
Flashback : Azura rasa bersalah dengan ucapan nya pada Akemi.
"Tidak apa apa Azura, aku saja yang terlalu sensitif hari ini.
Aku sayang kamu Akemi," ucap Azura sambil memeluk Akemi.
mereka berdua menangis sambil berpelukkan. Apapun terjadi kita tetap bersama ya Azura. ucap Akemi sambil melepaskan pelukan dan langsung menghapus airmatanya yang telah membasahi wajahnya yang putih. Akemi langsung menghulurkan jari kelingking, janji,,.kata Akemi ke Azura. Jari kelingking Azura langsung menempel di jari Akemi. Mereka tersenyum, kamu menangis jelek banget ucap Akemi pada Azura. Azura langsung mengulurkan lidahnya sambil melangkah ke meja belajar.
Udah Aaah, aku mau belajar, biar bisa dapat beasiswa masuk universitas.
Akemi pun melangkah ke lemari lagi untuk menyiapkan pakaian yang akan di bawa ke rumah nenek Chung Cha. Akemi memasukkan 1 koas putih dan celana santai ke dalam tas kecil. Tidak lama kemudian, terdengar pintu kamar di ketuk dari luar.
Tuk,,.tuk,.tuk
__ADS_1
Azura pun bangun dari tempat duduknya dan membukakan pintu. Oooh ibu, ada apa ya bu ? tanya Azura. Boleh ibu ketemu dengan Akemi, ucap pengurus Panti Asuhan.
boleh bu, sebentar Azura panggilkan dulu ya, kata Azura pada ibu pengurus Panti Asuhan.
Akemi ibu pengurus Panti Asuhan mau ketemu kamu tuh, kata akemi pada Azura pada Akemi.
Akemi pun melangkah ke arah pintu. Ooh ibu, tadi katanya ibu cari Akemi. 'Iya Akemi, ibu di suruh Panggil Akemi. kata ketua yayasan, Pak Supir Bu Chung Cha sudah menunggu Akemi di ruang tunggu." kata ibu pengurus Panti Asuhan. "Baik bu Terima kasih, Maaf sudah mereportkan ibu." ucap Akemi sambil menundukkan kepala pada ibu pengurus Panti Asuhan tanda maaf dan hormat. "Sama sama Akemi" jawab bu pengurus Panti Asuhan.
'Lelaki misterius' di sekolah, kata Akemi sambil memakai kaos kaki.
Kira kira siapa ya lelaki misterius itu Akemi ? tanya Azura lagi.
"eehhmmm kasi tau enggak ya" jawab Akemi sambil tersenyum.
__ADS_1
Oooo,..sudah main rahasia rahasian ni sama aku, ucap Azura.
hahaha,,..Akemi ketawa.
Selesai memakai sepatu, Akemi pun bangun dari duduknya dan langsung melangkah ke Azura dan Akemi langsung mencium wajah Azura. Saya berangkat dulu iya. Jangan pacaran terus ucap Akemi sambil tersenyum. Siapa yang pacaran sich jawab Azura sambil menjulurkan lidah nya pada Akemi. Buruan sana berangkat, udah di tungguin tuh. Oklah,,. Aku berangkat dulu iya Azura, sambil melangkah ke arah pintu.
krek pintu terbuka.
Akemi pun melangkah keluar dan langsung bergegas ke ruang tunggu.
“Maaf Pak, lama menunggu iya,” ucap Akemi sambil menunduk kepala tanda minta maaf dan hormat pada orangtua. Bu,,. Akemi berangkat dulu iya, ucap Akemi sambil menghulurkan tangannya pada bu ketua yayasan Panti Asuhan. 'iya Akemi, hati hati di sana iya Akemi." Kata bu ketua yayasan Panti Asuhan pada Akemi. "Silakan non," ucap Pak supir mempersilakan Akemi ke mobil. Akemi dan Pak supir melangkah ke arah mobil Mercedes Benz A-Class berwarna putih yang terparkir di parkiran.
Mobil Mercedes Benz A-Class pun melaju sedang di jalan, cuaca hari ini panas sekali sampai kaca mobil terasa panas. Perjalanan ke rumah nenek Chung Cha menempuh waktu sekitar 1 jam 40 menit. Sampailah Akemi di rumah nenek Chung Cha. Pintu pagar dan pagar yang mengelilingi rumah nenek Chung Cha menjulang tinggi dan megah. Dari pintu pagar sampai ke rumah nenek Chung Cha lumayan jauh kalau jalan kaki, kerna harus melewati taman menghijau yang luas dan pohon pohon yang rindang.
__ADS_1