
“Akemi melangkah ke ruang kerja nenek Chung Cha untuk memanggil Nenek Chung Cha makan siang. Sampai di ruang kerja Akemi pun mengetuk pintu ruang kerja nenek Chung Cha,
Tuk,.tuk,,.Tuk
Masuk, ucap nenek Chung Cha dari dalam.
Akemi membuka pintu, dan nenek Chung Cha masih mengecek dokumen yang menumpuk di atas mejanya, sambil tangannya memegang bulpen. Akemi memberanikan bersuara.
“Nenek makan yuk,” Ajak Akemi pada nenek Chung Cha. Nenek Chung Cha pun bangun dari bangku kemegahannya. sambil melangkah menghampiri Akemi. Cepat sekali kamu masak. “Beli atau masak” tanya nenek Chung Cha sambil tertawa. Akemi masaklah nenek. Jawab Akemi.
__ADS_1
Akemi dan nenek Chung Cha pun melangkah keluar dari ruang kerja menuju ruang makan sambil berpegang tangan dan bercanda. Sudah lama tidak mendengar nenek Chung Chan ketawa dan segembira seperti hari ini, setelah anak satu satunya meninggal kerna penyakit kanker. Setelah anaknya meninggal, Nenek Chung Cha banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja dan sabtu minggu juga nenek Chung Cha suka sendirian di kamar tanpa ada yang berani mengganggunya.
Sekitar lima langkah dari meja makan,Nenek Chung Cha tiba tiba berhenti. Dia kaget, Melihat makanan yang di masak Akemi berjajar di atas meja makannya yang berukuran besar. Semua yang di masak Akemi adalah makanan kesukaan nenek Chung Cha. Bau nya sudah tercium oleh nenek Chung Cha. Nenek Chung Cha tanpa dia sadari menelankan air liurnya.
Nenek Chung Cha langsung tersenyum. Kamu yang masak semua ini Akemi ? Tanya nenek Chung Cha. I-ya nenek semua ini Akemi yang masak, kalau nenek tidak percaya, nenek boleh tanya ibu yang temani Akemi di dapur. Nenek langsung tersenyum setelah menggoda Akemi.
Akemi langsung melangkah ke bangku dan menarik bangku buat nenek Chung Cha. Nenek tidak usah banyak bicara lagi, sekarang nenek makan i-ya. Kata Akemi sambil tersenyum.
Silakan Nyonya Besar kata Akemi sambil ketawa.
__ADS_1
Setelah nenek Chung Cha duduk.
Akemi langsung menyendokkan nasi dan meletakkan lauk di atas piring nenek Chung Cha. Ehhmm,,.sepertinya enak ni kata nenek Chung Cha. “Mudah mudahan masakkan Akemi cocok dengan lidah nenek” ucap Akemi sambil memandang wajah nenek Akemi.
Nenek langsung menyendok nasi dan lauk di atas piring dan langsung di masukkan kemulutnya. Nenek Chung Cha menikmati makanannya di mulutnya sambil menutup mata. Menguyahnya dengan perlahan - lahan, Cita rasanya yang lezat, Khas dan bumbunya terasa. Membuat nenek Chung Cha terus dan terus mengambil lauk di depannya. Akeminya melihat neneknya dari tadi hanya tersenyum.
Akemi pintar banget masaknya, enak banget kata nenek. Syukur kalau nenek suka, sekarang nenek makan yang banyak i-ya kata Akemi pada Nenek Chung Cha. “Lah Kenapa Akemi tidak makan ? kok hanya melihat nenek makan.” tanya nenek Akemi. Ni Akemi mau makan nek. Akemi pun langsung menyendok nasi ke piringnya.
Mereka makan sambil membicarakan buat persiapan kelulusan Akemi besok. Setelah makan, nanti kita langsung ke Mall Grand Ind****** iya ucap nenek Chung Cha. Iya nek jawab Akemi.
__ADS_1
“Akemi sebenarnya tidak mau di beliin baju, kerna baju yang di beliin nenek Chung Cha dari paris saja ada beberapa belum di pakai. Menurut Akemi sayang membuang uang membeli barang yang tidak di perlukan. Akemi sudah beberapa kali menolak, Tetapi nenek Chung Cha tetap berisi keras. Dan Akemi tidak mau membuat neneknya kecewa dengan penolaknya. Akemi tau apa yang di buat dan di lakukan nenek Chung Cha adalah yang terbaik buat dirinya.”