
Setelah Akemi selesai mandi , Akemi pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono di tubuhnya.
Akemi tersenyum melihat tuan muda Joon Woo masih tertidur pules di atas ranjang . Ia pun melangkah menghampiri tuan muda Joon Woo yang masih tertidur pules .
Tuan muda .. tuan muda panggil Akemi sambil mengusap pundak tuan muda dengan lembut .
Eheeeeemm … jawab tuan muda yang masih memeramkan matanya .
" Sudah pukul 18.15 , tuan muda tidak terasa lapar kah ? " ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo meraih jari mari Akemi yang masih dingin sambil di letakkan di wajahnya , Kamu sudah mandi i-ya ? tanya tuan muda Joon Woo pada Akemi .
" Sudah tuan muda " Jawab Akemi sambil tersenyum .
Kok tidak ajak saya mandi , kalau tidak kita kan bisa mandi bareng ucap tuan muda Joon Woo meledekin Akemi .
Otak tuan muda mesum sich … kita kan nikah hanya di atas kertas ucap Akemi sambil tersenyum .
Wajah tuan muda Joon Woo langsung berubah setelah mendengar Akemi mengucapkan "kita menikah hanya di atas kertas " .
Tuan muda Joon Woo bangun dan menyenderkan tubuhnya di pinggir Kasur , Ia memegang tangan Akemi .
Saya juga tidak tau sampai kapan kita harus menutupi pernikahan kita pada sekretaris Dae Shim , staf perusahaan dan orang orang terdekat kita termasuk pembantu rumah tangga yang berada di Amerika serikat . Tapi yang perlu kamu tau , Saya tidak ada kedekatan demiseksual dengan Wanita lain selain kamu . Jika Mieka ia adalah sahabat saya saat Sekolah tingkat menengah lagi . Dulu saat sekolah tingkat menengah , saya ada kedekatan dengan seorang wanita . Tetapi Wanita itu menikah setelah lulus sekolah dan Mieka lah menemani saya, saat saya down . Tetapi saya tidak ada perasaan sama sekali sama Mieka ucap tuan muda Joon Woo memegang tangan Akemi.
Maaf tuan muda , saya tidak meminta lebih dalam hubungan kita , saya sadar tuan muda menikah dengan saya juga karena terpaksa . Tapi , tuan muda perlu tau satu hal .. saya menikah dengan tuan muda ikhlas dari hati saya … saya menganggap bertemu dengan nenek dan nenek mengambil saya dari panti asuhan dan sekarang bertemu dan menikah dengan tuan muda . Itu semua sudah takdir dari tuhan . Setelah saya menikah dengan tuan muda .. saya tau tubuh saya memang sudah milik tuan muda, itu tidak bisa saya pungkiri .. tapi jangan sekarang karena saya masih takut dan juga masih kuliah ucap Akemi sambil tersenyum .
Tuan muda Joon Woo mendengar nya langsung mengusap rambut Akemi dengan lembut dan bibirnya mendekati kuping Akemi . " Kalau saya tidak bisa tahan bagaimana ? " kamu tidak kasian sama saya bisik tuan muda Joon Woo sambil menyiium wajah Akemi dan langsung berdiri melangkah masuk ke kamar mandi .
Akemi terdiam , tiba tiba bulu remangnya berdiri . Tuan muda otak nya mesum amat sich gumam Akemi .
Saat Akemi mau melangkah ke koper ..
Kepala tuan muda Joon tiba tiba muncul dari balik pintu kamar .
Akemi … Tadi saya ada belii kamu baju , pake baju yang saya beli saja yang ada di paper bag itu ucap tuan muda Joon Woo .
Di mana ? tanya Akemi .
Coba lihat di atas sofa , sepertinya tadi saya letakkan di situ ucap tuan muda Joon Woo sambil masuk Kembali ke dalam kamar mandi .
Akemi melangkah ke arah sofa lalu ia langsung raih tiga paper bag dan Melangkah ke ranjang sambil melabuhkan patatnya di kasur . Akemi Membuka paper bag satu persatu sambil menggelengkan kepalanya .
" Kapan tuan muda pesan baju baju ini buat aku ? " gumam Akemi . Akemi meraih pakaian dalam yang ada di paper bag dan ia langsung buru buru pakai pakaian dalamnya. Setelah selesai , Akemi pun meraih dress panjangnya di atas lutut . Ia mecoba berkali kali menresleting dress nya , tapi tidak bisa bisa . Malah rambutnya yang tersangkut di resleting .
__ADS_1
Sial banget sich ucap Akemi dengan wajah kesal .
Tidak lama , tuan muda Joon Woo keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan handuk di pinggangnya .
Akemi menundukkan kepalanya dan langsung bersuara saat tuan muda sudah mendekatinya .
" Tuan muda, bisa tidak bantu saya ? " Tanya Akemi .
" Bantu apa ? " tanya tuan muda Joon Woo sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil .
Ini .. Akemi menunjukkan rambutnya tersangkut di resleting dress nya .
Tuan muda Joon Woo tersenyum melihatnya .
Sini ucap tuan muda . Akemi memalingkan tubuhnya membelakangi tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo perlahan lahan mengeluarkan rambut Akemi dari resleting .
Bola mata Tuan muda melirik ke arah kulit tubuh Akemi yang putih mulus dan tali BH berwarna hitam yang menempel di kulit tubuh Akemi . Tuan muda Joon Woo perlahan menarik resleting dress Akemi sambil menelan saliva .
Akemi mengangkat rambutnya , Terima Kasih ucap Akemi sambil membalikkan badannya ke arah Akemi .
Ooh i-ya , ngomong ngomong terima kasih i-ya sudah belii baju baju itu buat saya ucap Akemi .
Akemi langsung melangkah menghampiri koper …
" tuan muda mau pake baju apa ? "tanya Akemi .
Saya pake kaos santai saja Jawab tuan muda Jiem .
Akemi membuka kopernya meraih celana panjang , kaos hitam lengan panjang dan celana boxer .
Saya letakkan di sini i-ya ucap Akemi sambil meletakkan pakaian tuan muda di Kasur .
Tuan muda Joon Woo hanya menganggukkan kepalanya .
Akemi melirik ke arah , Tuan muda Joon Woo yang sedang melihat email dan pesan yang masuk di layar telefon genggamnya .
Akemi melangkah ke koper mengambil tas makeup dan tas kecil peralatan tuan muda Joon .
Dan ia melangkah lagi ke meja rias yang ada di kamar itu . Ia memoles wajahnya dengan sedikit makeup dan langsung menyisir rambutnya .
Tiba tiba tuan muda memanggilnya ..
__ADS_1
Akemi … panggil tuan muda Joon Woo .
Akemi membalik posisinya ke arah tuan muda Joon Woo , I-ya tuan muda jawab Akemi .
Tolong bantu saya pakaikan kaos in ucap tuan muda sambil memandang wajah Akemi .
Akemi langsung bergegas bangun dari bangku rias dan langsung menghampiri tuan muda Joon Woo .
Akemi meraih kaos yang di pegang tuan muda Joon Woo , perlahan Akemi memakainya .
Tuan muda Joon Woo melingkar tangannya di pinggang Akemi … Akemi perlahan mendekatkan bibirnya ke kuping tuan muda Joon Woo dan langsung membisikkan ke kuping Tuan muda Joon Woo .
Saya sudah lapar bisik Akemi sambil tersenyum .
Berani beraninya kamu memainkan saya ucap tuan muda Joon Woo sambil memeluk tubuh Akemi .
" Saya mainkan apa ? tuan muda saja yang fikirannya mesum " ucap Akemi sambil menyiuum pundak tuan muda Joon Woo .
Buruan bersiap , saya benar benar sudah lapar ucap Akemi lagi sambil tersenyum .
Tuan muda Joon Woo pun langsung melangkah ke meja rias untuk menyisir rambut nya dan memakai minyak wangi . Akemi pun melangkah ke meja rias mengambil minyak wangi yang ada di dalam tas kecilnya . Ia menyemprotkan di leher dan pergelangan tangan nya . Tuan muda Joon Woo mendekati Akemi , tiba tiba menyiium dahinya .. " Maaf i-ya sudah buat kamu lapar " ucap tuan muda Joon Woo sambil menatap Akemi .
I-ya tidak kenapa kenapa kok tuan muda ucap Akemi .
Tuan muda Joon Woo meraih telefon genggamnya yang ada di atas meja dan langsung menelefon sekretaris nenek Chung Cha .
Sebentar lagi saya akan turun ucap tuan muda Joon Woo . Setelah selesai , ia langsung memasukkan telefon genggamnya di kantung celananya .
Tuan muda Joon memandang ke arah Akemi yang sedang memakai sepatu .
*Foto hanya ilustrasi saja
Akemi menghampiri tuan tuan muda Joon Woo .
"Kamu sudah siap ? " tanya tuan muda pada Akemi . Akemi menganggukkan kepalanya .
Mari kita turun ucap tuan muda Joon pada Akemi dan langsung meraih tangan Akemi . Mereka pun melangkah untuk turun ke lobby .
Sekretaris nenek Chung Cha melihat tuan muda Joon Woo keluar dari lift , ia langsung bergegas menghampiri .
Tuan muda Joon dan Akemi langsung melangkah ke Mobil yang sudah siap di pintu lobby , ia dan Akemi langsung masuk ke dalam mobil . Tidak lama setelah tuan muda Joon Woo dan Akemi masuk ke dalam mobil , mobil pun langsung meluncur keluar dari kawasan hotel .
__ADS_1