
Hari ini Weekend Rara dan Maika berencana jalan jalan , sebenarnya Arya juga mau ikut berhubung ada kerjaan yang mendadak jadi Arya tidak jadi ikut. Rara dan Maika kini sudah berada di jalan menuju Mall terbesar di Kota J. Sudah pasti Mall itu juga salah satu aset dari keluarga Hartono.
Maika dan Rara merasa senang akhirnya bisa jalan jalan ber dua tanpa harus di ribetin oleh sang kakak, Arya. Arya harus meeting dadakan secara online.
"Maika ! kita mau kemana dulu ? " tanya rara sambil fokus menyetir mobil nya.
"Kita kerumah ratih saja yuk Kak, kita ajak dia juga biar ramai?" Jawab maika memberikan ide.
"Boleh , kenapa kakak gak kefikiran dari tadi ya ? kamu hubungi ratih suruh dia siap siap!" ucap rara sembari tetap fokus menyetir.
Maika langsung menghubungi ratih, menyuruh nya untuk bersiap.
"Sudah kak beres !" Ucap maika setelah selesai menghubungi ratih.
Setelah tiga puluh menit mobil Rara sudah sampai di depan rumah Ratih, Ratih terlihat sudah menunggu di teras rumah.
Setelah mengetahui mobil Rara sudah sampai Ratih menghampiri mobil Rara lalu masuk ke dalam mobil.
"Ratih !! Apa gak apa apa langsung berangkat tanpa pamit sama ibu lo dulu?" tanya Rara takut sang ibu ratih marah.
"Ibu sama Ayah hari ini ke restoran karena ada orang yang booking restoran untuk acara ulang tahun anak nya, jadi mereka pagi pagi sudah ke restoran!" ucap ratih sembari memainkan handphone nya.
"Kenapa kamu gak ikut membantu?" Tanya Rara lagi.
"Gue tadi di ajak cuma gue males banget , ehh gak tau nya ada yang ngajakin jalan jalan mana gue bisa nolak!! Tapi tenang gue tadi sudah izin Ibu gue kok!" ucap ratih dengan menaikan dua jari nya membentuk huruf V.
"Ok kita lets go kak!!" Teriak maika dengan lantang.
Rara kembali melajukan mobil nya menuju Mall yang akan mereka tuju. Tiba tiba jalan menjadi macet dan banyak polisi.
"Kenapa macet begini ya Ra ? " tanya ratih heran.
"Mungkin ada kecelakaan kak!!" Maika yang menjawab.
Tiba tiba ada polisi yang menghampiri mobil mereka.
Tok tok tok
Rara menurunkan kaca mobil nya.
"Iya pak , ini ada apa ya ?" tanya Rara kepada polisi.
"Maaf Non di depan ada truck terguling dan masih di evakuasi,silahkan nona cari jalan alternatif!!" Ucap polisi dengan ramah.
"Iya pak terimakasih" jawab rara dengan sopan.
Rara memutar kembali kemudi setir nya . Rara memilih jalan lain, jalan ini memang terlihat sepi dan banyak pepohonan yang menjulang tinggi.
"Ra, kenapa lewat jalan ini si?" tanya ratih merasa takut.
"Karena jalan ini yang dekat menuju Mall XX !! kalau kita lewat jalan lain memakan waktu satu jam lebih, kalau ini kan sekitar tiga puluh lima menit kita sudah sampai!" Jawab Rara dengan jelas.
"Tapi jalan ini sepi banget Ra, cuma ada beberapa kendaraan yang melintas!!" Ratih masih tetap ketakutan.
"Memang ada apa si kak, apa jalan ini amgker ?" tanya maika dengan polos nya.
"Bukan begitu Maika tapi jalan ini sering ada pe....:
Ratih belum selesai menjelaskan kepada maika , tiba tiba Rara mengerem mendadak. Ada dua motor yang memberhentikan laju mobil mereka.
Ciiiiitttttttt
"Sialan !!" Ucap Rara marah sambil menggebrak setir mobil.
"Ada apa kak ?" tanya maika dengan cemas.
"Ra...!! benarkan kata gue " ucap ratih dengan cemas.
Maika yang belum tahu keberadaan para perampok itu merasa kebingungan , kenapa Rara menghentikan mobil nya dengan mendadak dan terlihat marah.
Maika pun mengalihkan pandangan nya ke arah depan, maika membelalakkan mata nya.
"Kak !! mereka sepertinya orang jahat " ucap maika ketakutan.
"Kalian semua diam di dalam mobil, jangan keluar dari mobil. Kalian dengar !!!" Ucap rara dengan tegas.
"Kak, kakak mau kemana ? Jangan keluar kak bahaya? " seru maika dengan suara ketakutan.
Rara tidak menghiraukan panggilan dari maika. Dia tetap keluar dari mobil dan menghadapi ke empat perampok tersebut.
"Apa yang kalian inginkan ?" tanya rara dengan suara lantang.
"Cihh hanya seorang wanita !! lebih baik kau serahkan barang barang berharga kalian?" ucap perampok A
" Boleh juga wanita ini Boss!! " ucap perampok B sambil melirik ke arah Boss nya.
"Kau benar!! Hai wanita mari ikut kita saja pasti kau bakal senang" ucap si Boss perampok.
"Aku tidak sudi !! "Rara sudah mulai emosi.
"Nyalimu bagus juga ! Hajar dia !" Seru sang Boss perampok.
Rara pum berkelahi dengan para perampok tersebut, Maika dan Rara di dalam mobil ketakutan. Dia terus menghubungi sang kakak tapi tak di angkat juga.
__ADS_1
"Kak Ratih bagaimana ini? Kak Arya sepertinya belum selesai meeting online nya, dari tadi aku telpon tidak di angkat!!" ucap maika dengan bingung.
"Kamu tenang !! Rara itu pandai berkelahi ,, kita berdoa saja semoga Rara tidak apa apa?" ucap ratih dengan tenang,karena dia tahu Rara itu pandai berkelahi.
"Tapi kak !!
Maika menghentikan ucapan nya setelah melihat ke empat perampok itu terkapar di jalanan. Maika seaakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Sang kakak ipar yang terlihat lemah lembut bisa mengalahkan ke empat perampok dengan waktu singkat.
"Wahhh kak Rara hebat !! seru maika dari dalam mobil.
Rara pun berjalan kearah mobilnya dan memasuki mobil dengan santai seakan tidak pernah terjadi apa apa .
"Kak Rara luar biasa, aku gak menyangka ternyata kak Rara ini pandai berkelahi, kakak ipar pahlawan ku!!" ucap Maika dengan bangga.
Mereka bertiga pun tertawa bersama.
"Sudah kita lanjutkan perjalanan kita !!" Seru Rara tanpa basa basi.
Rara melajukan kembali mobil nya menuju Mall XX. Tanpa mereka sadari sebenarnya mereka selalu ada yang mengikuti, lebih tepat nya mengikuti Rara. Mereka adalah kedua pengawal bayangan yang ditugaskan Daniel.
Kedua pengawal tadi nya mau menolong Rata, tetapi setelah mereka lihat kalau Nona nya pandai berkelahi mereka hanya memperhatikan saja dan terus berjaga, mereka tidak lupa merekam kejadian itu dan mengirimkan nya ke Daniel.
*****
Di tempat lain Daniel sedang berada di ruang kerja Arya, saat ini Arya masih tetap melakukan meeting secara virtual.
Daniel masih terus menunggu Arya yang sedang meeting, dia terlihat tidak tenang dan itu bisa dilihat oleh Arya. Akhirnya Arya segera menyudahi meeting virtual nya.
"Lo kenapa ? sepertinya ada yang lo fikirin?" Tanya Arya sembari melepas Jass nya.
"Lo dah selesai meeting nya ? ada hal yang ingin gue sampaikan ke Lo!" Jawab daniel dengan serius.
" Apa yang ingin kau sampaikan sepertinya penting " tanya Arya sambil meminum teh nya.
"Entah ini bakal bikin lo marah atau malah bikin lo senang!" seru daniel
"Maksud lo?" tanya Arya Heran.
Daniel pun memperlihatkan rekaman video Rara yang sedang berkelahi yang dikirimkan anak buah nya kepada Arya.
Setelah melihat video tersebut rahang Arya mengeras dan tangan nya menggebrak meja dengan keras.
Braaaakkkkk
"Kurangajar!!! Siapa yang sedang bermain main dengan ku?" Tanya Arya dengan lantang.
"Lo tenang !! setelah diselidiki ini murni hanya perampok jalanan. " ucap Daniel memberitahu.
"Kenapa para pengawal bayangan yang lo tugaskan tidak membantu istri gue?" tanya arya dengan berteriak.
"Kenapa seyakin itu?" tanya Arya dengan bingung.
"Karena gue yang memberitahu mereka kalau Rara itu pandai berkelahi!" ucap daniel dengan tersenyum.
"Jadi lo sudah tahu kalau Rara bisa berkelahi?" Tanya Arya merasa bingung
"Bukan hanya bisa tapi istri lo itu jago, lo tunggu saja selanjutnya pasti lo bakalan kaget" ucap daniel dengan santai.
*Awal nya gue pun tidak tahu kalau istri lo itu orang yang pandai berkelahi. Mau di cari data tentang istri lo sampai mana pun tetap tidak bakal ada yang tahu siapa istri lo yang sebenarnya, Gue saja awalnya tidak percaya tapi setelah gue melihat dengan mata kepala gue sendiri baru gue percaya* Gumam Daniel dalam hati.
FLASHBACK ON
Beberapa hari sebelum hari pernikahan Rara dan Arya. Saat Weekend Daniel jalan jalan menghilangkan penat, saat dia sedang berada di jalan dia melihat sekelompok perampok sedang berantem dengan seorang perempuan. Daniel pun berniat untuk membantu tetapi setelah mengetahui siapa wanita yang sedang berkelahi, dia justru kaget dan terdiam.
"Nona Rar !! Benarkah itu Nona Rara? " tanya daniel pada dirinya sendiri. Daniel pun diam mematung melihat perkelahian itu. Tadi berniat mau membantu tetapi dia mengurungkan nya, karena dia melihat Rara begitu santai menghadapi para perampok itu.
"Gue gak nyangka Nona Rara pandai berkelahi" Ucap daniel bangga.
Tiba tiba terdengar suara tembakan.
Dor Dor Dor
Rara berhasil menghindari tembakan dari para perampok, dengan secepat kilat Rara menendang tangan perampok itu dan Pistol pun terlempar jauh. Dengan cekatan Rara mengambil pistol itu dan menembakkan ke kaki salah satu perampok.
Dor
Tembakan Rara tepat mengenai kaki sebelah kanan sang perampok. Ke tiga perampok itu pun ketakutan karena Pistol sudah berada di tangan Rara, dan sang Boss juga sudah tertembak. Rara sengaja hanya melukai bagian kaki nya saja.
Rara membekap salah satu perampok yang sudah tertembak.
"Kalian ber dua menyerahlah, kalau tidak Boss kalian akan mati dan bisa jadi kalian juga yang akan aku tembak!!" Seru Rara dengan lantang. Siapapun yang mendengar ucapan Rara pasti akan ketakutan.
Para perampok pun menyerah, mereka berjongkok di depan Rara sambil mengangkat ke dua tangan nya. Rara tersenyum sinis kepada ketiga perampok itu.
Karena mendengar suara tembakan, ada warga yang tak sengaja melintas mendengar nya lalu melaporkan ke polisi setempat. Setelah itu ada beberapa polisi yang datang setelah mendapat laporan dari warga yang melintas.
Daniel sangat takjub melihat kelihaian Rara dalam berkelahi dan menggunakan pistol.
* Lihatlah Arya calon istrimu ternyata tidak selembut yang kita kira* Gumam daniel sendiri.
FLASHBACK OFF
Di Mall terbesar kota J Rara , Maika dan Ratih sedang berbelanja.
__ADS_1
Walaupun Ratih tidak berasal dari keluarga kaya raya, tetapi orang tuanya memberikan jatah bulanan lebih dari cukup dan uang gaji dari HR Group pun terbilang besar. Maka dari itu dia bisa berbelanja sesuka hatinya.
Mereka memasuki toko baju dengan brand ternama. Mereka mulai memilih pakaian yang mereka cari.
Hari ini Rara hanya memakai kaos putih yang agak longgar dan celana jeans hitam serta sepatu warna senada dengan baju nya. Tidak ada yang tahu jika Rara adalah anak orang kaya atau istri dari Arya Dwi Hartono.
Rara mulai memilih pakaian yang dia inginkan. Maika dan Ratih pun mencari pakaian yang mereka inginkan, mereka berpencar ke arah yang berbeda.
Tiba tiba ada karyawan toko yang menghampiri Rara dan menanyakan baju apa yang dia cari.
"Permisi Non! ada yang bisa saya bantu ?" Tanya karyawan A dengan ramah.
" Oh iya mbak, saya lagi lihat lihat dulu nanti kalau sudah ada yang cocok saya kasih tahu mbak nya!" jawab Rara dengan sopan.
"Iya Non silahkan di lihat terlebih dahulu!" Ujar sang karyawan A.
Tiba tiba ada salah satu karyawan lagi yang menghampiri karyawan A dan menarik karyawan A dengan kasar.
"Kenapa orang seperti itu kamu biar kan masuk ke dalam toko,nanti kalau dia mencuri bagaimana?" Ucap sang karyawan B.
"Kamu jangan bilang begitu nanti dia dengar !! Siapapun yang datang ke toko ini kita harus melayani dengan baik. " ucap karyawan A.
"Kamu apaan si masih banyak itu pelanggan yang harus kita layani, lebih baik wanita itu kita usir saja!!" tambah karyawan C.
Rara sebenarnya mendengar percakapan para karyawan toko tersebut tetapi dia tidak perduli. Dia terus memilih pakaian yang dia cari.
"Sudah ada yang cocok belum? daritadi muter muter saja, kalau tidak niat beli lebih baik keluar saja !! " Ucap karyawan D dengan ketus.
"Apa begini cara kalian melayani seorang pembeli ?" tanya rara dengan heran.
"Toko ini itu menjual barang barang branded, aku yakin kamu tidak sanggup membelinya !! lebih baik kamu beli barang yang ada di pojokan sana !" tunjuk karyawan D kearah rak barang diskon.
Rara hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan karyawan tersebut.
*Kemana karyawan yang tadi menyambutku dengan ramah* Rara bergumam sembari pandangan nya mengitari isi toko mencari karyawan yang ramah tadi.
"Kalian tidak perlu takut pakaian yang ku ambil ini pasti aku beli. "Rara berbicara dengan tegas.
"Kau kira itu harga nya cuma puluhan ribu, lihat cara berpakaian kamu saja saya tidak yakin kamu bisa membelinya!" ucap karyawan D dengan nada merendahkan.
Rara hanya tersenyum sinis, lalu dia mengambil dua gaun dan tiga stel pakaian kantor yang harga nya terbilang fantastis. Rara akan membungkam mulut para karyawan yang tadi merendahkan nya.
"Kamu yakin bisa membeli semua ini ?" tanya karyawan B setelah Rara sudah sampai kasir.
"Kamu jangan begitu, total saja berapa semua!" seru Rara.
Para Karyawan yang berada di dekat kasir memandang rendah ke arah Rara, terutama Karyawan B yang bertugas sebagai kasir. Dan karyawan D ada di dekat Rara menjaga Rara siapa tahu Rara akan kabur setelah mendapatkan barang tersebut sebelum dia bayar.
Sang kasir pun menghitung semua belanjaan Rara. Mereka tersenyum sinis melihat Rara.
"Jadi semua total nya 375 juta !!" ucap karyawan dengan ketus dia yakin pasti Rara tidak sanggup membayar nya.
"Benarkah totalnya segitu ?" Tanya Rara seakan tidak percaya.
"Kenapa? tidak sanggup bayar kan? makanya jangan sok belanja di barang branded !!" seru karyawan B dan D dengan ketus.
Maika dan Ratih yang merasa ada ketibutan dia pun mendekati meja kasir, dan mereka melihat perdebatan para karyawan dan Rara. Lalu Maika menghampiri Rara.
"Kak ada apa ini ?" tanya maika dengan heran.
"Dia belanja segini banyak tetapi tidak sanggup membayar nya !!" jelas karyawan B dan di angguki karyawan D.
"Kalian jangan kurangajar ya !! Kalian mau di pecat??" Tanya Maika dengan lantang.
"Memang siapa kalian berani mecat kita? sudah ini mau dibayar atau tidak?" tanya karyawan B dengan ketus.
"Apa tadi aku bilang tidak sanggup membayar? tidak kan, aku cuma bilang berapa jumlah nya ,tapi kalian malah mengira aku tidak bisa membayar nya!!" Ucap Rara dengan emosi.
Rara lalu mengambil kartu dalam dompet nya, dan menyerahkan nya kepada Karyawan B yang bertugas sebagai kasir.
Semua karyawan yang adi di sana terkejut dengan kartu yang Rara berikan. Rara memberikan Black Card nya, kartu yang limit tanpa batas.
Semua karyawan yang ada di sana tertunduk malu dan ketakutan. Karena mereka tahu hanya orang orang tertentu yang mempynyai Black card edisi terbatas itu.
Ada yang berfikir mungkin Mereka bertiga ini adalah istri simpanan para pengusaha kaya, atau ****** yang di pelihara oleh para pengusaha hidung belang.
"Bagaimana ? sudah bereskan ? Jangankan baju baju ini Mall inipun bisa saya beli?" Ucap Rara mengintimidasi.
"Kalian tidak tahu siapa kami !! Saya bisa saja memecat kalian dari Mall ini. Kalian tahu siapa kami? "Tanya maika dengan tatapan tajam.
"Kenalkan Aku ....
Belum juga maika menyelesaikan ucapan nya, ucapanya sudah di potong sama Rara.
"Sudah !!! tidak perlu kamu jelaskan siapa kita. percuma mereka juga pasti tidak akan percaya. Ayoo kita tinggalkan tempat ini.
Rara dan maika dan ratih pun pergi meninggalkan toko tersebut. Maika dan Ratih tidak jadi membeli pakaian di toko tadi,karena mereka juga sudah tidak mood berada di toko itu.
*******
Jangan lupa tinggalkan Like komen Vote dan berikan Gift nya .
Selamat membaca.
__ADS_1
Terimakasih.
AUTHOR : DHEWY R