
Tuan muda Joon Woo meletakkan perlahan lahan tubuh Akemi di bangku pesawat jet . Kita take off sekarang iya kata tuan muda Joon Woo pada Akemi sambil mengusap airmata Akemi yang terus mengalir . Akemi hanya menganggukkan kepalanya .Tuan muda Joon Woo lansung memasangkan tali pinggang pada Akemi . Setelah selesai memasang tali pinggangnya , tuan muda Joon Woo langsung duduk di bangku sebelah Akemi .
Pesawat jet yang tuan muda Joon Woo dan Akemi pun Take off dari landasan untuk menuju Indonesia . Setelah merasa aman , Tuan muda Joon Woo melepaskan tali pinggang nya . ia memanggil pengawal pribadi membawakan ais batu dan handuk kecil . Tidak lama kemudian handuk kecil dan ais batu pun datang. Tuan muda ini handuk kecil dan ais batunya kata pengawal pribadi . Pengawal pribadi meletak di atas meja dan mundur untuk duduk di posisi semula .
Tuan muda yang lagi berdiri di depan Akemi langsung membungkukkan badannya untuk melepaskan tali pinggang Akemi . Tuan muda langsung jongkok di depan Akemi , sini berikan tangan kamu . Akemi memberikan tangan sebelah kanan , tuan muda Joon Woo mengangkat lengan baju Akemi sampai ke siku tidak ada luka hanya memar merah , dan sebelah lagi kata tuan muda Joon Woo lagi . Saat mau meluruskan tangannya , Akemi merasa perih rupanya ada luka di siku tangan sebelah kiri Akemi . Tuan muda memberi kode pada pengawal pribadi , tidak lama kemudian pengawal pribadi membawa kotak obat . Ini tuan muda kata pengawal pribadi tersebut .
__ADS_1
Lengan baju akemi sebelah kiri langsung di lipat sampai ke atas lengan . Tuan muda membersihkan dengan kapas yang sudah di tuangkan akohol . iirrg ,… tuan muda Joon Woo melirik ke arah wajah akemi yang masih basah karena butiran butiran yang keluar dari mata nya . Sudah jangan menangis lagi , sekarang kita kan lagi mau ketemu nenek di rumah sakit kata tuan muda Joon woo yang masih melihat wajah Akemi . Tuan muda Joon Woo menarik tisu dan langsung mengelap air mata Akemi , tuan muda terus menatap Akemi . Tanpa di sengaja bola mata Akemi melihat tuan muda , "Terima kasih sudah membawa saya ketemu nenek" dengan spontan memeluk leher tuan muda . Dan tanpa sengaja juga tuan muda menyiium leher putih Akemi dan tanpa sengaja bola mata tuan muda terlihat belahan kembarnya Akemi .
Akemi pun melepas pelukkannya karena berasa perih di sikunya … Aaarrg , tuan muda langsung bertanya . Kenapa tubuhmu sakit kah ? Akemi menunjukkan luka siku pada tuan muda .
Tuan muda langsung meraih hanspalast di kotak obat dan menempelkan hanspalast di luka siku Akemi . Tuan muda Joon Woo langsung menyenderkan tubuhnya Kembali ke bangku sambil memejamkan matanya . Akemi menarik beberapa tisu di depannya dan langsung mengelap mata yang masih basah .
__ADS_1
Akemi,.. Panggil tuan muda Joon Woo . Tolong kompreskan lengan saya kata tuan muda Joon Woo pada Akemi . Akemi melirik ke arah tuan muda yang sedang memejamkan matanya . Tanpa kata apa apa Akemi langsung bangun dari duduknya dan melangkah di depan tuan muda . Akemi langsung membungkukkan badannya dan membuka kancing baju tuan muda satu persatu . Tuan muda Joon Woo membuka matanya perlahan lahan , ia melihat belahan dari gunuuung Akemi pas di depan matanya . Tuan muda memberi kode pada pengawalan pribadi untuk menghadap ke belakang . Setelah selesai membuka kancing baju dan kancing lengan tuan muda Akemi langsung membuka baju tuan muda perlahan lahan . Mata Akemi tertuju ke arah tubuh tuan muda Joon , tiba tiba jantung Akemi berdetak kencang , Akemi buru buru mengeserkan mata dan tubuhnya untuk tidak melihat tubuh tuan muda . Akemi langsung mengambil Ais batu dan handuk kecil yang sudah di siapkan oleh pengawal pribadi tuan muda dan langsung memasukkan ais batu ke dalam handuk kecil .
Akemi melabuhkan pantatnya di bangku sebelah tuan muda Joon Woo. Masih biru guman Akemi ,,.. Akemi langsung mengkompres perlahan di tempat yang membiru di lengan tuan muda Joon Woo . Tuan muda hanya memejamkan matanyanya . "Sudah tau tangan masih sakit , tadi kenapa gendong saya" kata Akemi pada tuan muda Joon Woo . Tuan muda tidak menjawab dan masih memejamkan matanya . Akemi baru ingat salep Hangat di dalam tas ranselnya , kemrin sebelum keluar dari kamar tuan muda ia sempat mengambil salep hangat di atas meja dan melatakkan kembali ke dalam ranselnya . Ia langsung meletakkan handuk berisi ais batu di tempat semula .
Dan langsung mengambil tas ransel yang ada di bangku berhadapan dengan nya . Akemi membuka resleting tas ransel nya dan meraih salep yang ada di kantong depan ransel nya . Ia juga menarik beberapa kali tisu di depannya dan mengeringkan lengan tuan muda dengan tisu tadi . Setelah Akemi merasa kulit tuan muda sudah kering , Akemi langsung membuka penutup salep hangat nya dan langsung mengusap salep hangatnya ke seluruh lengan tuan muda . "Kamu bawa salep nya ? " tanya tuan muda . Akemi hanya menganggukkan kepalanya nya . Akemi bangun dari duduknya dan meraih baju tuan muda di bangku depan . Ia langsung berdiri di depan tuan muda Joon Woo .Membantu tuan muda Joon Woo memakai bajunya , tangannyanya masih sakit tanya Akemi pada tuan muda tuan muda . Tuan muda hanya menganggukkan kepalanya . Tanpa sengaja lagi bola mata tuan muda melihat belahan dari balik baju yang di pakai Akemi . Tuan muda menarik kolar baju Akemi ke belakang dengan ke dua tangan nya . Akemi kaget , dan buru buru mengancing kancing kameja tuan muda Joon Woo . Nanti pengawal pribadi saya malah melihat gratis kata tuan muda dengan wajah datar . Wajah Akemi memerah menahan malu ,,.memang saya sengaja , saya tidak murahan kata Akemi sambil melabuhkan pantatnya di bangku sebelah tuan muda Joon Woo .
__ADS_1
Suasana menjadi hening ,,,.
Akemi langsung melihat keluar jendela ,,. Tuhan sehat kan nenek ,… gumam Akemi sambil menetiskan air mata nya dan buru buru ia sapu dengan jari nya agar tidak terlihat tuan muda Joon Woo .