Pernikahan Ceo Muda

Pernikahan Ceo Muda
Calon kakak ipar


__ADS_3

Hari ini tepat satu bulan pernikahan Rara dan Arya. Rencana nya minggu depan setelah acara pertunangan sang kakak, Rara dan Arya akan pergi honymoon ke Paris.


Hari ini Rara dan Arya berada di rumah orang tua Rara, mereka sengaja mau menginap karena malam ini Hendra akan membawa calon istrinya untuk di kenalkan kepada keluarga besar nya.


"Kak cepetan jemput calon kakak ipar ku !! Rara sudah gak sabar mau tahu calon kakak ipar ?? " ucap rara dengan antusius.


"Sebentar lagi dek!! " jawab hendra singkat.


"Sejak kapan kakak kenal calon kakak ipar ?? " tanya rara selalu ingin tahu.


"Kepo !!" jawab sang kakak sambil mengacak rambut Rara.


"Ihhh kakak !!! Ma, lihat kakak selalu saja berantakin rambut Rara. " adu rara ke sang mama sambil pasang wajah cemberut.


"Ra !! Kamu gak malu bertingkah seperti itu ? ada suami kamu loh Ra!" Ucap sang Mama sambil melirik ke Arya.


Arya dari tadi hanya diam memperhatikan ke akraban Rara dan Hendra. Ternyata sang istri kalau dalam keluarga nya terlihat seperti anak manja, padahal aslinya Rara adalah anak yang mandiri.


" Oh iya Rara lupa kalau ada suami!! " ucap rara sambil tersenyum ke arah Arya.


"Wah wah wah ini istri yang tidak ada akhlak, masak suami sendiri di lupakan !!" Ucap hendra sambil menjitak kepala Rara.


"Kakak !!! " Rara berteriak.


"Nak Arya !! Ya beginilah Rara dan Hendra kalau bertemu selalu saja ribut, sudah seperti Tomm and Jerry !" ucap papa menjelaskan ke Arya.


"Iya pa. Ternyata dibalik sifat dingin nya Hendra dia bisa bercanda juga ya !" Ucap Arya sambil melirik ke hendra


"Ini lagi dasar ipar aneh !! Kamu sendiripun lebih dingin dariku, bahkan assistent mu sendiri menjuluki mu Benua antartika !" Ucap Hendra sambil tertawa.


"Siapa bilang, gue gak seperti itu ??" tanya arya membela diri.


"Kamu nya saja yang gak nyadar!" jawab Hendra lagi.


"Diam !! kalian berdua sama saja. Sama sama dingin sama sama datar !!" ucap Rara sambil bersedekap tangan.


Hahahahaaaaaa


Sang Mama dan Papa hanya bisa tertawa menyaksikan ulah mereka ber tiga.


*****


Malam hari pun tiba kini Hendra sedang menjemput sang kekasih. Rara dan Mama sibuk menyiapkan makan malam di bantu oleh pelayan.


Papa dan Arya lagi mengobrol di ruang keluarga, kalau pembisnis sudah bertemu pasti urusan pekerjaan yang di bahas.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit Hendra sampai di rumah siska. Rumah minimalis yang sangat sejuk dan di halaman tertata rapi bunga bunga yang indah.


Tok tok tok


"Assalamualaikum" ucap arya dari luar rumah.


"Waalaikumsalam " Jawab ibu siska dari dalam rumah sembari membuka kan pintu.


"Nak Hendra ! silahkan masuk , siska lagi siap siap" ucap ibu siska.


"Iya bu " jawab hendra lalu masuk dan duduk di sofa.


" Ibu ambilkan minum dulu ya nak?" ucap sang ibu.


"Tidak usah repot repot bu, sudah ibu duduk saja !" Hendra menolak dengan sopan.


"Ohh ya sudah!" ucap sang ibu lalu duduk


Tak menunggu lama siska pun sudah selesai dan dia keluar dari kamar nya.

__ADS_1


"Mas Hendra maaf ya menunggu lama !" siska merasa tidak enak.


" Tidak apa apa ! Apa kita bisa berangkat sekarang biar nanti pulang tidak kemalaman !" Ucap hendra sembari melihat jam di tangan nya.


"Iya mas aku sudah siap kok " jawab siska


"Ibu beneran tidak mau ikut bersama kami ?" tanya hendra merasa tidak enak meninggalkan ibu siska sendiri.


" Tidak usah, ibu di rumah saja !! Salam saja untuk orang tua nak hendra. " Tolak ibu siska dengan halus.


"Baiklah bu kalau begitu kami berangkat dulu " ucap Hendra dan siska lalu mencium tangan sang ibu.


Hendra dan siska pun memasuki mobil . Lalu Hendra melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Setelah empat puluh menit mobil hendra memasuki halaman rumah keluarga Wiryawan.


Siska merasa takut, jika orang tua hendra akan menolak hubungan mereka.


"Sayang ayuk masuk ! kenapa melamun ?" tanya hendra heran.


"Ahh iya mas , ayok ! " jawab siska ragu


Hendra dan Siska pun memasuki rumah dan langsung di sambut oleh pelayan rumah yang membuka kan pintu.


"Selamat malam Tuan dan Nona !! silahkan masuk semua menunggu di ruang keluarga !" ucap sang pelayan.


"Terimakasih bi " jawab hendra, siska hanya tersenyum canggung.


Merekapun menuju ke ruang keluarga dimana para keluarga sudah berkumpul.


"Assalamualaikum Ma Pa " Ucap Hendra sambil menggandeng tangan siska.


"Waalaikumsalam " jawab semua nya.


Rara terdiam dia kaget kenapa ada mbak siska!! Apa mbak siska mencari suami nya sampai harus datang kesini. Lalu tatapan mata Rara berpindah ke tangan sang kakak yang masih terus menggenggam tangan Siska.


Dan mereka semua pun kaget dengan pertanyaan Rara. Siska pun sudah menundukkan kepala nya karena malu.


"Iya Ra !! Siska adalah kekasih kakak sekaligus calon istri kakak !!" Jawab Hendra dengan serius.


"Kakak Jahaat !!" Teriak Rara


Membuat mereka semua bingung, apa Rara tidak menyukai siska. Apa alasan Rara tidak menyukai siska?


"Sayang !! Kamu tenang ya !" Arya menenangkan sang istri.


"Ra , tidak boleh begitu ! hargai kalau ada tamu" nasihat sang mama.


Rara masih terus berdiri di tempat nya, dia terus menatap sepasang kekasih itu dengan intens.


"Kak Kenapa si jahaat banget, Kenapa .... Kenapa gak bilang dari dulu kalau mbak siska calon kakak ipar ku!!" Ucap Rara sambil memeluk Siska dengan bahagia


Mereka semua yang berada di ruangan itu pun kaget dengan tingkah Rara. Berarti tadi mereka semua salah paham, mereka mengira Rara tidak menyukai Siska.


"Awas kau kak !! Saya akan bikin perhitungan sama kakak !!" Ucap Rara sambil mencubit perut sang kakak.


"Auuwwww sakit Ra !" ringis hendra sambil mrmegang perut ny.


" Sudah dong, malu dilihat nak siska. Nak siska silahkan duduk. Jangan heran sama tingkah mereka . " ucap sang mama merasa tidak enak.


Siska pun duduk di samping Hendra. Siska masih tampak malu dan ragu akan kehadiran nya disini.


"Mbak siska ! Ternyata benarkan kalau mbak akan jadi kakak ipar ku? Masih ingatkan ucapan ku beberapa minggu yang lalu? "Tanya Rara .


Siska hanya tersenyum menanggapi ucapan Rara.


"Kamu kenal dengan Nak Siska dimana Ra, sepertinya sudah akrab sekali?" tanya sang papa.

__ADS_1


"Mbak siska itu srkretaris nya Mas Arya, Pa ! Jadi sudah pasti Rara kenal. Mbak siska ini orang nya baik banget !" Rara menjelaskan dengan serius .


"Ohh... Iya papa kok baru ingat ya ! " ucap sang papa.


"Nak Siska bagaimana kabar ibu mu ?" tanya mama


"Kabar ibu baik, Nyonya ?" Jawab Siska


"Kenapa panggil Nyonya, Mulai sekarang panggil kami Mama dan Papa !" perintah sang mama.


"Iya Ma !" siska


"Ayuk kita makan malam dulu, nanti kita sambung lagi ngobrolnya " ajak sang mama


Mereka pun beranjak ke ruang makan untuk makan malam.


Dimeja makan sudah tertara rapi macam macam makanan. Semua itu hasil masakan sang mama dan Rara.


*****


Setelah acara makan malam selesai, mereka mengobrol kembali di ruang keluarga. Obrolan mereka tampak santai dan penuh canda tawa. Siska merasa bahagia berada di tengah tengah keluarga ini. Ternyata apa yang dibicarakan orang benar kalau keluarga wiryawan adalah keluarga yang baik dan tidak membeda bedakan orang.


Waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam. Siska berpamitan untuk pulang, sebelum pulang tidak lupa Siska mengucapkan terimakasih atas jamuan makan siang nya.


Kini Siska dan Hendra sudah berada di perjalanan pulang .


"Sayang " panggil hendra.


"Iya mas " Jawab siska


"Besok lusa aku dan orang tua ku akan datang kerumah untuk melamar mu" Ucap Hendra sambil mengendarai mobilnya.


"Apa mas benar benar sudah mantap dengan pilihan mas, mas tahu kan gimana keadaan ku " jawab siska mencoba menjelaskan kembali.


"Aku serius lebih dari serius !!" Jawab Hendra yakin.


"Baiklah !! Datanglah , aku akan menunggu kedatangan mas dan orang tua mas " jawab siska dengan tersenyum.


"Terimakasih sayang " ucap hendra bahagia.


Kini mereka sudah sampai di halaman rumah siska. Hendra turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk siska. Setelah berpamitan hendra pun pulang dan melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah siska.


Di tempat lain


Amanda, Mona dan Siska lagi bersenang senang di club malam. Mereka menikmati malam minggu nya dengan clabing di club. Memang sudah menjadi kebiasaan mereka sejak masih SMA tiap malam selalu pergi ke Club mencari kesenangan.


"Mon !! Kapan kita kasih Rara pelajaran lagi ?" Tanya Amanda sambil meminum Alkohol ny.


"Kita tunggu waktu yang tepat, kita harus bikin dia malu di depan karyawan seisi kantor. Dengan begitu dia sendiri yang akan mengundurkan diri dari kantor" jawab mona sambil menuangkan alkohol di gelasnya


"Bagus, gue juga sudah males liat dia di kantor!" ucap Sinta sambil terus meminum alkohol nya.


Kebiasaan mereka jika ke club malam selalu mabuk mabukan dan bermalam dengan para pria yang sengaja mereka bayar. Bahkan terkadang dengan pria yang baru mereka kenal di club malam. Bagi mereka itu adalah kebahagian tersendiri buat mereka, selagi para pria melakukan nya dengan pengaman bahkan tak jarang mereka sendiri yang mengkonsumsi pil pengaman.


*****


Hai kak bagaimana kabar hari ini ?? Hari ini aku usahakan Up lagi ya.


Jangan Lupa LIKE KOMEN VOTE DAN GIFT nya. Supaya Author rajin dan semangat Up nya.


Selamat membaca.


Terimakasih.


AUTHOR : DHEWY R

__ADS_1


__ADS_2