
Nenek melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB, Akemi masih serius dengan dokumen dokumen depannya. Akemi cepat mengusainya yang telah di ajar nenek Chung Cha. Akemi kita sambung besok sore saja setelah kelulusan kamu. Sekarang kita istirahat sambil ke mall beli baju buat kelulusan kamu besok . Kata nenek Chung Cha pada Akemi. Tapi ini sedikit lagi nenek, sambil Akemi tunggu nenek bersiap siap Akemi di sini menyelesaikan ini. Ucap Akemi pada nenek Chung Cha. “Ya sudah kalau begitu, nenek bersiap siap dulu,” kata nenek pada Akemi.
Nenek Akemi pun berdiri dari bangku kemegahannya dan melangkah keluar dari ruang kerjanya. Akemi melirik nenek Chung Cha, Ya tuhan seusia nenek Chung Cha harusnya dia sudah istirahat dan tidak perlu berkerja lagi, Gumam Akemi dalam hati . Akemi pun melanjutkan kerjaan yang harus di selesaikan. Ia membuka satu persatu lembaran dokumen di depannya , di periksa dengan sengsama. Jika ada kejanggalan ia akan menepikan dulu dokumennya untuk di diskusikan dengan nenek Chung Cha.
__ADS_1
Setengah jam kemudian selesailah pengecekan dan laporan Akemi. Ia langsung meregangkan tubuhnya karena duduk terlalu lama. Tiba tiba pintu terbuka , nenek melangkah masuk dan melihat Akemi sedang menggeliat, kasian cucuku kecapek an gumam nenek Chung Cha dalam hati . Nenek Chung Cha pura pura tidak melihat, dan langsung menegur Akemi. “Sudah selesai kah pengecekkan dan laporannya Akemi ?” tanya nenek Chung Cha pada Akemi yang sedang menggeliat. Akemi kaget dan langsung berdiri. Akemi kira siapa tadi kata Akemi pada nenek Chung Cha. “Sudah selesai nek” jawab Akemi.
“Nenek cantik banget” ucap Akemi mengalihkan pembicaraan. Akemi tidak enak jika di lihat nenek saat ia sedang menggeliat, baru segitu saja sudah capek sedangkan nenek dari pagi kerja tidak sama sekali terlihat capek gumam dalam hati. Kamu bisa saja Akemi ujar nenek Chung Cha pada Akemi. Kamu cuci muka dulu, nenek tunggu Akemi di ruang tamu iya. Kata nenek Chung pada Akemi. Baiklah, Akemi cuci muka dulu jawab Akemi sambil tersenyum, Akemi pun melangkah keluar dari ruang kerja nenek Chung Cha bergegas ke kamar lantai dua.
__ADS_1
Dari kejauhan Akemi melihat Nenek Chung Cha lagi asik membaca koran. Akemi menghampiri Nenek Chung Cha. Nenek capek iya, kalau capek kita istirahat saja nek kata Akemi pada nenek Chung Cha. Nenek tidak Capek Akemi atau Akemi yang Capek tanya nenek Chung Cha pada Akemi. Akemi tidak capek nek, malah Akemi takut nenek capek ujar Akemi.
Nenek Chung Cha langsung bangun dari sofa dan mengambil tasnya di atas meja. Udah jangan banyak bicara. Buru an kita berangkat nanti ke malah ke malaman ucap nenek Chung Cha. Pembantu rumah tangga langsung menghampiri dan meletakkan sepatu Akemi di lantai. Ini sepatunya nona Akemi kata pembantu rumah tangga tersebut. “Ya tuhan bu, sampai di bawain sepatu saya, biar saya saja yang ambil tadi bu.” Ucap Akemi pada pembantu tersebut. Tidak apa apa nona Akemi Jawab pembantu tersebut. Terima kasih iya bu udah bantu ambilin. Setelah Akemi selesai memakai sepatu. Nenek langsung menarik tangan Akemi dengan lembut, mereka pun melangkah beriringan ke arah mobil yang sudah terparkir di depan pintu.
__ADS_1