniel.


"Ehh Nona kamu bilang apa? " tanya daniel pura pura tidak mendengar.


"Apa? Aku tidak bicara apa apa Tuan" jawab ratih takut takut.


"Iishhhh..!! Kan sudah saya bilang kalau di luar kantor jangan panggil aku Tuan, panggil DANIEL saja " Ucap daniel menjelaskan.


"Cie.. cie.. Seperti sudah ada yang sering ketemu di luaran nieh?" Goda maika sambil mencubit pipi ratih.


"Gak kok !! Cuma baru 2 kali " Ratih keceplosan


"Cieeee ... baru 2 kali ya. Ehh kak Siska yok kita kesana sepertinya pemandangan disana lebih bagus!!" Ajak maika. Dia ingin memberikan kesempatan untul Ratih dan Daniel berduaan.


"Iya Non, yuk kesana!" Ajak Siska


Setelah Siska dan Maika menjauh ke tempat lain., tinggal lah ratih dan daniel yang masih saling terdiam.


"Emmhhh... Tuan !! Ehh Kak Daniel kita duduk disana saja yuk, capek berdiri terus!" Ajak Ratih.


"Boleh,kaki ku juga terasa pegel pegel nih" Ucap daniel sambil memijit kaki nya.


Merekapun duduk di gazebo yang berada di dekat pantai.


"Bagaimana kabar restoran keluarga mu?" Daniel memulai pembicaraan.


"Ya begitulah Kak, tapi ya alhamdulillah restoran itu masih bertahan sampai detik ini" Jawab Ratih.


"Ohhh iya nanti malam aku dan Tuan Arya mau balik, tapi langsung ke Kota M. Ada urusan di kantor cabang Kota M!" Ucap daniel sambil memandang ratih.


"Terus apa hubungan nya sama saya kak? " tanya ratih heran.


"Ohh Aku..aku cuma ngasih tau kamu saja. Siapa tahu kamu besok mencari keberadaan ku" ucap daniel percaya diri.


"Hahaaa kakak ini bisa saja, emang kak daniel ini siapa nya aku? Kenapa aku harus mencari kakak?" Ucap ratih sambil tertawa . Padahal jantung nya saat ini lagu jedag jedug.


*Jantung gue kenapa si? tidak bisa di ajak kompromi banget, malu kan kalau ketahuan kak daniel" ucap ratih dalam hatinya.


"Cantik ! Kamu cantik kalau tertawa seperti itu" Ucap daniel dengan polos nya.


"Hah.. !! Apa kak? Kak daniel bicara apa ?" Tanya Ratih bingung.


"Gak kok, gak bicara apa apa. Oh iya yuk kita balik ke resort ini sudah mau magrib." Ajak daniel mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Iya kak, aku panggil maika sama bu siska dulu" Ucap ratih sambil berlalu dari hadapan daniel.


Mereka ber empat pun kini sudah meninggalkan pantai. Mereka ber empat berjalan beriringan menuju kamar nya masing masing. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, semua itu membuat ratih tidak nyaman.


*****


*Di kamar pribadi Arya*

__ADS_1


"Mas !! ini sudah mau magrib aku balik ke kamar dulu ya. Aku mau mandi dulu badan rasanya sudah lengket banget" Ucap Rara sambil melepaskan pelukan sang suami.


"Kan bisa mandi di sini sayang, bila perlu kita bisa mandi bareng sekalian biar cepet" Rayu Arya sambil tersenyum.


"No!! Yang ada bukan nya cepet tapi malah lama ! " tolak Rara.


"Tahu aja kamu sayang! " ucap arya sambil senyum senyum.


"Tahu dong!! itu kan cuma akal akalan nya mas Arya saja. Ya sudah aku balik ke kamar ku dulu ya mas nanti malam sebelum mas berangkat aku kesini lagi" Ucap Rara sambil beranjak dari kasur.


"Iya sayang, jangan lupa kiss dulu dong! " Pinta Arya


"Dasar suami mesum " Ucap Rara sambil mencium pipi Arya dan langsung lari membuka pintu.


Dia tidak mau ada drama drama sampai ciuman yang di tempat lain, bisa bisa gak jadi mandi.


Rara pun keluar dari kamar pribadi Arya lalu berjalan ke arah kamar yang khusus karyawan. Di jalan menuju kamar nya Rara bertemu dengan Jihan.


"Apa yang lo lakuin di kamar Tuan Arya?" Tanya jihan penuh selidik.


"Maksud nya? Saya gak ngerti maksut nya bu jihan?" Jawab Rara pura pura tidak paham.


"Gak usah berlagak polos lo! gue tadi siang ngelihat lo jalan ke arah tempat khusus keluarga hartono dan lo masuk ke kamar Tuan Arya!" Seru Jihan dengan penuh emosi.


"Tadi saya memang masuk ke area khusus keluarga Hartono, tapi saya tidak sendirian. Di dalam ada Tuan Arya, Tuan daniel dan Sekretaris nya!" Jawab Rara sedikit berbohong. Padahal siska tidak ada cuma ada daniel saja.


"Gak usah nge les lo!! Wajah si sok polos tapi kelakuan tidak menjamin. Dan gue yakin Lo bisa di terima di HR group karena Lo sudah naik ke ranjang Tuan Arya. Dasar murahan !!!" Jihan menghina Rara.


Plak..


Rara menampar Jihan. Emosi Rara sudah tidak bisa di kendalikan lagi mendengar ucapan jihan yang terlalu menyudutkan nya.


"Jaga ucapan Anda!!! Jika tidak ada bukti jangan asal bicara, bisa saja ucapan anda jadi boomerang buat anda sendiri." Rara sudah mulai terpancing emosinya.


"Kurangajar Lo ya, berani nya Lo nampar gue dasar cewek sialan!! " Jihan mengangkat tangan nya mau menampar Rara.


Tapi sebelum tangan Jihan sampsi di pipi Rara, tangan jihan ada yang menangkap nya.


"Jangan sekali kali kamu sakiti kak Rara dengan tangan kotor mu itu!!! Jangan sampai kamu kehilangan pekerjaan !!" Ucap maika penuh penekanan.


"Sialan Lo.! Lepasin tangan gue. Kalian jangan kurangajar sama gue, gue bisa saja memecat Lo" Jihan sudah tidak bisa mengontrol amarah nya.


Maika melepaskan tangan Jihan dengan kasar. Jihan pun mundur beberapa langkah akibat tangan nya di hempaskan maika.


"Kak Rara tidak apa?" tanya maika khawatir.


"Ayook kak kita ke kamar, biarkan mak Lampir ini tidak usah di urisin lagi!" Ucap maika sambil berlalu dan menggandeng rara.


*Dasar sialan!! Kalian pasti dapat balasan lebih sakit dari ini. Kalian belum tahu siapa gue. Gue akan gunakan kekuasaan Ayah gue untuk membalas kalian. Bagi gue kalian cuma semut yang tak berguna" Gumam Jihan dalam hati sambil mengepalkan tangan nya.


*****


*Di ruang kamar Rara*


"Kak benerab kakak gak kenapa kenapa?" tanya maika masih khawatir.


"Bener adek ku sayang, kakak gak apa apa. lihat nih gak ada yang luka atau lecet kan?" Jawab Rara sambil menunjukan tangan nya.


"Memang tadi ada apa Ra?" tanya ratih yang baru keluar dari kamar mandi.


"Biasa Kak, mak Lampir Jihan cari perkara" Jawab maika santai.


"Pasti soal Tuan Arya, iya kan?" Tanya jihan yakin.


"Iya, sepertinya memang bener! Banyak wanita yang tergila gila dengan suami ku. Aku jadi semakin kagum dengan pesona suami ku. " jawab Rara sambil senyum senyum.


"Ra, Lo masih waras kan? Suami mu itu banyak yang naksir Ra, kok Lo malah kagum dan bahagia gitu si? Kan sudah gue bilang harus jaga suami Lo bener bener karena banyak mata mata centil di sekitar suami Lo" Ucap Ratih terheran heran dengan kelakuan Rara.


"Gue percaya dan yakin sama suami gue kalau di hatinya cuma ada gue dan cinta nya hanya untuk gue" Jawab Rara bangga.


"Siapa bilang?" Tanya maika tiba tiba.


"Kak Arya itu ada wanita lain yang selalu ada di hatinya dan bahkan sampai matipun wanita itu selalu di hatinya" Ucap maika dengan serius.


Tiba tiba Rara terdiam. Dia berfikir, benarkah apa yang di ucapkan oleh sang adik ipar. Yang Rara tahu Arya itu dulu mencintai wanita yang bernama Luna,bahkan mereka sampai bertunangan dan sudah mau menikah. Benarkah masih ada wanita lain di hati Arya. Rara bertanya tanya dengan fikiran nya sendiri.


"Maksut kamu apa dek?" Tanya Rara dengan serius.


Hahahaaaaaaaaa...


Maika tertawa dengan keras, dia merasa kalau kakak ipar nya ini berfikir negatif tentang ucapan nya tadi.


"Iya yang ku ucapkan tadi memang benar kalau di hatu kak Arya terukir nama wanita lain. Mau tahu siapa orang nya?" Tanya maika dengan serius.

__ADS_1


"Maika!! Jangan membangunkan macan tidur!!" Seru Ratih tiba tiba.


Ratih tahu gimana Rara kalau sudah emosi dan marah. Apalagi kalau sampai di bohongi secara fatal.


"Katakan siapa wanita itu?" perintah Rara dengan tegas.


"Mama" Jawab maika dengan singkat.


Hufttt....


Rara membuang nafasnya dengan lega. Hampir saja dia salah paham. Memang benar yang dikatakan maika, seorang ibu nama nya pasti akan selalu terukir di hati anak anak nya.


"Pasti tadi kak Rara mikirnya negatif?" ucap maika.


"Kamu sengaja ngerjain kakak ya, awas kamu ya tunggu pembalasan ku" ancam rara sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Tepat jam 7 para karyawan sudah berada di resto untuk makan malam. Setelah makan malam Rara ke kamar Arya di temani dengan Ratih. Dia sengaja mengajak Ratih karena Rara tahu ratih menyukai Daniel.


"Ra, memang gak apa apa aku ikutan ke ruangan Tuan Arya?" Tanya ratih lagi .


"Gak apa apa dong disana juga ada Mba siska dan bang daniel. Kamu pasti mau kan ketemu bang daniel? " tanya rara


"Tadi sore sudah ketemu di pantai dan dia juga sudah bilang kalau mau pergi ke kota M!" Jawab Ratih keceplosan.


Uppzhhhh. .. Ratih menutup mulut nya secara tiba tiba.


"Nah kan ada yang keceplosan. Gak apa apa juga dong Tih, Sepertinya kamu suka dengan bang daniel dan begitupun bang daniel" Ucap rara yakin.


"Entahlah... Sudah lah gak perlu dibahas. Lihat nih kita dah sampai di depan kamar Tuan Arya. " Ucap ratih mengalihkan pembicaraan.


Rara dan Ratih di sambut oleh Siska yang berada di teras depan kamar Arya.


"Malam Non " sapa Siska


"Malam juga mbak, mbak jangan terlalu formal gitu dong. Panggil saja Rara.. gak usah pakai Nona. Biar terbiasa, siapa tahu nanti jadi saudara" Ucap rara sambil menggoda siska.


"Apaan sih Non, eh Ra " Jawab siska malu malu.


Rara masuk ke kamar pribadi Arya. Ratih dan Siska menunggu di teras depan.


"Bang daniel apa semua sudah siap?" tanya rara ke daniel.


"Sudah Non, dan tuan Arya masih di dalam kamar ada sesuatu yang di ambil" jawab daniel.


"Ehh sayang kamu sudah datang, aku kira kau melupakan suami tampan mu ini" Ucap Arya pura pura cemberut.


"Seperti anak kecil !! aku tunggu di luar, 10 menit lagi kita harus sudah berangkat biar tidak terlalu malam sampai Kota M" Daniel memperingatkan Arya . Lalu daniel keluar dari ruangan itu . Dia memilih menunggu di teras bareng siska dan ratih.


"Mas! Sudah siap semua kan?" tanya rara


"Sudah semua sayang. Tapi hati mas yang belum siap berjauhan dengan istri mas ini" ucap arya sambil mencium pipi rara.


"Udah dong mas, jangan seperti ini kasihan bang daniel yang sudah menunggu. Mas harus segera berangkat biar sampai tidak terlau malam, sampai sana istirahat" Ucap Rara merasa tidak enak kalau daniel lama menunggu.


"Pasti mas bakal merindukan Mu sayang!!" Arya sambil memeluk sang istri.


"Sama! aku juga bakal merindukan suami ku" ucap Rara.


Mereka pun keluar dari ruangan, lalu menuju ke Landasan jet pribadi. Di ikuti Daniel, Siska da Ratih. Mereka sudah sampai di landasan jet pribadi arya.


"Sayang mas pergi dulu ya, selama mas pergi kamu baik baik dan hati hati. Kalau ada apa apa kabari mas" Pesan Arya .


" Iya mas!! Mas juga hati hati jangan lupa istirahat, setelah sampai kota M kasih kabar ya!!" Ucap Rara.


"Iya sayang."


"Siska selama Aku di Kota M kamu handel semua pekerjaan" Perintah nya ke Siska.


"Baik Tuan" jawab siska.


"Ratih Aku berangkat ya!" pamit daniel.


" Eh iya Tuan, hati hati" jawab Ratih malu malu


Setelah berpamitan dan cipika cipiki Arya masuk kedalam jet pribadinya. Dan jet itu langsung terbang menuju kota M.


******


Malam ini author up bab baru. Up bab ini sangat panjang.


Jangan lupa tinggalkan Like Kimen Vote dan Rate.


Terimakasih🙏

__ADS_1


Selamat membaca.


AUTHOR: DHEWY R


__ADS_2