
Akemi berlutut perlahan lahan membuka kameja tuan muda Joon Woo . Hidung Akemi mengenai kulit pundak tuan muda Joon Woo . Tiba tiba Jantung Akemi berdetak kencang di tambah pula menyiium harum tubuh tuan muda Joon Woo . Di tambah lagi Kepala tuan muda Joon Woo di senderkan di leher Akemi ,Tanpa tuan muda Joon Woo sengaja melihat belahan gunuuungg milik Akemi di balik baju .
Sakit Iya tanya Akemi … tuan muda hanya mengangguk kepalanya di leher Akemi . Akemi dapat merasakan biibir tuan muda Joon Woo di kulit lehernya . Setelah bisa membuka kameja tuan muda , Akemi bangun dan berdiri … melangkah menaruh kameja tuan muda Joon Woo bersama blouse dan jas tuan muda pakai tadi .
Akemi melirik ke tuan muda Joon Woo yang sedang membuka gasper nya . Tuan muda mau ngapain buka gesper ? Tanya Akemi dengan spontan .
Mau buka gasper lah , kurang nyaman kalau tidur pakai gasper ucap tuan muda Joon Woo .
Akemi melangkah menghampiri tuan muda yang mengeluarkan gasper dari lingkaran celananya .
Sini saya bantu ucap Akemi . Setelah mengeluarkan gasper , Akemi meletakkan gasper di meja pinggir kasur . Akemi melabuhkan pantatnya di sebelah tuan muda Joon Woo . Sini coba saya lihat memarnya , Akemi langsung memegang pundak tuan muda Joon Woo , melihat memar di lengan . Akemi mengusap lembut sambil meniup memar tuan muda Jiem , maafin saya i-ya ucap Akemi sambil memandang wajah tuan muda Joon Woo . Makanya jangan asal pukul saja ucap tuan muda Joon Woo menggelengkan kepalanya sambil tersenyum memandang wajah Akemi .
Nanti saat keluar , berobat sebentar i-ya ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Nanti saja aahh, kalau sudah di Indonesia jawab tuan muda Joon Woo .
Ya sudah , tapi nanti anter saya ke apotik . Saya mau beli obat sapu untuk meriangkan sakitnya ucap Akemi lagi .
Tuan muda Joon Woo hanya menganggukkan kepalanya .
Sekarang tuan muda istirahat dulu , sambil membantu tuan muda Joon Woo merebahkan tubuhnya di kasur . Nanti sore kan kita mau keluar ucap Akemi lagi . Setelah tuan muda sudah dengan posisi tiduran , Akemi berlutut melangkah tubuh tuan muda . Tuan muda Joon Woo langsung menarik lengan Akemi . Bruuuuuk …. Tubuh Akemi langsung terjatuh di pelukkan tuan muda Joon Woo . Kamu mau kemana ? tanya tuan muda Joon Woo .
Mau tiduran lah … kenapa suka tarik tarik sich ? ucap Akemi yang masih dalam pelukan tuan muda Joon Woo . Mau saya pelukkan , nih saya peluk biar sekalian tidak bisa nafas ucap Akemi sambil ketawa . Kamu mau bunuh saya ucap tuan muda Joon Woo dengan nada manja . Akemi tersenyum , sambil memainkan hidung tuan muda Koon Woo dengan jarinya . Tuan muda Joon woo menatap Akemi sambil tersenyum .
__ADS_1
Akemi perlahan turun dari tubuh tuan muda , tetapi tangannya masih melingkar di dada tuan muda Joon Woo . Akemi berhenti dengan posisi miring sambil menyenderkan kepalanya di dada dan tangannya melingkar di tubuh tuan muda Joon Woo . Tangan tuan muda memeluk tubuh Akemi sambil mengusap belakang tubuh Akemi . Membuat Akemi nyaman dalam pelukan Tuan muda Joon Woo .
Saya nyaman seperti ini jangan bergerak ucap Akemi Sambil memeramkan matanya . Tuan muda Joon Woo tersenyum mendengarnya .
Tiba tiba telefon genggam tuan muda Joon berdering .. tuan muda Joon Woo langsung meraih perlahan dan di lihatnya vediocall dari Mieka . Akemi melirik dan mencoba bangun . Dengan satu tangan , tuan muda Joon Woo langsung mengangkat tubuh Akemi naik ke atas tubuhnya .
"Kan kamu bilang nyaman , sekarang tidur peluk saya daripada nanti saya minta lebih " ucap tuan muda Joon Woo sambil tersenyum .
Akemi langsung meletakkan kepalanya di pundak tuan muda , dengan posisi bibiir nya mengenai leher tuan muda Joon Woo dan tangan Akemi mengusap lembut rambut tuan muda .
#Foto Hanya Ilustrasi saja
Mieka kaget melihat tuan muda Joon Woo di peluk seorang wanita . selama ini yang ia kenal tuan muda Joon Woo tidak pernah dekat dengan wanita lain . Kenapa ia bisa sedekat itu dengan wanita ? Gumam Mieka .
Hei Joon Woo .,, katanya kamu lagi pergi ke pemakaman nenekmu . Kenapa sekarang tidur dengan seorang wanita ? Ucap Mieka menahan sabar .
Pemakaman nenekku sudah selesai tadi pagi , sekarang aku lagi istirahat ucap tuan muda Joon . Istirahat dengan seorang wanita , kalau dia hamil bagaimana ? Ucap Mieka lagi .
Kalau dia hamil , saya lebih bahagia jawab tuan muda Joon Woo sambil mengusap belakang tubuh Akemi .
Dengan wanita seperti itu yang kamu tidak kenal asal usulnya, Coba tanya dia , dia sudah berapa puluh kali tidur dengan laki laki lain ? Saya tidak menyangka kamu lelaki seperti ini ucap Mieka .
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari Mieka … tanpa di sadari Akemi , menetiskan airmatanya ,mia mencoba bangun dari tuan muda Joon Woo . Tetapi di tahan dan pelukkan tuan muda tambah erat .
Mieka … apa yang kamu bicarakan ? Apa selama ini aku pernah dekat dengan wanita lain , selain berteman denganmu . Apa aku pernah menyentuhmu selama aku berteman ? … aku tau apa yang terbaik buat diriku . kamu fikirlah … aku tidak akan melakukan ini , jika aku tidak ada hubungan yang serius dengannya . Jadi berhati hati dengan ucapan kamu terhadap dia . Aku tidak mau karena ini, hubungan pertemanan baik antara kita putus ucap tuan muda . Ya sudah aku mau istirahat dulu ucap tuan muda Joon Woo . Langsung memutuskan vediocall sepihak .
Hei , kamu kenapa menangis ? tanya tuan muda mengangkat kepala Akemi .
Maafin saya i-ya , karena saya kalian berantam ucap Akemi meletakkan kepalanya di leher tuan muda .
Sekarang kamu dengar kan , saya dan Mieka tidak ada hubungan … dan satu lagi yang terpenting sekarang jangan ada yang tau dulu pernikahan kita . Agar tidak ada yang menganggu kuliah dan dirimu ucap tuan muda Joon Woo .
Akemi hanya menganggukkan kepalanya . Perlahan turun dari tubuh tuan muda Joon Woo . Tiduran dengan posisi miring kepalanya di lengan tuan muda sambil memeluk tubuh tuan muda Joon Woo .
Kita tidur i-ya , tidak usah di fikirkan itu lagi ucap tuan muda mengecup lembut dahi Akemi dengan biibirnya .
Akemi tiba tiba bangun …
Mau kemana ? Tanya tuan muda Joon Woo sambil mengusap lembut pinggang Akemi . Mau selimuti tubuhmu sambil menarik selimut menutupi tubuh tuan muda Joon Woo sampai ke dada bidangnya .
Tidak lama , Mungkin mereka lelah … mereka tertidur dengan saling berpelukan .
Sinar matahari mulai redup …
Akemi terbangun karena berasa lapar , perlahan membuka matanya . Ia perlahan melepaskan tangan tuan muda Joon Woo yang sedang memeluknya . Dan langsung melangkah ke meja sofa , meraih telefon genggamnya di dalam tas . Melihat jam di telefon genggamnya sudah menunjukkan pukul 17 . 50 . Ia meletakkan telefon genggamnya di atas meja dan bergegas melangkah ke kamar mandi untuk mandi .
__ADS_1