Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Rencana.


__ADS_3

Rafael mondar-mandir di ruang tengah dengan perasaan kesal. Setelah mama dan papanya pulang. Rafael tidak bisa diam karna merasa kesal setengah mati dengan perintah mutlak mamanya. Bahkan papanya juga tidak bisa membantunya kali ini membuat dia merasa semakin frustasi.


Bagaimana mungkin mamanya akan menjodohkannya. Oh tuhan. Bukan kah ini sudah masuk dunia modern, bukan lagi kisah picisan yang mengharuskan orang tua turun tangan langsung memilihkan jodoh untuk anaknya. Bagaimana mungkin mamanya tidak tau tentang semua itu.


Apa lagi mengingat bagaimana tipe wanita yang akan dipilihkan mamanya untuk menjadi calon istri Rafael. Membuat kepala Rafael berdenyut nyeri saat ini.


Tipe wanita manja, mata duitan dan cerewet seperti putri pak Broto. Benar-benar bukan tipe calon istri idaman Rafael. Apalagi mengingat bagaimana sikap menyebalkan dan seenaknya Mariska, membuat darah Rafael semakin mendidih karna kesal.


Apa tidak ada wanita lain selain putri pak Broto yang mamanya kenal. Kenapa harus wanita model-model seperti parasit yang harus masuk dalam kategori pilihan mamanya. Bahkan Rafael yakin jika mamanya mengenal banyak wanita cantik, tapi kenapa malah pilihannya jatuh pada wanita gila seperti itu.


"ARRRRRGGGHHHHHHHH...." Teriak Rafael frustasi sambil menjambak rambutnya.


Otaknya buntu seketika memikirkan masalahnya. Rafael belum siap kehilangan kebebasannya. Apalagi harus menikah. Oh bahkan Rafael tidak siap jika harus dipusingkan dengan semua aturan-aturan konyol istrinya kelak. Semua itu pasti memusingkannya, membuatnya bisa semakin gila.


Belum lagi pasti banyaknya kemauan konyol dan sikap menyebalkan istrinya kelak, membuat Rafael harus berfikir dua kali untuk melepas masa lajangnya. Ayo lah, siapa yang mau hidup penuh tekanan dan juga aturan sedang saat ini kita bisa menikmati surga dunia tanpa halangan. Teriak setan dalam diri Rafael.


Bisa saja Rafael mencari istri bayaran saat ini juga, tapi mengingat semua gadis-gadis disekitarnya yang begitu tergila-gila padanya. Membuat Rafael berfikir dua kali untuk melakukan ide gilanya itu.


Bagaimana jika nanti istrinya malah menyulitkan Rafael dengan semua sikapnya. Ditambah lagi dengan masalah keturunan, akan semakin membuat masalahnya bertambah rumit. Atau lebih parahnya ia mengatakan pada kedua orang tuanya itu akan semakin membuat Rafael bertambah gila.

__ADS_1


Beruntung jika Rafael bisa mendapatkan istri yang penurut, tidak akan ikut campur dalam masalahnya. Tidak masalah jika Rafael harus menikah. Tapi masalahnya, bagaimana jika istrinya kebalikan dari semua sikap yang Rafael harapkan. Bukan awet muda yang ada Rafael semakin bertambah tua.


"Steve." Panggil Rafael pada sekretarisnya yang setia berdiri tidak jauh darinya.


"Ya tuan?"


"Kamu punya ide untuk permintaan mama?" Tanya Rafael berkacak pinggang dengan sebelah tanganya, dan yang sebelah tanganya lagi memegang keningnya yang mendadak terasa menjadi pusing.


"Bagaimana jika kita mencari istri bayaran tuan!!" Usul Steve sama dengan apa yang ada dipikiran Rafael.


"Tidak, itu bisa membuat ku bertambah pusing dengan masalah yang akan dia timbulkan."


"Tapi tuan, hanya itu jalan satu-satunya kita, agar anda masih bisa tetap menikmati seluruh kebebasan anda." Rafael mengangguk dua kali mendengar semua ucapan Steve.


"Sejauh ini, saya hanya punya satu kandidat yang sesuai tuan." Jawab Steve mantap.


"Siapa?" Tanya Rafael penasaran.


"Putri dari mr. Anton."

__ADS_1


"Anton si tua bangka yang membawa kabur uang perusahaan. Di cabang Korea?" Tanya Rafael yang dibalas anggukan kepala setuju oleh Steve.


"Kenapa kamu menawarkan putri tua Bangka itu? Apa menariknya dia di mata mu Steve?" Tanya Rafael berjalan mendekat.


"Mr. Anton selalu menceritakan kecantikan putrinya di setiap meeting bersama koleganya, tuan. Setelah saya selidiki, ternyata putri mr. Anton sangat jauh dari pikiran saya. Mengingat bagaimana mr. Anton yang sangat tergila-gila oleh uang, saya kira putrinya tidak jauh berbeda dengan nya. Tapi ternyata, saya salah. Putrinya benar-benar kebalikan dari sifat mr. Anton. Sederhana dan misterius." Jelas Steve panjang lebar.


"Misterius?" Tanya Rafael yang belum paham.


"Dia tidak banyak bicara dan terlihat dingin tak tersentuh tuan. Bahkan dia memiliki masalah dalam hal bersosialisasi. Seperti hidupnya begitu kaku dan tak memiliki warna."


"Menarik. Kirimkan semua data yang kamu miliki tentang putri Anton pada saya, sekarang Steve. Saya ingin melihat langsung tentang data dirinya." Perintah Rafael.


"Baik tuan."


"Tapi tunggu. Bukankah Anton sekarang ada di indonesia? Apa dia membawa ikut serta putrinya?" Tanya Rafael penasaran.


"Menurut penyelidikan saya. Mr. Anton meninggalkan kedua anaknya di korea tuan. Sepertinya dia sengaja meninggalkan kedua anaknya itu tuan. Bisa jadi, itu semua jebakan dari dia, agar menjadi santapan buas para kolega bisnisnya yang berhasil dia tipu. Dengan begitu dia bisa melarikan diri dengan leluasa dan merasa bebas."


Rafael mengangguk mengerti. "Baiklah. Kalau begitu saya akan menunggu email dari kamu Steve. Dan saya rasa, kamu cukup tau jika saya tidak suka menunggu sesuatu terlalu lama."

__ADS_1


"Baik tuan. Kalau begitu saya undur diri." Pamit Steve sopan.


Rafael hanya mengangguk saja, dan pergi menaiki anak tangga meninggalkan Steve yang juga melangkah menjauh kearah pintu keluar pentpousenya. Berharap setalah ia bangun lagi besok semua masalahnya akan selesai sesuai keinginannya.


__ADS_2