Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.

Pernikahan Kontrak Sang Cassanova.
Ada yang berbeda.


__ADS_3

Rafael mamandang teduh wajah Kanaya yang nampak nyenyak tidur menghadap kearahnya. Dengan bertumpu satu tangan sebagai penyangga kepala. Rafael tidak lepas menatap lurus kearah wajah yang nampak sangat nyenyak tertidur didepannya.


Melirik jam dinding disamping tempat tidur, senyum tipisnya kembali tertarik ketika mengetahui hari sudah pagi tapi sang istri masih nampak lelap tidurnya.


Melihat istrinya tertidur didepannya, tangan Rafael terasa gatal untuk menyentuh pipi mulus dan bibir menggoda Kanaya. Hingga berulang kali terulur ingin mengusap tapi kembali turun ketika rasa ragu dalam hatinya menguasai pikirannya.


Akhirnya ketika yakin istrinya tidak akan bangun, Rafael pun memberanikan diri untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya.


"Cantik." Gumam Rafael, setelah itu tangannya pun turun hingga berada dibibir tipis Kanaya. Diusapnya bibir tipis Kanaya. Hingga rasa ingin menyecap kembali hadir dalam dirinya, entah dapat dorongan dari mana, akhirnya Rafael mendekatkan wajahnya mendekat kearah wajah Kanaya.


Dikecupnya bibir tipis Kanaya, hanya sekali. Hingga bibirnya terkekeh pelan lantaran merasa lucu dengan sikapnya kali ini.


Seorang casanova ketagihan dengan rasa bibir istrinya? Uhhh, kenapa itu terdengar sangat menggelikan.


Mengabaikan ejekan dalam dirinya, Rafael kembali mengulangi kegiatannya. Berulang-ulang, mengecup bibir tipis istrinya. Bahkan kadang Rafael ******* dan menyesap bibir istrinya. Setelah itu terkekeh karna istrinya sama sekali tidak terusik.


"Eghhhhhhhh.." Lenguhan kecil Kanaya membuat Rafael menelan ludah gugup. Karna bibirnya hampir menempel dibibir tipis Kanaya.


Ckkkkkk....Jika seperti ini, Rafael seperti seorang pria mesum yang benar-benar haus belaian.


Merasa istrinya kembali tidur, Rafael mendekatkan lagi wajahnya. Dipegangnya kedua pipi Kanaya, dan dikecupnya bibir Kanaya hingga menimbulkan bunyi Cup...Cup...Cup....

__ADS_1


Karna terlalu asik dengan kegiatannya, tidak sadar jika kedua mata istrinya sudah terbuka. Dan menatap tajam kearah Rafael.


Saat Rafael melirik mata istrinya, matanya langsung terbelalak begitu tau jika istrinya sudah terbangun dan menatap tajam kearahnya.


Mendorong paksa tubuh Rafael. "Apa yang anda lakukan." Geram Kanaya menatap tajam Rafael.


"Selamat pagi." Sapa Rafael mengabaikan tatapan tajam istrinya.


Kanaya langsung mendelik tidak suka saat dengan santainya Rafael malah menyapanya.


Mengerutkan kening. "Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu?" Tanya Rafael geli.


"Apa ini artinya kamu marah? Karna aku berhenti nyium kamu?" Goda Rafael.


Kanaya melotot mendengar ucapan istrinya.


"Hahaha.....Bagaimana jika kita lanjutkan aktifitas kita yang tertunda semalam?" Tanya Rafael menggulingkan tubuhnya keatas tubuh Kanaya. Yang langsung membuat Kanaya menatap tajam Rafael.


"Jangan terlalu dingin Kanaya. Aku jadi merasa tertantang untuk memiliki kamu jika seperti itu."


"Maksud anda?"

__ADS_1


Mengecup bibir Kanaya sebentar. "Kamu keliatan seksi kalau kayak gini."


"Minggir. Saya mau keluar." Ucap Kanaya mengabaikan godaan Rafael.


"Kamu kenapa sih? Kayaknya gak betah banget dikamar ini?" Tanya Rafael menatap lurus wajah Kanaya yang berada dikungkuhannya.


Kanaya mengangkat bahu cuek menjawab pertanyaan Rafael.


Berdecak kuat. Rafael langsung tersenyum ketika pikiran konyol tiba-tiba muncul dikepalanya. "Bagaimana jika kita hanymoon?" Tanya Rafael mengerling jail. Yang langsung membuat wajah Kanaya menatap datar Rafael.


"Ok, aku hanya bercanda." Sambung Rafael kikuk.


Tatapan istrinya benar-benar nampak menyeramkan saat ini. Menghindar dari tatapn Kanaya. Akhirnya Rafael bengun dari atas tubuh istrinya. Duduk bersandar dikepala ranjang. Dan melirik kecil ketika Kanaya juga duduk dan sibuk mengikat rambutnya.


"Jangan diikat rambutnya." Ucap Rafael menahan tangan Kanaya.


"Apa anda tidak bekerja?"


"Kenapa? Kamu ingin berduaan saja dengan ku?" Goda Rafael.


"Dasar gila." Ucap Kanaya cepat-cepat bangun dari atas tempat tidur. Dan melangkah tergesa-gesa keluar dari kamar. Mengabaikan tawa penuh kenangan Rafael dibelakangnya.

__ADS_1


__ADS_2