
⚘⚘⚘⚘ HAPPY READING ⚘⚘⚘⚘
Firman dan Luna kini sudah berada di apartemen milik firman. Saat ini luna tidak punya mobil dan apartemen lagi karena sudah di tarik oleh Rama. Hanya sedikit uang dalam ATM nya saja yang tersisa.
Sedangkan firman sangat kebingungan harus mencari kemana uang sebanyak 2 milyar untuk mengganti uang perusahaan Arya. Tidak ada pilihan lain, selain menjual apartemen.
" Kita mau tinggal dimana kalau apartemen ini harus kamu jual?" Tanya luna saat firman menyampaikan akan menjual apartemen nya.
" Yang penting kita jual dulu, apartemen ini pun masih kurang untuk aku bayar uang perusahaan. Apartemen ini hanya lake sekitar 1,4 milyar saya sisa nya aku mau cari kemana? Sedangkan tabungan ku pun tidak banyak lagi. Semua ini gara-gara kak Johan coba dari awal aku tidak mengikuti kemauan nya semua ini tidak akan terjadi, sekarang di saat butuh seperti ini keberadaan nya tidak di ketahui" Gerutu firman menyesal.
" Jangan cuma menyalahkan ayah ku, kamu disini juga salah. Kalian sama-sama serakah nya " Secara tidak langsung Luna membela sang ayah.
" Sekarang kita harus mencari keberadaan ayah mu, kita minta tolong dia. Aku yakin ayah mu itu banyak uang " Seru firman.
" Mau cari kemana kamu? Kamu yakin ayah ku masih banyak uang? Asal kamu tahu rumah dan perusahaan saat ini sudah jadi milik orang lain dan ayah ku entah kemana " Ucap luna.
Firman baru tahu jika rumah dan perusahaan sudah menjadi milik orang lain. Firman beranggapan jika johan sengaja menjual saham perusahaan dan dia pergi keluar negeri.
" Sialan !!! Kak johan benar-benar licik, dia pasti sudah tahu jika akan begini makanya dia melarikan diri " Seru fiman marah.
Luna meninggalkan firman yang masih marah dan mengomel tidak jelas. Luna lebih memilih menyegarkan tubuh nya dengan berendam di kamar mandi.
Cukup lama luna berendam untuk menghilangkan kepenatan dalam dirinya. Dia sangat pusing menghadapi masalah-masalah nya, dia juga belum siap jika harus hidup miskin.
Namun tiba-tiba firman masuk ke dalam kamar mandi dan ikut masuk kedalam bathup.
" Aku lagi tidak ingin bercinta, kepala sedang pusing mencari solusi agar kita tidak hidup miskin. " Seru luna yang tetap dalam posisi berendam.
Firman tidak menghiraukan ucapan Luna, dia tetap masuk ke bathup dan mulai menggerayangi tubuh Luna. Luna mengigit bibir bawah nya agar tidak mengeluarkan suara rintihan nya.
Namun usaha nya pun sia-sia, suara keramat nya lolos juga dari bibir mungil nya. Luna paling tidak bisa menahan sentuhan dari Firman.
Firman pun mulai bermain-main dengan jari nya di area sensitif Luna.
Luna benar-benar bagaikan di sengat setrum badan nya meliuk-liuk tidak jelas dengan mulut nya meracau kalimat-kalimat penuh nikmat.
__ADS_1
" Sa... sayang kamu memang paling bisa membuat ku melayang" Suara luna terdengar serak.
" Hanya dengan seperti ini yang bisa membuat pikiran kita tenang. Ini memang obat yang sangat mujarab , kita nikmati saja dulu permainan ini. Masalah jangan kita fikirkan dulu, cari kepuasan buat tubuh kita dulu" Ucap firman.
Firman terus memainkan jari nya, mulut firman pun tak tinggal diam. Dia melahap dua gundukan dengan sangat buas nya membuat luna semakin meracau.
" Emhh... Ahhh, aku tidak tahan lagi sayang" Seru luna berbarengan dengan memuntahkan lahar panas nya, mereka tetap berada di dalam air tidak merasakan dingin sama sekali.
Tanpa persetujuan Luna, Firman pun langsung bangkit dari duduk nya dan berdiri tepat di wajah luna. Firman langsung memasukkan batang nya kedalam mulut luna. Luna pun menyambut nya dengan senang, karena memang hal seperti ini sudah biasa.
Luna terus menyesap batang Firman dengan lahap nya, seperti malan lolipop yang tak pernah habis.
" Teruskan sayang, jangan berhenti sebelum aku puas " Seru firman dengan suara serak nya.
Tanpa firman suruh pun luna tetap meneruskan kegiatan nya. Firman merasakan sensasi yang luar biasa saat Luna menyesap batang nya.
" Ahhh..... " Firman semakin menekan batang nya lebih dalam kedalam mulut luna. Sampai luna susah untuk bernafas.
Luna pun membersihkan sisa-sisa lahar dengan lidah nya. Kini posisi sudah berubah, Luna ada di atas tubuh Firman. Luna mengambil kendali , seperti biasa firman benar-benar sangat menikmati dan puas dengan permainan Luna.
*********
" Mas, apa benar tadi Luna datang ke kantor?" Tanya Rara saat Arya sudah selesai mandi.
" Iya, sebenarnya aku sudah malas bertemu dengan wanita itu. Tapi karena Rama memutuhkan bantuan ku jadi terpaksa aku meminta wanita itu untuk datang ke kantor" Jawab Arya.
" Maksud nya bagaimana aku tidak paham?" Ucap Rara dengan cemberut.
Akhirnya Arya pun menceritakan semua kejadian di perusahaan siang tadi tanpa ada yang di tutupi nya.
" Itu semua ide nya Rama" ucap Arya.
Rara tersenyum mendengar penjelasan dari sang suami, setidak nya luna saat ini sudah kena batu nya juga. Pasti dia tidak berani untuk datang ke kantor lagi menemui Arya.
" Bagus dech, jadi wanita itu tidak akan menganggu mu lagi mas. Aku benar-benar kesal jika wanita itu masih terus menemui mu di kantor" Ucap Rara kesal.
__ADS_1
" Ohh jadi istri cantik ku ini cemburu" Arya malah menggoda Rara.
" Jangan menggoda ku, bisa-bisa kamu tidur di kamar lain" Ancam Rara.
Arya pun bengong dengan ancaman Rara, selalu saja mengancam tidur di luar.
" Gak kok sayang. Ya sudah kita makan malam yuk, mas sudah lapar sekali. " Ajak arya lalu merangkul pinggang Rara dan membawa Rara keluar dari kamar.
Sementara itu daniel sedang berada di apartemen Luna tepat nya apartemen Rama yang di belikan untuk Luna.
Rama memberikan apartemen Luna kepada daniel sebagai ucapan tetimakasih nya karena sudah membantu Rama. Dengan senang hati Daniel menerima nya.
Tapi daniel bingung karena barang-barang luna masih ada di apartement, dia tidak mau membereskan barang-barang luna apalagi pakaian Luna.
" Masak aku harus membereskan pakaian dalam wanita itu juga, bisa-bisa hancur reputasi ku" Ucap daniel saat membuka lemari pakaian Luna.
" Sepertinya aku harus meminta tolong seorang wanita untuk membereskan semua ini. Ratih, iya ratih dia harus mau karena apartement ini juga nanti nya jadi tempat tinggal nya saat sudah menikah dengan ku" Seru daniel laly menutup lemari pakaian Luna.
Daniel pun memilih keluar dari kamar dan duduk di sofa ruang Tv sambil menonton Tv.
" Ternyata enak juga ya tinggal di apartement mewah ini, luna dasar bodoh sudah hidup enak masih saja betkhianat. Sekarang rasakan nasib malang mu" Daniel tetap bicara sendiri seperti orang gila
Jika ada orang yang melihat nya sudah pasti orang mengira daniel adalah orang gila.
*********
⚘⚘⚘⚘ SELAMAT MEMBACA ⚘⚘⚘⚘
AKHIRNYA NOVEL INI AUTHOR BISA UP BAB BARU JUGA ❤❤❤
MAAF YA KAK , KALAU NOVEL INI TIDAK TIAP HARI UP NYA ❤❤
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE, RATE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1