
Matahari sudah mulai mengeluarkan sinarnya .
Akemi terbangun dari tidurnya , ia melirik ke arah tuan muda Joon Woo yang masih tertidur pules memeluk tubuh nya . Perlahan ia mengangkat tangan tuan muda Joon Woo yang memeluk tubuhnya , Setelah terlepas dari pelukkan tuan muda Joon Woo ia langsung meraih baju tidurnya di pinggir kasur . Perlahan Akemi bangun dari kasur dan bergegas melangkah masuk ke kamar mandi sambil membawa baju tidurnya . Ia langsung meletak baju tidur nya di pinggir wastafel marmer .
Saat Akemi di kamar mandi .., ia tiba tiba mendengar bel kamar berbunyi dari balik pintu kamar mandi .
Siapa i-ya ? Gumam Akemi .
Akemi menempel telinganya di pintu , ia mendengar bunyi orang sedang berjalan , mungkin tuan muda Sudah bangun gumam Akemi lagi .
Oh i-ya Akemi baru ingat , tuan muda bilang hari ini mau pulang ke Amerika Serikat , mungkin itu sekretaris nenek Chung Cha .
Akemi langsung bergegas wastafel , di depan kaca ia kaget melihat dua gunung miliknya di penuhi tanda merah dan di leher nya juga ada satu tanda merah , Akemi menyentuh tanda merah yang ada di di gunungnya seraya tersenyum , ia tidak menyesal melakukannya karena ia melakukan kewajibannya sebagai seorang isteri . Saya tidak menyangka kamu begini gumam Akemi sambil tersenyum .
Akemi membuka kran wastafel , langsung mencuci wajahnya dengan face wash , setelah selesai ia pun langsung membilas wajah dengan air dan langsung menyikat giginya .
Setelah selesai Akemi bergegas melangkah ke shower untuk mandi , 10 menit kemudian ia pun selesai mandi melangkah keluar dari shower meraih handuk yang tersusun di pinggir wastafel . Ia mengeringkan rambut dan tubuh nya .
Akemi mendengar tuan muda Joon Woo memanggilnya …
Akemi … Akemi … panggil tuan muda Joon Woo .
I-ya sebentar jawab Akemi dari kamar mandi .
Akemi meraih baju tidur dan langsung memakainya . Akemi meraih ****** ***** yang ia cuci kemrin dan langsung meraih pembalut wanita yang ada di dalam tas kecil di pinggir wastafel marmer . Akemi langsung mengenakan ****** ***** dan pembalut wanita . Karena BH ada di dalam koper , Akemi meraih handuk untuk menyelimuti pundak dan dada .
Kriiik pintu kamar mandi terbuka , Akemi pun keluar dari kamar mandi .
Akemi berjalan ke arah kasur , ia melirik tuan muda Joon Woo yang sudah mengenakan kameja sedang melihat layar telefon genggamnya .
Tidak menyangka Tuan muda mengalihkan pandangan ke arah Akemi dan langsung tersenyum terukir di wajah nya .
__ADS_1
Akemi bersuara seraya berjalan ke arah tuan muda Joon Woo .
Tadi ada yang datang i-ya ? tanya Akemi pada tuan muda Joon Woo .
I-ya sekretaris nenek , Katanya pesawat kita take - of pukul 12 siang ucap tuan muda Joon Woo pada Akemi .
Apa ? Sekarang sudah jam berapa ucap Akemi seraya bergegas meraih tasnya yang ada di atas sofa dan langsung meraih telefon genggamnya di dalam tas . Ia melihat jam di telefon genggamnya , Sudah menunjukkan pukul 9 . 30 pagi .
Tuan muda .. Sebaiknya tuan muda mandi dulu ucap Akemi langsung meraih pakaian kotor yang ada di atas sofa dan di masukan di kantong laundry .
Tuan muda Joon Woo tersenyum seraya bersuara …
Akemi ke sini sebentar panggil tuan muda Joon Woo .
I-ya ada apa ? tanya Akemi seraya berjalan melangkah ke arah tuan muda Joon Woo .
Setelah sampai , tuan muda Joon Woo menarik tangan Akemi dan langsung mengangkat tubuh Akemi naik di pangkuannya . Ia langsung melorotkan tali baju tidur Akemi sampai ke pinggang .
*Foto hanya ilustrasi
Akemi Sebentar lagi kita akan pulang ke Amerika Serikat . Sementara pernikahan kita , kita sembunyi dulu i-ya dan pembantu rumah tangga juga tidak perlu tau ucap tuan muda Joon woo ..
Maaf kalau nanti saya melepaskan cincin pernikahan kita di jari saya . Di luar sana banyak orang tidak menyukai saya karena perusahaan mereka saya ambil . Kamu masih kuliah pasti banyak kegiatan di luar yang harus kamu ikuti , saya tidak mau karena saya , kegiatan kamu terhambat apalagi jika ada yang melukai kamu . Itu yang sangat saya takuti ucap tuan muda Joon Woo menyiuum pundak Akemi .
I-ya saya mengerti tuan muda ucap Akemi seraya menganggukkan kepala nya .
Terima kasih i-ya sudah memahami saya , dari kemrin saya berfikir keras bagaimana caranya agar kamu tidak di ganggu oleh orang yang tidak menyukai saya .
saya tidak tau apa saya kuat dan bisa tidak tidur sekamar dengan kamu ucap tuan Joon Woo mengusap biibir dan hidungnya di leher Akemi , terdengar nafas tuan muda Joon Woo mulai tidak teratur . Tangan mulai menjalar perlahan .
__ADS_1
Akemi memberanikan diri bersuara karena i-ya tau sekarang tuan muda Joon Woo lagi menahan sesuatu .. Saya yakin Tuan muda bisa , kalau begitu nanti sampai di sana jika ketemu di jalan kita buat tidak saling mengenal saja dan anggap saja saya staf tuan muda ucap Akemi .
Tidak bisa begitu aahhh , nanti kita jalani saja dulu ucap tuan muda Joon Woo seraya memeluk tubuh .
Aneeeh banget sich tuan muda Joon Woo katanya jangan sampai ada yang tau kita sudah menikah , tapi takut dia tidak kuat …. Sekarang aku beri saran begitu malah di bilang tidak bisa begitu , aduuuuhh bingung sama tuan muda Joon Woo gumam Akemi keheranan .
Kita bersiap siap yuk tuan muda , saya juga sudah berasa lapar ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Akemi Sebentaaaar saja i-ya … saya mau .
Apa kamu tidak mau dengan saya ucap tuan muda Joon Woo sambil menatap Akemi .
Akemi tersenyum dan langsung mendekati bibir ke biibir tuan muda Joon Woo dan langsung di lahap tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo mulai mengusap lembut ke segala arah , ia tersenyum melihat tanda kepemilikan yang ada di gunuung padat yang sekarang miliknya . Ia seperti anak yang kehausan dan tidak mau di lepas .
Akemi melirik layar telefon genggam tuan muda Joon Woo yang ada di atas kasur , sudah 10 menit tuan muda Joon Woo bermain di gunuuungnya sambil memeluk tubuhnya . Akemi tersenyum sambil menciuuum rambut tuan muda Joon Woo .
Akemi bersuara ..
Tuan muda mandi dulu i-ya , coba lihat jamnya sekarang . Nanti saya tidak sempat beres beres pakaian nya looh .
Tuan muda bukan melepaskan pelukkannya tapi malah mengeratkan pelukkannya pada tubuh Akemi seperti anak kecil tidak mau lepas dari ibu nya.
Hei , jangan begini tuan muda , seperti kita tidak ke temu lagi ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Tuan muda mengangkat dagunya ke atas menatap wajah Akemi seraya bersuara .. kamu tidak suka i-ya saya peluk dan mengempeng di gunuung kamu ini ? Tanya tuan muda pada Akemi .
Hei bicara apa , sekarang ini milik kamu . Siapa bilang saya tidak mau , kalau bisa saya mau seharian tiduran dan bermanjaan dengan tuan muda … Tapi kan kita mau pulang ke Amerika Serikat ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo sambil menyiium dahi tuan muda .
Baiklah … saya mandi ucap tuan muda Joon Woo langsung melepaskan pelukkannya , dan langsung melangkah masuk ke kamar mandi untuk mandi .
__ADS_1
Akemi menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka tuan muda sebucin ini . Akemi bergegas bangun , langsung meraih baju tidur yang ada di pinggir kasur dan langsung memakainya .