Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Titah


__ADS_3

Pria itu terus bergerak, seakan mengikuti irama yang dia ciptakan sendiri. Membuat wanita yang dibawah kungkungan nya terus menjerit dan mendesah tak tahan. Apalagi kalau bukan karna merasa gejolak dalam dirinya terus berkoar minta dilepaskan ke jurang kenikmatan surga' dunia.


Pria itu tersenyum, bukan seperti tersenyum karna merasa puas dengan pencapaiannya. Melainkan tersenyum karna puas atas permainannya. Permainan yang selalu berhasil menarik wanita-wanita cantik keatas ranjangnya. Dan, akan berakhir menjadi permainannya.


Dia tersenyum mengejek ketika melihat wanita dibawahnya, nampak lemas dan tak bertenaga selepas pelepasannya.


Seakan permainannya tidak pernah mengecewakan dan tidak diragukan.


Dasar payah.


Masih sama seperti sebelum-sebelumnya, dia tidak pernah merasakan sesuatu yang berbeda yang membuatnya menginginkannya lagi dan lagi. Itu artinya wanita ini sama seperti yang lainya, hanya alat untuk memuaskan rasa nafsunya dan masuk dalam kategori permainannya.


Rafael Alexander Aditama itulah namanya, yang sering dijuluki si cassanova atau the king of sex.


Rafael tidak pernah gagal dalam hal memikat wanita. Apalagi, menarik mereka keatas ranjangnya. Rafael selalu berhasil melakukanya.


Hanya saja, Rafael tidak pernah mau manarik wanita yang sama keatas ranjangnya. Karna Rafael tidak suka memakai barang yang sama dua kali.


Karna itu, setiap wanita yang sudah pernah tidur dengannya, jangan harap bisa merasakan lagi tidurnya. Karna itu akan menjadi sebuah mimpi yang tidak akan pernah bisa mereka kejar.


Itulah Rafael Alexander Abitama pria sejuta pesona. Dan si Casanova atau the king of the sex.


Setelah selesai dengan permainannya Rafael melangkah kearah pintu.


"Steve." Panggil Rafael pada pengawal setianya yang berjaga dibalik pintu.


"Ya tuan."


"Urus wanita itu." Perintah Rafael mutlak, seakan perintahnya tidak bisa ditolak.


Seperti itu lah Rafael. Setelah bermain, dia akan menyuruh Steve mengurus wanita-wanitanya agar tidak mengganggunya. Karna dia Rafael Alexander Abitama tidak suka dengan hal-hal yang menurutnya akan menyulitkannya atau bahkan akan membuatnya muak.


Masa bodoh dengan wanita-wanita itu terima atau tidak. Yang terpenting, dia senang dan permainannya memuaskan.


Mendengar titah sang tuan, Steve langsung masuk dan menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Karna setelah itu bosnya pasti akan langsung pulang ke panthouse nya. Dan beristirahat.


*******


Rafael terus melangkah lebar kearah panthouse nya. Setelah mendapat telpon dari mamanya, bahwa malam ini mama dan papanya akan berkunjung membuat Rafael langsung buru-buru pulang.


Walau Rafael bukan pria baik-baik dan kejam diluar, tapi dia selalu berusaha menjadi anak penurut untuk kedua orang tuanya. Terutama ibunya.


"Jam berapa ini Rafa!! Kamu sudah terlambat 15 menit." Omel Rahayu, mama Rafael yang duduk di sofa ruang tengah di panthouse Rafael.


"Maaf ma. Jalanya macet tadi." Jawab Rafael sambil melangkah mendekat dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya, diikuti Steve yang berjalan dibelakangnya.

__ADS_1


"Alasan." Ketus Rahayu.


"Sayang." Lerai Bagas papa Rafael mengusap lengan Rahayu, berusaha menenangkan emosi istrinya yang siap meledak pada anak semata wayangnya Rafael.


"Kamu lihat pa, Rafa ini sudah sangat keterlaluan. Selama dia tinggal di panthouse nya ini, dia berubah menjadi anak yang menyebalkan." Adu Rahayu pada Bagas.


"Bahkan dia tidak pernah pulang kerumah. Apa harus selalu kita yang datang menemuinya seperti ini, jika kita merindukannya." Sambung Rahayu berapi-api.


"Ma aku bukan lagi anak kecil. Aku sekarang sangat sibuk di kantor." Bela Rafael melangkah duduk di sofa, bersebrangan dengan kedua orang tuanya.


"Sibuk? Alasan kamu selalu sama dari dulu.'" Cibir Rahayu.


"Dan mama bilang juga apa waktu itu!! Lebih baik kamu tinggal dirumah, yang pasti mama dan papa akan melihat mu saat pagi atau malam. Bukan malah seperti ini." Sambung Rahayu kesal.


"Sempai kapan mama akan selalu membahas itu. Rafa kan sudah bilang, Rafa lebih nyaman disini."


"Jadi menurut kamu rumah mama gak nyaman begitu?" Tanya Rahayu dengan mata melotot kearah Rafael.


Melihat mamanya yang tidak akan selesai berdebat dalam waktu singkat. Rafael langsung memandang papanya memelas, meminta pertolongan dari sorot matanya. Beruntung Bagas mengerti dan membujuk istrinya.


"Sayang sudahlah. Yang pentingkan Rafa bisa selalu meluangkan waktunya untuk kita. Apa lagi setiap kali kita meminta." Ucap Bagas membujuk Rahayu.


Dan berhasil, Rahayu hanya mendesis mendengar ucapan suaminya. "Bela aja terus anak kamu itu." Ketus Rahayu pada Bagas.


Bagas terkekeh mendengar nada ketus istrinya. "Kamu terlihat cantik ketika sedang kesal sayang." Bisik Bagas mesra.


Rafael hanya berdecak kesal melihat kebucinan kedua orang tuanya. Umur kedua orang tuanya tidak muda lagi, tapi lihat tingkahnya. Sudah seperti ABG yang dimabuk cinta.


Bahkan Rafael seumur hidup, belum pernah bersikap seperti itu pada gadis mana pun. Dan tidak akan pernah mau bersikap seperti itu. Cih jangan harap aku akan bersikap menyedihkan seperti itu.


Tapi setidaknya dia merasa aman sekarang. Karna jika orang tuanya sudah seperti itu, mereka akan cepat pergi dan pulang. Seakan sudah seperti pengantin baru. Yang tidak kuat ingin melakukan aktifitas ranjang mereka. Bukan kah itu sangat menyebalkan.


"Baik lah aku rasa. Kalian butuh kamar sekarang." Ucap Rafael datar.


Bagas dan Rahayu yang sedang asik berbisik-bisik menoleh serentak pada Rafael.


"Dan aku rasa, aku harus pergi sekarang." Sambung Rafael bersiap berdiri dan pergi sebelum panggilan mamanya menghentikan niatnya.


"Rarael. Siapa bilang kamu bisa pergi sekarang. Urusan mama belum selesai denganmu." Ucap Rahayu menghentikan niat Rafael yang berniat pergi.


"Apalagi ma!!" Tanya Rafael malas dan kembali duduk.


"Mama kemari ingin menagih cucu pada mu."


"Cucu apa lagi?" Tanya Rafael benar-benar

__ADS_1


kesal sekarang.


"Tentu saja cucu yang kamu janjikan waktu itu. Bukan kah kamu berjanji akan memberikan kami cucu secepatnya?" Tanya Rahayu dengan tatapan tajam.


"Ma."


"Apa? Jangan bilang kamu belum memikirkannya!! Atau kamu belum menemukan wanita yang pas sebagai pendamping hidupmu..Itu bukan alasan yang pas yang bisa mama dengar sekarang." Ucap Rahayu emosi.


"Tapi ma, Rafa belum ingin menikah saat ini." Killah Rafael tak mau kalah.


"Mama gak mau tau!!!!. Umur kamu sudah 27 tahun sekarang. Papa dan mama juga sudah tua. Tidak muda lagi. Mau sampai kapan kami menunggu kamu siap? Hah? Apa kamu menunggu kami mati dulu baru akan menikah.." Teriak Rahayu.


"Ma!!" Balas teriak Rafael marah.


Rafael kesal mendengar mamanya berbicara seperti itu.


"APA."Sembur Rahayu.


Sedang Bagas hanya diam sambil terus mengusap lengan istrinya pelan. Kalau sudah marah, Bagas tidak mau ikut campur kalau tidak ingin kena sembur iatrinya juga. Bagas ini tipe-tipe suami sayang istri. Jadi yah, maklum saja jika seperti ini. Hanya diam mendengarkan perdebatan anak dan istrinya.


"Mama gak mau tau. Cari istri secepatnya, atau mama yang akan pilihkan untuk mu."


"Tapi ma-"


"Tidak ada tapi-tapian Rafael. Dan mama tidak mendengar alasan apa pun mulai sekarang!!."


"Tapi Rafa gak bisa cari istri secepat itu." Ucap Rafael beralasan.


"Ok. Kalau gitu minggu depan mama akan jodohkan kamu dengan putri pak Broto, Mariska."Ucap Rahayu mencari solusi.


"GAK. Rafa gak mau dijodohin." Tolak Rafael mentah-mentah.


"Ya udah. Berarti minggu depan mama bisa ketemu dengan calon menantu mama."


"Mana mungkin secepat itu ma. Bagaimana kalau mama beri Rafa waktu satu bulan." Ucap Rafael berbego.


"Kamu kira kita sedang berbisnis." Sinis Rahayu.


"Pa." Panggil Rafael meminta bantuan Bagas yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.


"APA? Jangan berani-berani papa bela Rafa ya. Berani papa bela Rafa, papa puasa satu tahun." Ancam Rahayu pada Bagas ketika melihat suaminya yang bersiap akan membuka mulut. Mendengar ancaman istrinya, Bagas langsung menggeleng panik.


"Dan kamu Rafa. Mama gak mau tau. Minggu depan cuman ada dua pilihan, bawa calon istrimu atau mama jodohkan dengan Mariska." Sambung Rahayu.


"Bagaimana kalau Rafa menolak keduanya." Ucap Rafael berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Berarti kamu siap dihapus dari keluarga Aditama." Ucap Rahayu final.


__ADS_2