
Kini Rara sudah berada di tempat yang jauh anak buah Johan membawa Rara ketempat yang lebih aman.
Kini Arya dan anak buah nya sedang melacak keberadaan Rara.
"Bagaimana Dan, apa ada kabar dari anak buah kita?" tanya Arya dengan panik.
" Sebentar Arya, mereka lagi berusaha mencari nya." Jawab Daniel.
Tiba tiba handphone Daniel berdering tanda panggilan masuk.
[ Apa sudah ada kabar tentang Nona Rara ?]
[ Nona Rara sepertinya di sekap di daerah XX dekat dengan danau Tuan ]
[ Baiklah, kalian terus pantau keadaan disana kami akan segera meluncur kesana ]
[ Baik tuan]
Daniel mematikan sambungan telpon nya, lalu Arya menghampiri daniel.
"Bagaimana?" tanya arya
"Rara ada di daerah XX dekat dengan danau " jawab daniel.
Arya , Daniel dan anak buah nya langsung berangkat ke daerah xx tenpa di sekap nya Rara.
Sekitar perjalanan dua jam rombongan Arya sampai di daerah xx, mereka semua langsung mengatur strategi.
"Bagaimana keadaan disana ? " tanya Arya kepada salah satu anak buah nya.
"Sepi dan tidak ada pergerajan tuan, sepertinya rumah itu tidak di jaga dengan ketat. Tadi saya hanya melihat seorang wanita setengah baya saja yang masuk kesana" Jawab anak buah Arya.
"Kita harus tetap hati hati, siapa tahu ini hanya siasat mereka untuk mengelabuhi kita" Ucap Arya tegas.
"Arya lihat itu, sepertinya ucapan mu barusan benar. Mereka sudah berada di tempat jaga nya masing masing" seru daniel sambil menunjuk ke arah rumah tempat rara di sekap.
"Aku tak bisa menunggu lama lagi , ayuk kita serang mereka. Aku takut Rara kenapa kenapa" ucap Arya.
Arya dan anak buah nya pun langsung maju mengepung rumah itu, para pengawal rumah pun terkejut dengan serangan yang tiba tiba.
Akhirnya para pengawal luar gerbang bisa di lumpuhkan, arya akhirnya masuk menerobos para pengawal yang sedang berkelahi dengan anak buah nya.
"Rara ... Rara..." Teriak Arya
Tanpa menghiraukan serangan dari beberapa pengawal, Arya terus mencari keberadaan Rara.
Brakkk
Arya mendobrak ruangan yang terkunci dari dalam, yang dia yakini itu tempat Rara di sekap.
"Kurangajar " Teriak Arya.
Bugh Bugh Bugh
__ADS_1
Arya menghajar musuh nya dengan tak ada ampun.
"Dasar bajingan apa yang kau lakukan kepada Istri ku" Teriak Arya dengan penuh amarah.
"Tanpa ku beritahu kamu sudah melihat nya" Ucap lelaki tersebut sambil tersenyum licik.
Bugh Bugh Bugh
Perkelahian pun tak bisa di hindari.
"Dasar tua bangka sialan, bajingan, mampus kau di tangan ku" Teriak Raka terus memukuli lelaki itu.
Lelaki itu adalah Johan, johan tadi bermaksud ingin melecehkan Rara. Beruntung Arya datang tepat waktu.
Saat ini Johan sudah terkulai lemas di lantai, darah mengalir di atas pelipis dan mulut nya. Wajah nya sudah babak belur akibat pukulan dari Arya. Arya akhirnya menghampiri Rara yang terikat di ranjang dan mulut nya di lakban.
"Sayang kau tidak apa apa, maaf kan aku sayang" Ucap arya sambil melepaskan ikatan tangan Rara dan lakban yang menempel di mulut nya.
"Mas aku takut, aku takut mereka menyakiti calon bayi ku." Ucap Rara sambil memeluk erat Arya.
"Sudah jangan takut, ada mas disini " seru Arya sambil memeluk Rara dengan erat.
"Sekarang kita pergi dari sini" Rara hanya mengangguk kan kepalanya.
Arya mengangkat tubuh Rara dalam gendongan nya dan pergi keluar dari kamar itu. Johan sudah di amankan oleh anak buah nya.
"Daniel, segera tinggalkan tempat ini dan kau urus mereka. Yang masih hidup bawa ke markas, dan yang sudah tak bernyawa kalian urus. Obati anak buah kita yang terluka" Seru Arya.
"Baik, semua akan beres kamu segera bawa Rara ke rumah sakit" Ucap Daniel.
" Aku tahu " Ucap Arya.
Dasar Arya dalam keadaan seperti ini masih saja diberlakukan sifat dingin nya.
Setelah kepergian Arya dan Rara, Daniel dan anak buah nya membereskan semua nya. Anak buah nya yang terluka mereka obati, dan para musuh yang masih hidup mereka bawa ke markas beserta Johan pun dibawa ke markas.
Beruntung anak buah Arya tidak ada yang terluka parah, hanya memar memar saja.
*****
Setelah menempuh perjalanan dua jam Arya sampai di salah satu rumah sakit besar. Arya langsung membawa Rara keruang pemeriksaan. Sebelum nya Arya sudah mengabari dokter nya terlebih dahulu.
"Apa ada yang parah dengan istri saya dok?" tanya Arya khawatir.
"Tidak ada yang perlu di takutkan Tuan, keadaan janin baik baik saja. Nona Rara sepertinya hanya syok dan kecapean saja. Lebih baik untuk malam ini biar Nona Rara beristirahat di sini dulu" Jelas sang dokter kepada Arya.
"Lakukan yang terbaik untuk Istri dan calon anak saya" Perintah Arya.
"Baik Tuan " jawab sang dokter dengan hormat.
Setelah melakukan pemeriksaan Rara di persilahkan untuk istirahat, saat ini Rara sedang tidur. Arya duduk di samping ranjang Rara dengan tangan mengusap perut Rara.
"Sayang maaf kan ayah, maaf karena ayah kamu tadi dalam bahaya. Kamu yang kuat ya di dalam sini" Ucap Arya masih terus mengusap perut Rara.
__ADS_1
" Istri ku, maaf kan aku " Ucap Arya sambil membelai pipi Rara.
Tok Tok Tok
Tiba tiba pintu kamar tempat rawar Rara ada yang mengetuk.
"Masuk" Seru Arya dari dalam.
Kleekkk
"Permisi Tuan, saya ingin mengecek keadaan Nona Rara" Ucap sang perawat.
"Hemmm.." Jawab Arya datar.
Perawat itu pun memeriksa keadaan Rara dan memeriksa selang infus Rara.
"Permisi Tuan," Perawat itu sudah selesai memeriksa Rara.
Arya hanya menganggukkan kepala nya saja.
Tak lama Daniel pun datang ke ruangan Rara bersama Ratih.
"Boss" Sapa Daniel mengagetkan Arya.
"Ketuk pintu dulu Dan" Ucap Arya
"Maaf, ada yang ingin aku bicarakan. Sebaiknya kita bicara di luar saja" Ajak daniel.
"Ratih, kamu jaga Rara disini kalau ada apa apa panggil kami di luar" Perintah Daniel.
"Baik Tuan" Jawab Ratih.
Arya dan Daniel pun keluar dari ruang rawat Rara. Mereka berbicara di luar ruang rawat.
"Arya, seperti nya Johan pun tidak bekerja sendiri. Ada seseorang yang membantu mereka" Ucap Daniel.
" Itu tugasmu untuk mencari tahu nya, aku lagi fokus untuk kesehatan Rara dan calon anak ku" Jawab Arya santai.
"Kamu harus cari keberadaan Firman Dan, aku yakin dia tahu sesuatu tentang Johan" Ucap Arya.
" Firman tidak ada kaitan nya dengan penculikan Rara, aku sudah menemui nya. " Ucap daniel.
"Ternyata Firman adalah adik angkat Johan, dan dia pun mencintai Luna" Ucap Daniel.
"Terus pantau Firman aku yakin ada sesuatu yang dia rahasiakan." Seru Arya.
"Baiklah, firman tetap dalam pantauan anak buah kita. Oh iya saya sudah meminta dua pengawal untuk menjaga kamar rawat Rara, sebentar lagi mereka datang" Ucap Daniel.
Arya hanya mengangguk kan kepala nya tanda menyetujui ucapan Daniel.
*****
Maaf baru bisa Up bab baru 🙏🙏🙏
__ADS_1