Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Dia yang berbeda.


__ADS_3

Setelah keluar dari pintu mobil, Rafael melangkah masuk ke restoran dimana tempat ibunya menunggu.


Dengan sebelah tangan dimasukan kedalam saku celana, Rafael mengedarkan pandanganya kepenjuru arah. Mencari dimana tempat duduk mamanya. Hingga pandanganya jatuh pada sosok wanita paruh baya yang sedang menyuapi bocah kecil.


Dengan langkah lebar, Rafael pun berjalan kearah mamanya dengan bocah kecil yang duduk disamping mamanya.


"Ma." Panggil Rafael hingga menghentikan kegiatan Rahayu yang sedang menyuapi El.


"Kamu udah datang?"


"Ckkkkkk, siapa tadi yang nelpon tidak sabaran minta dijemput... Sampai ngancam Rafa dengan hal-hal yang tidak penting." Sindir Rafael berkacak pinggang didepan mamanya. Menatap kesal mamanya yang sama sekali tidak merasa bersalah karna telah membohonginya.


Dan dengan santainya, Rahayu kembali melanjutkan kegiatan menyuapi El yang sempat tertunda.


"Ayo buruan, Rafa ada meeting ini ma." Rahayu mendengus mendengar ucapan ketus anaknya.


"Sebentar Kanaya lagi ketoilet..." Jawab Rahayu menoleh kesal pada Rafael dan kembali melanjutkan kegiatannya, menyuapi El dengan cake coklat didepannya.


Dengan sedikit tidak ikhlas, Rafael duduk dikursi samping mamanya. Dengan sebelah tangan meraih ponsel disaku celananya.


Hingga beberapa menit Rafael hanyut dengan kegiatannya, mengecek apa pun lewat ponsel pintar miliknya. Membaca beberapa email yang dikirim Steve padanya.

__ADS_1


"Maaf ya ma, Kanaya lama." Ucapan bernada tak enak didepannya dibarengi dengan suara kursi yang ditarik membuat perhatian Rafael teralihkan.


Sedikit mendongak, mata Rafael sedikit membola melihat sosok wanita yang duduk tepat didepannya. Bahkan Rafael hampir menjatuhkan ponsel di tanganya kalau saja mamanya tidak menyikut perutnya.


"Gak papa sayang, Rafa juga baru datang..." Ucap Rahayu geli saat melihat putra semata wayangnya hanya bengong melihat menantunya yang nampak berbeda hari ini. Semua itu karna Rahayu yang mendandani Kanaya menjadi seperti sekarang ini.


Berharap jika Kanaya bisa menarik perhatian putranya agar berubah lebih baik. Nyatanya rencananya berjalan lancar, sesuai dengan keinginan Rahayu.


Kanaya menggunakan dress satin berwarna Salem dengan aksen renda sebatas dada. Begitu pas melekat ditubuhnya. Dress dibawah lutut itu semakin membuat Kanaya nampak begitu manis dan juga cantik.


Tidak lupa sepatu hak yang menghiasi kaki jenjangnya. Rambutnya pun yang biasanya berwarna hitam pekat kini telah berubah berwarna sedikit kecoklatan dibiarkan terurai dengan sisi kiri-kananya sedikit bergelombang, begitu kontraks dengan kulit putih mulusnya.


Kanaya yang biasanya memakai pakaian sederhana kini telah berubah seratus delapan puluh derajat. Bak seorang putri. Hingga membuat Rafael sama sekali tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari istri barunya.


"EHMMMMM." Deheman kuat Rahayu membuat Rafael menoleh pada mamanya. Dengan wajah cengo, antara kaget, bingung dan juga heran Rafael menatap penuh tanya pada mamanya.


"Kenapa? Mantu mama cantik kan?" Goda Rahayu mengerling jail yang membuat Rafael tersadar hingga telinganya memerah karna malu. Ia lupa jika ada mamanya disini, semua ini pasti ulah mamanya. Hingga membuat Rafael mendengus kuat.


Menghilangkan kegugupannya, Rafael langsung berdiri dari duduknya hingga menimbulkan bunyi decitan kursi. Dam membuat beberapa pengunjung yang menoleh padanya, menatap penuh penasaran dengan kehebohan yang diciptakan oleh Rafael.


Semua itu tidak luput dari perhatian Rahayu, hingga semakin membuat Rahayu terkikik geli karna merasa puas telah mengerjai putranya.

__ADS_1


"Rafa tunggu di mobil." Ucap Rafael sambil melangkah menjauh, sebelum itu Rafael sempat melirik Kanaya yang sama sekali tidak terganggu dengan kehebohan yang ia ciptakan. Lalu kenapa jadi Rafael yang salah tingkah sendiri.


"Ayo Kanaya kamu susul Rafael dulu. Mama mau bawa El ke kamar mandi, sama mau bayar ke kasir dulu." Suruh Rahayu menurunkan El dari kursinya dan menuntun sebelah tangan El. Untuk berdiri di samping nya.


"Biar Kanaya aja ma, yang antar El ke kamar mandi!!" Ucap Kanaya melangkah maju, meraih tangan El yang lain.


"Gak usah, mama juga mau sekalian kekamar mandi... Beresin make up mama.... Mending kamu samperin Rafa, dia bisa ngomel kalau ditinggal sendiri di mobil..." Tolak Rahayu sedikit memaksa. Dengan sedikit ragu, Kanaya pun mengangguk setuju. Dan melangkah menjauh, menyusul Rafael yang lebih dulu melangkah meninggalkan mereka.


"Ayo El." Ajak Rahayu menuntun El melangkah berlawanan arah dengan Kanaya masih dengan senyum di bibirnya.


"Mana ma?" Tanya El mendongak, menatap penuh tanya pada Rahayu.


"Jalan-jalan... El mau main perosotan-perosotan kayak tadi gak?" Tawar Rahayu.


"Mau." Jawab El penuh semangat hingga membuat Rahayu tertawa.


"Ok, kita main perosotan-perosotan sampe puas ya?"


"Tapi kakak Naya, mana? Gak ikut?" El mentap sekeliling, mencari keberadaan kakaknya.


"Gak, kakak Naya mau kerja dulu... Sekarang El sama mama dulu, nanti kalau kak Naya udah pulang kerja.. El mama antar pulang... Ok?" Mendengar ucapan Rahayu disampingnya, El hanya mengangguk percaya hingga membuat Rahayu semakin tersenyum puas karna berhasil melakukan rencana awalnya.

__ADS_1


Ternyata sangat mudah untuk menjebak putra dan menantunya agar mengikuti semua rencananya. Dengan begini Rahayu yakin jika tidak lama lagi dia akan menimang cucu, sesuai keinginannya selama ini.


Dan juga membuat putranya sadar dan mulai menerima pernikahannya.


__ADS_2