Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Bukan hal penting.


__ADS_3

Senyum mu adalah luka bagiku. Dan tawamu adalah cambuk untuk ku.


Salju adalah hal yang paling aku suka setelah hujan. Dan salju selalu memberiku warna di setiap rasa sepi yang aku rasakan.


Jika hujan bisa membuat aku betah berlama-lama memandangnya, berbeda dengan salju yang selalu membuat aku merasa bahagia luar biasa.


Karna salju, membuat aku bisa merasakan dinginnya dunia tanpa ada celah.


Karna salju, membuat aku tersadar jika dunia tidak selamanya ada mentari di pagi hari selain malam.


Karna salju juga, aku merasa ditinggalkan. Tapi tak membuat ku merasakan kehilangan.


Karna dinginnya salju, tak akan bisa membandingi dinginnya hati ku.

__ADS_1


...****************...


Di pagi hari yang dingin ini, Kanaya terus mengayuh sepedanya tidak peduli dinginnya salju yang terus menusuk kulit Kanaya hingga sampai ke tulang. Masih pukul enam pagi bahkan di cuaca dingin seperti ini hanya beberapa orang yang mau keluar rumah karna sebentar lagi akan ada badai salju.


Hanya orang- orang kurang waras yang mau keluar sedangkan seluruh siaran radio, atau Chanel tv yang mengabarkan larangan keluar rumah karna cuaca hari ini sedang tidak bagus. Dan diharapkan seluruh warga wajib berdiam diri didalam rumah untuk beberapa hari.


Tidak sempat untuk mengeluh atau bahkan meratapi nasib, jika hanya akan membuat Kanaya tampak semakin menyedihkan. Karna Kanaya bukan tinggal seorang diri disini. Masih ada adiknya yang masih kecil dan membutuh kan kerja keras Kanaya. Karna itu, Kanaya harus bisa terus bekerja keras, demi adik dan juga hidupnya.


Di kota besar ini Kanaya hanya tinggal berdua dengan adiknya. Kedua orang tua Kanaya pergi meninggalkan Kanaya dengan adiknya.


Dengan tega, ayahnya meninggalkan Kanaya dengan adiknya dikota yang kejam ini. Tidak ada saudara, teman atau keluarga yang bisa diajak Kanaya berbagi cerita dan berkeluh kesah. Karna dulu ayahnya membangun usaha dikota ini seorang diri. Begitupun ibunya yang hidup sebatang kara. Alhasil, Kanaya tidak pernah tau jika ayah atau ibunya memiliki keluarga.


Walau Kanaya menangis dan mengemis pada ayahnya, untuk membawa ikut serta Kanaya dan adiknya. Tapi ayah Kanaya menolak dengan tegas. Ayahnya bilang jika wajah Kanaya mengingatkannya pada istrinya yang pergi meninggalkannya dengan pria lain. Bukan kah itu hanya alasan yang klise.

__ADS_1


Bagaimana mungkin ayah dan ibunya membuang anak kandungnya sendiri.


Dari situ Kanaya berjanji akan menganggap kedua orang tuanya sudah mati.


Tapi Kanaya tidak marah pada tuhan. Dia malah bersyukur karna tuhan masih mengijinkan Kanaya memiliki adiknya. Yang lucu dan menggemaskan. Kellvin Alzio itu lah nama adiknya, dan yang lebih sering disapa El.


Walau adiknya masih berumur 4 tahun, tapi dia sudah pintar dan mandiri. Walau masih bersekolah play grup, tidak membuat El manja dan nakal. Malah El selalu membuat semua menjadi mudah, karna El tidak pernah mengeluh atau bertanya kenapa dia selalu di tinggal sendiri dirumah salah satu tetangga Kanaya, jika Kanaya masih bekerja.


Setiap Kenaya bekerja, Kanaya menitipkan El ke pada tetangganya. Mereka keluarga yang baik dan ramah, tidak pernah keberatan jika El tinggal dirumah mereka untuk beberapa waktu. Selama Kanaya bekerja,


Disitu Kanaya sadar jika masih banyak yang harus Kanaya syukuri. Karna tuhan tau apa yang terbaik untuk setiap umatnya.


Karna tuhan tidak mungkin memberikan cobaan, melebihi batas kesabaran umatnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2