
Anak buah Johan terus mengintai kediaman Arya, sedikitpun tak terlewatkan. Mereka juga mengetahui jika Rara selalu di ikuti oleh dua pengawal bayangan.
Anak buah Johan yakin jika Rara inilah istri dari Arya.
"Seperti nya wanita itu istri dari Arya?"Ucap salah satu anak buah Johan kepada rekan nya.
"Kamu benar, Karena wanita itu jika keluar rumah selalu di ikuti oleh dua orang pengawal bayangan dan sepertinya wanita itu tidak mengetahui jika dia selalu di ikuti pengawal" Jawab rekan anak buah johan.
"Segera hubungi yang lain! kita harus bisa membawa wanita itu kehadapan Tuan Johan." Seru anak buah Johan.
"Beres semua" jawab teman nya.
Kedua pengintai itupun terus mengikuti mobil yang dikendarai Rara. Hari ini Rara sengaja tidak masuk kantor karena dia akan memeriksakan kandungan nya ke Dokter kandungan di antar oleh supir, Arya nanti akan menyusul setelah meeting nya selesai.
Rara dan sang supir tidak mengetahui jika mobil nya di ikuti oleh anak buah Johan. Setelah di tengah perjalanan pak supir menghentikan mobil nya.
"Ada apa pak?" Tanya Rara kepada pak supir sambil masih fokus ke Handphone nya.
"Di depan ada mobil dan sepertinya mobil itu mogok Non" Jawab pak supir.
" Sepertinya mereka perlu bantuan pak?" Ucap Rara sambil memasukan Hp di tas nya.
Rara dan sang sopir pun turun dari mobil untuk melihat keadaan mobil di depan nya. Rara melihat ada seorang wanita yang sedang hamil dan kesakitan. Dan di samping nya ada laki laki yang Rara yakini suami si perempuan. Dan di luar mobil ada satu pria yang mencoba memperbaiki mobil.
"Mobil nya kenapa pak?" Tanya Rara dengan senyum ramah nya.
"Tidak tahu ini Non,tiba tiba mobil mogok padahal Istri saya mau melahirkan!" jawab pria tersebut.
" Oh kebetulan saya juga mau kerumah sakit , lebih baik bawa mobil saya saja pak. Kasihan istri bapak sudah kesakitan" Ucap Rara memberi pertolongan.
"Baiklah , kami ikut mobil kamu saja dan biar mobil saya disini saja, gak apa apakan kalau supir saya juga ikut?" Tanya lelaki itu.
Rara terdiam, kenapa harus supir nya juga ikut. Padahal sang sopir bisa menunggu mobil mereka sampai petugas bengkel nya datang.
Tapi sepertinya Pria itu mengetahui pemikiran Rara.
"Maaf Non, soalnya saya tidak ada teman lain jadi kalau ada apa apa nanti saya bisa minta tolong pak sopir"Lelaki itu memberi alasan.
"Oh ya sudah, sekarang angkat istri bapak ke mobil saya." Ucap Rara sambil melihat kearah wanita hamil itu.
Kini Mereka bertiga sudah pindah semua kemobil Rara. Wanita yang berpura pura mau melahirkan itu terus saja meronta kesakitan.
__ADS_1
"Sakit Pa!" Seru wanita hamil itu.
"Iya tahan ya sayang sebentar lagi kita sampai rumah sakit." Jawab sang suami.
Di tengah perjalanan tanpa Rara sadari wanita yang pura pura hamil tadi membekap rara dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. Dan sang sopir Rara di todong pistol di kepala nya.
"Apa yang kalian lakukan kepada Non Rara?" Tanya sopir Rara
"Diam!!! Kalau kau berisik akan ku pecahkan kepala mu dengan pistol ini!!" Ucap pria disebelah sopir.
"Berhenti disini?" Teriak lelaki yang duduk di samping supir.
Citttttt
Sang sopir menghentikan laju mobil nya. Lalu sang sopir di tendang ke luar mobil. Sang sopir langsung terjerumus di aspal. Mereka melajukan kembali mobil itu meninggalkan sopir Rara di tengah jalan.
"Hai berhenti!! Kalian mau bawa kemana Non Rara ?" Teriak sang sopir sambil mengejar mobil .
"Aku harus segera menghubungi Tuan Arya" Ucap sang sopir.
Lalu sang sopir menghubungi Arya tapi tidak di angkat, Dia pun menghubungi Daniel tapi sama saja tidak di angkat.
Sebelum para anak buah Johan melakukan aksinya, sebelum nya mereka sudah mengecoh kedua pengawal bayangan Rara, sehingga mereka kehilangan jejak mobil Rara.
"Kamu benar sayang Boss pasti sangat senang dan Tuan Johan pun pasti akan memberikan bayaran yang besar" ucap laki laki yang duduk disamping selly, yang diketahui namanya Erik dan yang menjadi sopir tadi Wanto.
Mereka bertiga tertawa bahagia dengan keberhasilan nya.
"Sayang jangan lupa malam ini kau temani aku, Aku sudah lama tidak kau layani" Ucap Erik sambil membelai pipi Selly.
"Kamu tenang saja sayang malam ini aku pasti akan memuaskan mu, aku pun sudah rindu dengan permainan mu" Seru selly sambil menjilat pipi Erik.
Erik pun tak tinggal diam dia menangkup kedua pipi selly lalu mencium bibir selly dengan sangat rakus. Tangan erik pun tak tinggal diam.
Selly melepaskan pagutan bibir nya untuk menghirup oksigen, karena mereka kehabisan nafas.
Merekapun melakukan hal yang tak patut di lakukan.
"Sialan !! Kenapa kalian melakukan itu di sini, kita lagi membawa tawanan ke markas. Kalian memang gila !!" Teriak wanto sambil terus mengemudi.
"Lo hari ini jadi sopir dulu , dan lo bisa nonton kita secara gratis. Itung itung hiburan buat lo, lagipula perjalan kita masih jauh " Ucap erik dengan suara serak.
__ADS_1
"Kurang ajar !! Terus gue dapat apa? Gue juga tersiksa kalau cuma melihat adegan kalian, gak lihat nih si otong juga sudah bangun" Umpat wanto dengan sedikit kesal.
"Nanti giliran mu kalau aku sudah puas" Jawab Erik.
Wanto hanya bisa diam sambil menonton adegan dibelakang nya. Padahal disamping mereka ada Rara yang sedang pingsan.
*Kalau tidak lagi bawa wanita ini aku sudah belok ke hotel, kita nikmati bersama* Gerutu wanto.
Erik memindahkan selly ke atas pangkuan nya,Mereka pun melakukan hal tak senonoh itu di dalam mobil.
"Sayang kamu semakin pintar " Ucap erik dengan suara berat.
*Sialan!! Gila!! mereka melakukan itu didalam mobil, bagaimana kalau mobil ini diberhentikan polisi* Gumam wanto dengan kesal.
"Kita keluarkan sama sama sayang " Seru erik disela permainan nya.
Selly hanya menganggukkan kepala nya sambil terus berpacu di atas Erik.
Akhirnya mereka berdua sampai puncak permainan bersamaan.
Selly memperbaiki pakaian nya begitupun dengan erik, kini mereka sudah berpakaian dengan rapi kembali. Tanpa rasa malu seolah tidak terjadi apa pun dengan mereka.
"Kalian sudah puas ?" Tanya wanto dengan kesal.
" Nanti giliran mu , kamu tenang saja aku pasti akan berikan servise yang baik untuk mu. Sekarang kita sudah mau sampai di markas" Jawab selly manja sambil mencium pipi Wanto dari belakang.
" Lihat saja nanti malam kamu aku bikin tidak bisa bangun " Seru Wanto dengan senyum nya.
Wanto, Erik dan Selly ,Rara kini sudah sampai di sebuah markas yang tetletak jauh dari perkotaan. Bahkan orang orang pun tidak mengetahui keberadaan tempat ini.
Rara sudah dibawa masuk kedalam markas, dan kini sudah di baringkan di dalam kamar. Tangan dan kaki Rara di ikat dan mulut Rara di lakban.
**********
Maaf ya kak baru bisa Up bab baru. 🙏🙏🙏
Semoga kalian suka dengan karya ku ini, maaf bab kali ini mungkin sedikit vulgar. Jika kalian tidak suka bisa saya revisi lagi bab ini.
Terimakasih.
Selamat membaca.
__ADS_1
AUTHOR:DHEWY R