Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Perjanjian.


__ADS_3

Rafael melepaskan pangutannya dengan Kanaya. Nafasnya masih jelas memburu, menandakan bahwa gejolak dalam dirinya terus berkobar minta dilampiaskan saat ini juga. Dengan mata tajamnya, Rafael menatap bibir menggoda wanita didepannya. Begitu manis, dan terasa lembut. Bahkan ini kali pertama Rafael kehilangan kontrol. Apa karna akhir-akhir ini Rafael tidak menyalurkan hasratnya, mangkanya dia menjadi aneh dan tak terkendali.


Dengan terpaksa, Rafael menjauhkan tubuhnya dari tubuh Kanaya. Seumur hidup, Rafael bahkan tidak pernah menginginkan wanita sampai segila ini.


Kenapa Rafael begitu menginginkan gadis didepannya untuk menghangatkan ranjangnya. Seakan gadis didepannya memiliki daya tarik yang begitu kuat, hingga membuatnya kalang kabut karna terlalu menginginkannya. Seakan penasaran dengan rasa tubuh gadis itu.


"Kita harus menyelesaikan ini saat ini juga. Jika tidak ingin, saya berubah pikiran." Ucap Rafael menahan gejolak dalam dirinya sekuat mungkin.


Kanaya hanya diam dengan pandangan dingin dan datarnya. Membuat Rafael bertanya-tanya, apa dia juga menginginkan lebih setelah ciuman panas mereka tadi.


"Steve." Panggil Rafael berteriak.


Steve langsung masuk begitu mendengar panggilan dari bosnya.


"Iya tuan?."


"Siapkan semua perjanjian pernikahan." Ucap Rafael tegas.


"Perjanjian pernikahan?" Tanya Kanaya heran.


"Ah... Apa saya belum mengatakannya, kita hanya menikah kontrak disini!!" Ucap Rafael santai.


"Pernikahan kontrak!!" Ulang Kanaya terdengar tak percaya.


"Ya. Kenapa? Kamu keberatan!!"


"Apa, saya masih bisa keberatan dengan itu!!" Ucap Kanaya datar.


Mengangkat bahu cuek. "Dan sayangnya, kamu tidak bisa mundur untuk itu." Ucap Rafael santai lengkap dengan senyum mengejeknya.


Hidupnya benar-benar hancur sekarang. Kanaya sudah tidak punya harapan apapun lagi mulai saat ini. Yang ada, saat ini hanya tinggal menunggu keputusan hidupnya. Akan diapakan dia sekarang, Kanaya hanya bisa pasrah dan menurut. Semua itu demi adik kecilnya yang malang, yang dia anggap sebagai dunianya.

__ADS_1


Rafael dengan santai melenggang pergi kearah sofa. Membiarkan Kanaya yang menatapnya penuh dengan rasa dendam dan kebencian.


Jika boleh memilih, Kanaya lebih memilih untuk tidak dilahirkan saat ini juga. Melihat begitu banyak masalah yang bertubi-tubi menghantam hidupnya, seakan tuhan sedang mengujinya tiada henti.


"Silahkan duduk nyonya." Ucap Steve sopan, sambil menunjuk sofa singel didepannya.


Steve mengeluarkan beberapa berkas dari tasnya. Meletakkannya diatas meja, lalu menyodorkannya kearah Kanaya.


Kanaya menatap berkas didepannya dengan enggan dan datar.


"Kamu bisa memeriksa isi berkas itu. Jika ada yang membuatmu keberatan, kita bisa mendiskusikannya saat ini."


"Apa jika ada yang membuat saya keberatan, anda bersedia menggantinya?" Tanya Kanaya dingin.


"Tergantung!!" Jawab Rafael santai sambil bersandar dan melipat kedua tanganya didepan dada.


Kanaya memandang Rafael datar, menunggu pria didepannya itu menyelesaikan jawabannya.


"Kalau begitu, tidak ada artinya saya keberatan atau tidak...... Jika pada akhirnya...... Saya pun harus setuju." Ucap Kanaya dengan nada penuh geram.


Rafael tertawa penuh kemenangan melihat wanita didepannya dengan mudah dia permainkan. Sepertinya, menikah dengan wanita dingin seperti wanita didepannya ini, cukup menguntungkan untuknya. Selain mudah diatur, dia juga tidak akan menyulitkan hidupnya. Begitu baik tuhan memudahkan jalannya. Hidup Rafael benar-benar terasa sempurna saat ini.


"Yah.... Untuk berjaga-jaga, jika kamu belum tau apa saja yang harus kamu lakukan saat menjadi istri. Lebih baik, kamu periksa semua berkas itu." Ucap Rafael enteng.


Perjanjian kontrak.


1.Pihak pertama.


Rafael Alexander Aditama.


2.Pihak kedua.

__ADS_1


Kanaya.


Isi Perjanjian.


1. Pihak pertama berhak mengganti semua isi perjanjian, jika menurutnya merugikan pihak pertama.


2.Pihak pertama bebas melakukan apapun kepada pihak kedua, selama pihak kedua masih dalam ikatan kontrak.


3.Pihak kedua tidak boleh ikut campur dalam segala hal urusan pihak pertama.


4.Pihak pertama dan pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan masing-masing sebelah pihak. Baik urusan pribadi, atau diluar urusan pribadi.


5.Pihak kedua harus mengikuti semua kemauan pihak pertama.


6.Tidak boleh ada yang menggunakan perasaan dalam pernikahan kontrak ini. Jika sampai semua itu terjadi, pihak yang memiliki perasaan akan menanggung semua itu sendiri dan berhak membayar denda sesuai kemauan pihak yang merasa dirugikan.


7.Pihak kedua wajib memberikan keturunan bagi pihak kedua.


8.Pihak kedua tidak boleh menuntut hak asuh keturunan.


Begitulah isi surat perjanjian itu, dan masih banyak lagi. Semua isi perjanjian lebih banyak tentang keuntungan Rafael. Seakan surga dunia terus berputar dipihak Rafael.


Kanaya yang membaca isi surat perjanjian itu berulang kali memejamkan mata erat. Menahan emosi yang kembali menggerogoti dirinya. Sebisa mungkin Kanaya menahan luapan emosi yang terus naik direlung hatinya. Hatinya terasa terbakar saat ini. Tapi, ia hanya bisa diam sambil terus meramalkan kata-kata penenang didalam hatinya. Bahwa semua akan baik-baik saja.


Karna Kanaya tidak ingin karna emosi itu, sampai membuat adik kecilnya dan dirinya celaka.


"Jika ada yang ingin kamu tambahkan, kamu bisa mengatakannya saat ini." Suara Rafael kembali masuk kedalam indra pendengaran Kanaya.


"Apa saya bisa memikirkannya dulu!!" Tanya Kanaya pelan. Berusaha meredam nada bergetar dari suaranya. Karna emosi dalam dirinya.


"Tidak masalah, asal semua itu tidak merugikan untuk ku. Kamu bisa memikirkannya dan mengatakannya nanti kepada ku. Atau kepada Steve." Ucap Rafael enteng.

__ADS_1


Tanpa banyak tanya, Kanaya langsung menandatangani surat itu. Dengan wajah penuh amarah dan hati yang terasa remuk redang, karna semua kebodohannya yang sudah menyerahkan diri kedalam kandang serigala tanpa persiapan.


__ADS_2