
Dari balik jendela taksi yang ia tumpangi , Akemi melihat gedung gedung yang tersusun dan menjulang tinggi . Tidak lama setelah itu ,Taksi yang di tumpangi Akemi pun masuk di sebuah gedung tinggi . Apa benar ini Alamatnya gumam Akemi dalam hati . Taksi yang di tumpangi Akemi pun berhenti di lobby . Sudah sampai nona dan alamat ini sudah sesuai yang Nona tunjukkan tadi kata supir taksi pada Akemi . Baik , terima kasih pak jawab Akemi sambil mengambil uang di dompetnya untuk membayar taksi . Kembalinya ambil saja ujar Akemi lagi . Terima kasih nona kata supir taksi tersebut sambil tersenyum . Pengawal yang ada di Lobby langsung membukakan pintu taksi yang di tumpangi Akemi . Akemi pun keluar dari taksi yang ia tumpangi . Terima kasih ucap Akemi pada pengawal yang membukakan pintu taksinya .
Akemi langsung melangkah masuk ke dalam lobby , mata Akemi mencari resepsionis . Semua orang yang ada di Lobby tersebut melihat Akemi . Akemi menyadari , tapi ia tetap berjalan ke arah resepsionis . Resepsionis langsung menyambut Akemi dengan ramah . Bisa di bantu nona ucap salah satu staf resepsionis . Bisa ke temu dengan tuan muda Joon Woo jawab Akemi . Maaf dari siapa dan Sudah buat janjian kah nona ? tanya staf resepsionis pada Akemi . Nama saya Putri Jozuno Akemi saya belum buat janji , Tapi saya di minta ke kantor sama tuan muda Joon Woo . Oooh , kalau begitu tunggu sebentar ucap staf resepsionis tersebut pada Akemi . Staf tersebut langsung meraih telefon di depannya dan langsung menekan 225 . Tidak lama kemudian Staf resepsionis memanggil Akemi yang sedang melihat layar telefon genggamnya . Nona Putri Jozuna Akemi , Nona di minta menunggu sebentar karena tuan muda Joon Woo sedang meeting bersama direktur direktur perusahaan . Nanti nona akan di jemput di lobby ucap staf resepsionis tersebut dengan ramah . Baiklah kalau begitu ,,.Akemi pun melangkah ke ruang tunggu di lobby tersebut . Pantatnya langsung di labuhkan ke sofa , sambil melihat sosmed di layar telefon genggamnya .
Sudah empat puluh menit Akemi menunggu di lobby , Akemi sudah mulai bosen . Danmembuat Akemi jengkel , Semua orang melewati lobby pasti melirik ke arah Akemi . Lama bangeeet , tadi aku di suruh ke kantor gumamnya Akemi sambil bola matanya melihat ke semua sudut yang ada di lobby tersebut .
__ADS_1
Akemi teringat temannya Shakila kebetulan kuliah di Amerika Serikat . Akemi langsung menelefon Shakila ,,,.
tuuut ,,, tuuut ,,, tuut,..
Mereka mengobrol sampai lupa waktu, sudah tiga puluh menit mereka mengobrol di telefon . Tuan muda Joon Woo dan sekretaris Dae Shim pun turun , lift yang tuan muda Joon Woo dan sekretaris Dae Shim masuk pun turun di lobby dan tidak lama Pintu lift nya terbuka.
__ADS_1
Tiiing ,,,.
Tuan muda Joon Woo keluar dari lift dan melangkah ke arah lobby , ia melihat Akemi sedang duduk di sofa sambil berbicara di telefon . Seperti biasa wajah tuan muda Joon Woo datar dan dingin pada semua staf nya . Semua staf yang di lewati nya membungkuk badannya . Sekretaris Dae Shim tetap setia mengikut tuan muda Joon Woo dari belakang . Tiba tiba tuan muda Joon Woo berhenti di tengah tengah lobby dan wajahnya melihat ke arah Akemi. Akemi saat itu sedang bicara di telefon dengan Shakila sampai berhenti bicara karena melihat tuan muda ada di tengah lobby , Shakila sudah dulu iya , bos aku sudah datang kata Akemi sambil berdiri pada Shakila di balik telefon genggamnya . Akemi langsung melangkah menghampiri tuan muda Joon Woo yang berdiri di tengah lobby . Tanpa ada kata maaf dari tuan muda Joon Woo, tuan muda meminta Akemi mengikutnya . Ikut saya pergi undangan makan siang kata tuan muda Joon Woo . Akemi hanya menganggukkan kepalanya .
Semua orang yang ada di lobby melihat tuan muda Joon Woo dan Akemi . Karena selama ini tuan muda Joon Woo tidak pernah bersama wanita lain , selain bersama teman dekat nya bernama Mieka . Mereka bertiga melangkah keluar dari lobby , dua mobil yang membawa mereka sudah siap untuk berangkat . Tuan muda Joon Woo dan Akemi satu mobil , Sedangkan sekretaris Dae Shim satu mobil bersama pengawal pribadi tuan muda .
__ADS_1