
El berjalan cepat melangkah keluar kamar menuju taman belakang tempat kakaknya berada. Sedikit berlari, dan kadang sedikit melompat dari satu langkah ke langkah yang lain didepannya. El nampak begitu berseri dan bahagia, bahkan kedua matanya nampak berbinar bahagia.
Mata lentiknya pun terus memperhatikan sekitar, dimana orang-orang berlalu lalang nampak sibuk. Sibuk dengan kegiatannya. Bahkan El beberapa kali harus menghentikan langkahnya agar beberapa orang dapat lewat didepannya. Keadaan nya yang biasa sepi, kini semakin bertambah ramai.
Senyum lebarnya terbit begitu melihat wanita paruh bawa yang akhir-akhir ini sering El temui. Yaitu Rahayu. Bahkan langkahnya menjadi berhenti ditengah-tengah pintu, seakan menunggu Rahayu melangkah kearahnya.
"El." Sapa Rahayu hangat. Membuat senyum El semakin lebar.
"Mama." Panggil El semangat.
"El mau kemana?" Sambung Rahayu berhenti pas disamping El. Berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan tinggi badan El.
"Mau tempat kakak... El mau ketempat kakak.. Mama." Ucap El terdengar senang. Masih dengan senyum dibibir nya.
"El udah makan siang, belum?" Tanya Rahayu mengulurkan tangan. Yang langsung disambut dengan semangat oleh El.
"Belum.... El mau makan sama kakak."
"Gimana kalau El makan dulu sama mama.. Nanti habis makan... El bisa ketempat kakak..... Gimana, mau gak?" Tanya Rahayu memandang lurus kearah El.
El nampak berfikir menimbang-nimbang ajakan dari mama barunya. "Nanti kakak makanya gak ada temen.. Telus kan kasian." Ucap El pelan.
"Kakak biar makan bareng kak Rafa... Sekarang El makan bareng mama, yuk..." Bujuk Rahayu berdiri.
"Yuk... Nanti mama siapin makannya.. Mama siapin juga." Sambung Rahayu menuntun El masuk kedalam rumah lagi. El hanya diam tidak protes atau pun menolak. Apa lagi mendengar jika mamanya yang akan menyiapkan makan, membuat El merasa senang. Karna jika mama ya yang menyiapkan makan, pasti El bisa mendapatkan banyak makanan enak.
****
__ADS_1
El makan dengan lahap saat tangan keriput Rahayu menyuapinya dengan telaten. Bahkan El tidak berhenti tersenyum memandang Rahayu, hatinya senang mendapat perlakuan manis seperti itu dari mama barunya.
Selama ini, El tidak pernah makan di suapi. El selalu makan sendiri, walau lama tapi El selalu berusaha mandiri. Bahkan kadang makannya sering belepotan dan berantakan, tapi El terus berusaha mandiri. Agar tidak menambah beban kakaknya.
"Makan yang banyak ya El." Ucap Rahayu tersenyum lebar.
Yang El jawab dengan anggukan kepala patuh. Dan terus menerima suapan dari mama barunya.
"El seneng gak tinggal disini?" Tanya Rahayu mengusap kepala El penuh rasa sayang.
"Seneng... Disini lame... El banyak temen."
"Oh ya?? Memangnya ditempat El sepi?"
"Iya... Kakak Naya kelja... El dilumah sendili.."
Rahayu tidak bisa menyalahkan Kanaya. Karna Kanaya juga pasti tidak punya pilihan. Ia harus menjadi tulang punggung untuk keluarga nya. "Terus El makannya gimana?" Tanya Rahayu dengan mata berkaca-kaca.
"Bisa.. Kakak siapin makannya di meja... El kalau lapel ambil sendili... Kan udah ada dimeja."
Mata Rahayu semakin berkaca-kaca mendengar ucapan polos El, pria kecil didepannya ini pasti sangat merasa kesepian. Membayangkan El yang tinggal seorang diri dirumah. Tanpa siapa pun, tanpa orang dewasa yang menemani. Membuat hatinya ikut nyeri dan juga sakit.
"El gak punya saudara? Atau keluarga? Kenapa El dirumah sendiri??" Ucap Rahayu mengusap kepala El penuh sayang.
"Kakak seling titipin El kelumah, Ajhuma Kim. Kalau kakak kelja malam-malam... Tapi kalau pas pagi-pagi.... Enggak..."
"Kenapa enggak?"
__ADS_1
"Ajhuma Kim kalau pagi kelja juga...."
"Jadi El gak ada saudara?"
"Gak tau... El gak tau..... Saudala?...Saudala itu apa sih?"
"Saudara itu kayak keluarga El... Bibi, paman, kakek atau oma gitu..."
"Enggak... El enggak pelnah ketemu..."
"Gitu ya? Tapi gak papa. Mulai sekarang, El punya mama, sama papa. Juga ada kak Rafa dan Kak Naya.... Yang akan selalu jagain El.. Jadi sekarang keluarga El banyak... El gak akan kesepian dirumah sendiri... Apa lagi nanti kalau kak Rafa udah nikah sama kak Naya... El bakal punya ponakan baru deh... Pasti tambah rame..."
"Nikah? Nikah itu apa sih?"
"Nikah itu, dua orang yang bakal tinggal bareng kayak mama sama papa... Setelah itu bakal punya anak kayak El gini?" Ucap Rahayu menjelaskan dengan sabar.
"Kayak ibu sama ayah?" Tanya El pelan. Wajahnya langsung mendung dan murung, saat melihat senyum Rahayu dan anggukan kepala menyetujui.
"Iya kayak gitu juga." Ucap Rahayu memperjelas.
"Enggak.... Kak Naya gak boleh nikah.." Seru El tiba-tiba, hingga membuat Rahayu tersentak kaget dibuatnya.
"El--" Belum sempat Rahayu menyelesaikan ucapannya.
El sudah lebih dulu turun dari duduknya dan berlari menjauh. Meninggalkan Rahayu yang menatap bingung pada El.
Bahkan ketika Rahayu memanggilnya untuk berhenti, El sama sekali tidak mau mendengar kan teriakan Rahayu. Membuat perasaan Rahayu menjadi cemas.
__ADS_1
"Apa aku membuat kesalahan." Gumam Rahayu pelan. Dan berusaha mengingat semua ucapan, dan obrolannya selama ini dengan menantu juga El. Rahayu semakin yakin jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh anak dan calon menantunya.