Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Makan Malam.


__ADS_3

Dentingan sendok yang bersaut-sautan terasa memenuhi ruang makan mewah milik Rahayu. Rahayu tidak berhenti curi-curi pandang kearah Kanaya dan adiknya, El yang nampak tenang dengan makannya.


Rasa penasarannya begitu mengganggunya. Kemana orang tua Kanaya!! Kenapa Kanaya datang kerumah calon mertuanya dengan adik kecilnya. Dan biasanya, seorang gadis yang datang untuk pertama kalinya kerumah calon mertua pasti ingin meninggalkan kesan yang baik. Yah bukan berarti Kanaya memberi kesan yang buruk padanya. Hanya saja semua terasa aneh dipandangnya.


Bahkan Rahayu tidak berfikir jika wanita yang akan dibawa anak nya adalah wanita yang sederhana dan apa adanya. Dia pikir putranya akan membawa wanita modis dengan latar belakang terpandang, bukan wanita yang bahkan Rahayu tidak tau asal-usul nya.


Tapi, melihat Kanaya yang nampak anteng. Bahkan terlihat biasa-biasa saja membuat Rahayu penasaran. Apa lagi adiknya, El. Dia terlihat seperti adik yang begitu penurut, sama sekali tidak terlihat seperti anak seusianya.Yang masih suka rewel. El tampak terlihat tenang, dan santai. Jika anak seusianya akan rewel saat makan. Ingin makan ini atau itu lah. Semua itu tidak berlaku oleh El.


El akan makan dengan apa yang diambilkan oleh kakaknya, tidak ada protes atau bahkan rekengekkan ingin makan yang lain. Malah semakin membuat Rahayu begitu penasaran dengan cara didik orang tua mereka. Kenapa El bisa bersikap seperti itu.


Bagaimana cara mereka mendidik anak!!


Kenapa, bisa setenang itu anak-anak mereka!!


Kenapa mereka bisa terlihat dewasa bukan seperti anak seusianya!!


"Sayang." Panggil Bagas menyentuh punggung tangan Rahayu. Membuat Rahayu, mengerjab cepat dan tersadar dari lamunan singkatnya.


"Hmmm." Gumam Rahayu.


"Kenapa melamun!! Makanannya tidak cocok dengan selera mu?" Tanya Bagas lembut.


"Ah. Tidak. Aku hanya memperhatikan El yang makan dengan tenang." Jawab Rahayu pelan. Mampu membuat seluruh pasang mata menatap pada nya.


Merasa namanya disebut, El langsung mendongak memandang Rahayu.


Rafael mengerutkan kening bingung. Kali ini, Rafael yang merasa bingung dengan mamanya. "Kenapa dengan El ma?" Tanya Rafael bingung.


"Dia nampak menggemaskan jika sedang makan seperti itu. Oh iya, dimana keluarga kalian Kanaya? Apa mereka juga tinggal di indonesia?" Tanya Rahayu hangat.


Mendengar pertanyaan Rahayu Kanaya langsung menegang dibuatnya. Tatapan mata Kanaya langsung jatuh kearah Rafael. Yang sekarang menatap mamanya sambil meringis pelan. Rafael tau tatapan Kanaya nampak gelisah dan sedikit terganggu.

__ADS_1


"Ma." Panggil Rafael meminta perhatian dari Rahayu.


Rahayu melihat gelagat aneh putranya mengangkat sebelah alis bingung. "Kenapa?" Tanya Rahayu.


"Bisakah kita tidak membahas itu sekarang." Ucap Rafael tegas.


Mendengar nada tegas anaknya, membuat Rahayu langsung bungkam. Tebakannya benar, ada yang tidak beres dengan keluarga calon menantunya saat ini. Tapi, tidak ingin memperburuk acara makan malam pertama mereka malam ini. Rahayu hanya mengangguk patuh.


Walau dalam hati bertanya-tanya apa yang terjadi, Rahayu berjanji setelah makan malam ini ia akan menuntut putranya untuk mengatakan semua tentang calon menantu nya.


Hening. Setelah pertanyaan Rahayu tadi, tidak ada yang memulai obrolan lagi sekarang. Mereka semua terlihat sibuk dengan makanan dan pikiran masing-masing.


"El suka cake?" Pertanyaan Bagas membuat seluruh pasang mata memandangnya lurus. Walau masih canggung tapi Bagas berusaha mencair kan suasana.


"Cake itu apa?" Pertanyaan polos El membuat senyum Rahayu terbit seketika.


Menggeser piringnya menjauh. Rahayu langsung berdiri dari duduknya, dan melangkah mendekat kearah El. Duduk dikursi kosong disamping El.


"Sepelti es klim?" Tanya El cepat dengan binar mata yang semakin menambah senyum Rahayu semakin lebar.


"El suka es crim?" Tanya Rahayu mengusap kepala El pelan.


El langsung mendongak mendapat perlakuan seperti itu oleh Rahayu. Selama ini yang sering mengusap kepalanya hanya kakaknya. Merasa aneh saat ada orang asing melakukan seperti itu pada El. El merasa kurang nyaman.


"El." Panggil Rahayu meminta El menjawab pertanyaannya. Dengan mata polos memandang Rahayu, El menganggukkan kepalanya berulang kali. Membuat tangan Rahayu turun dari kepalanya.


"Benarkah? Kalau begitu El pasti suka cake buatan mama?." Ucap Rahayu senang.


"Mama?" Ucap El mengulang panggilan dari ucapan Rahayu tadi.


"Iya mama. Mulai sekarang, El harus memanggil mama seperti kak Kanaya memanggil tante dengan mama. Ok?"

__ADS_1


El langsung memutar kepalanya kearah Kanaya, menatap Kanaya dengan pandangan bertanya. Kanaya hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Membuat El kembali memandang kearah Rahayu. Dan ikut mengangguk pelan.


Rahayu langsung menoleh kearah salah satu pelayan dan menyuruhnya untuk mengambilkannya cake coklat untuk El. Dengan patuh pelayan itu langsung bergegas melangkah kearah dapur dan mengambilkan Rahayu sepiring cake dengan beberapa jenis dan juga bentuk.


Setelah mendapatkan cake yang diberikan oleh pelayan padanya. Rahayu langsung memindahkannya keatas piring kecil dan meletakkannya didepan El. "Ayo sayang, cobalah... Nanti kalau El suka, mama akan buatkan dilain waktu." Ucap Rahayu mendekatkan piring cake didepannya kearah El.


"Bilang apa El?" Bukan Kanaya yang mengucapkannya melainkan Rafael yang duduk di sebrangnya.


Dengan tatapan polosnya El menatap Rahayu." Telimakasih." Ucap El pelan lengkap dengan senyum polos yang nampak menggemaskan Dimata Rahayu.


"Terimakasih mama." Koreksi Rahayu.


El hanya mengangguk, membuat Rahayu tertawa dibuatnya. Merasa lucu dengan bocah kecil didepannya. Bukannya mengulang ucapan Rahayu, El hanya mengangguk setuju. Dan semua itu membuat Rahayu merasa tergelitik.


Kanaya yang melihat interaksi antara ibunya Rafael dan El membuatnya menatap nanar kearah El. Jika ibunya tidak pergi meninggalkan mereka. Seperti ini lah perhatian yang akan didapatkan El dari ibunya. Dan perhatian itu tidak pernah bisa El dapat kan dari Kanaya.


Kanaya merasa sedih karna dia tidak bisa memberikan perhatian-perhatian kecil seperti ini pada adiknya. Dia merasa menjadi kakak yang buruk untuk El.


"El suka?" Tanya Rahayu memandang El yang dengan lahap memakan cake buatannya itu.


Dengan semangat El mengangguk. "Enak. El cuka." Ucap El senang. Mulutnya sampai belepotan dengan coklat karna terlalu lahap memakannya. Rasa manis dan lembut membuat mulut El tidak bisa berhenti memakannya. Bahkan ia terus bergumam enak.


"Nanti kalau pulang El bisa membawanya untuk dirumah. Bagaimana? El mau? Mama akan membawakan banyak cake agar El bisa memakannya dirumah." Tawar Rahayu.


"Mau. Tapi halus ijin kakak dulu." Jawab El.


"Kakak pasti kasih ijin kok. Buat El." Ucap Rahayu pelan, dan memandang hangat kearah El.


Entah seperti apa orang tua El ini membesarkannya. Membuat El tubuh besar menjadi anak yang penurut dan pintar. Membuat Rahayu langsung patuh cinta padanya.


El langsung tersenyum lebar mendengar jawaban Rahayu. Lesung pipinya bahkan sampai terlihat karna saking lebarnya. Membuat semua orang yang berada disekitar nya tersenyum karena tingkahnya.

__ADS_1


__ADS_2