Pernikahan Mendadak Dengan CEO

Pernikahan Mendadak Dengan CEO
Acara Pemakaman Nenek


__ADS_3

Setelah selesai tuan muda Joon Woo berbicara dengan Sekretaris nenek Chung Cha , ia langsung melangkah ke arah pintu mobil Akemi dan langsung membukakan pintu nya . Tuan muda Joon Woo menganggukkan kepalanya , minta Akemi turun dari mobilnya . Akemi pun melangkah keluar dari mobil Mercedes – Benz S 450 L dan langsung melihat keliling di pemakaman . Tuan muda Joon Woo langsung mengenggam tangan Akemi dan melangkah ke perkarangan pemakanan nenek Chung Cha . Tuan muda Joon Woo , Akemi dan sekretaris nenek Chung Cha berdiri di upacara pemakaman nenek Chung Cha .


Ya tuhan peluklah diri ku hingga hatiku bisa merasa tenang dan damai . Hapuskanlah air mataku hingga aku bisa merasa sabar dan ikhlas untuk menghadapi ini semua gumam Akemi sambil menetiskan airmatanya . Tuan muda Jiem melirik ke arah Akemi , ia langsung memeluk tubuh isterinya Akemi ,.. kamu harus kuat .. Teruslah melangkah jangan menyerah hanya karena satu orang meninggalkan kamu untuk selamanya , Teruslah melangkah kisahmu … perjalananmu belum berakhir Akemi ucap Tuan muda Joon Woo sambil mengusap lembut pundak Akemi . Akemi hanya diam , tubuhnya sudah tidak berdaya saat melihat peti mayat nenek Chung Cha di masukkan ke dalam tanah . Akrmi melihat semua proses yang di lakukan , Sampailah acara pengebumian nenek Chung Cha selesai . Tubuh Akemi tidak lepas dari pelukkan oleh tuan muda Joon Woo .


Akemi mari kita pulang ucap tuan muda Joon Woo . Akemi hanya menganggukkan kepalanya, Langkahnya berat tidak berdaya tiba tiba bruuuukkk ….Langsung bisa di tangkap tuan muda Joon Woo .

__ADS_1


Tuan muda Joon Woo langsung mengendong Akemi masuk ke dalam mobil Mercedes – Benz S450 L .


Mobil langsung meluncur meninggalkan kawasan pemakaman .


Di dalam mobil …. Tuan muda Joon Woo mengusap lembut wajah Akemi , kepala Lin di pangkuan Tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo memberi minyak angin pada hidung Akemi . Akemi … Akemi … panggil tuan muda Joon Woo . Sekitar sepuluh menit Akemi pun tersadar , perlahan lahan membuka matanya . Ia langsung buru buru untuk bangun dari pangkuan paha tuan muda Joon Woo . Tetapi tubuhnya di tahan oleh tuan muda Joon Woo , tangan tuan muda melingkar di Pundak Akemi . Maafkan saya telah mereportkan tuan muda terus ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo menatap Akemi sambil tersenyum tanpa berkata apa apa pada Akemi .

__ADS_1


Tuan muda Joon Woo langsung melangkah masuk ke dalam lobby sambil bergandengan tangan .. di sambut dengan ramah oleh staf hotel tersebut . Sekretaris nenek Chung Cha menghampiri Tuan muda Joon Woo . Sekretaris , minta pengawal istirahat saja di kamar . Tidak usah mengikuti saya . sekitar pukul 14.00 baru saya akan keluar . Kalau kalian mau makan, tidak usah segan segan pesan makanannya di hotel ini ucap tuan muda Joon Woo . Baik lah jawab sekretaris nenek Chung Cha sambil menundukkan kepalanya . " Oh iya ini pesanan tuan muda tadi " ucap sekretaris nenek Chung Cha sambil menyerahkan tiga paper bag . Tuan muda Joon Woo langsung meraih paper bagnya , terima kasih ucap tuan muda Joon Woo . Silakan tuan ucap staf hotel yang mengantar mereka ke kamar hotel . Tuan muda Joon Woo dan Akemi pun melangkah mengikuti staf hotel tersebut . Mereka menaiki lift sampai di lantai dua puluh tujuh pintu Lift pun terbuka . Staf hotel , tuan muda Joon Woo dan Akemi pun keluar menuju ke kamar . Tibalah mereka di pintu kamar yang lumayan besar , staf hotel langsung membuka kamarnya dan mempersilakan tuan muda Joon Woo dan Akemi masuk . Tuan muda Joon Woo dan Akemi pun melangkah masuk , Akemi melihat seisi ruangan . Tidak lama yang membawa koper koper tuan muda Joon Woo dan Akemi muncul, ia langsung memasukkan koper koper tersebut di kamar utama . Selamat beristirahat tuan dan puan ucap salah satu dari mereka sambil menundukkan kepalanya , kalau tidak ada apa apa lagi , kami pamit keluar dulu ucap salah satu staf hotel . Baiklah jawab tuan muda Joon Woo .


Akemi , melangkah ke kamar utama di susuli tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon membuka jas dan dasinya langsung di lemparkan sofa . Membuka sepatu dan kaos kaki nya dan langsung di ganti dengan sendal hotel . Tuan muda Joon Woo langsung melangkah masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya . Tidak lama tuan muda Joon Woo masuk ke kamar mandi langsung berteriak memanggil Akemi … Akemi , tolong ambilkan pencuci wajah saya ucap tuan muda Jonn Woo sambil berteriak . Akemi yang lagi tiduran di Kasur langsung melangkah ke koper mengambil tas kecil , ia bergegas berlari ke kamar mandi . Ini tuan muda ucap Akem sambil menyerahkan tas kecil peralatan mandi tuan muda da Akemi . Tolong ambilkanlah tangan saya basah ni ucap tuan muda Joon Woo sambil menggelengkan kepalanya … Maaf ucap Akemi sambil membuka resleting tas kecil dan langsung menyerahkan pencuci wajah tuan muda . Kamu sekalian cuci wajahnya ucap tuan muda Joon Woo . Dengan terpaksa Akemi mendekati wastafel marmer, ia membasahi wajahnya untuk mencucu wajah dan langsung meraih pencuci wajah yang ada di tas kecil .Tuan muda Joon Woon yang sudah selesai mencuci wajah meraih handuk dan langsung berjalan keluar dari kamar mandi . Tidak lama kemudian Akemi pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan wajahnya . Ia melangkah ke kopernya mengambil kaos putih dan celana pendek . berjalan Kembali ke kamar mandi untuk menyalin pakaiannya , setelah selesai Akemi pun melangkah keluar membawa dress yang barusan ia pakai sambil di letakkan Bersama jas tuan muda di atas sofa . Akemi menggeliatkan tubuhnya sambil mengikat rambutnya . Tuan muda Joon Woo yang sedang menyenderkan tubuhnya pinggir ranjang sambil melihat email dan pesan yang masuk di telefon genggamnya . Tuan muda saya tiduran sebentar i-ya ucap Akemi sambil mengangkat bedcover . Tuan muda Joon Woo menganggukkan kepalanya sambil sibuk melihat email dan pesan di layar telefon genggamnya . Oh I-ya tuan muda mau kaos kah ? sebelum saya tidur , saya bantu ambilkan di koper ucap Akemi . Tidak, Tapi tolong bukakan kameja saya saja ucap tuan muda Joon Won .


Akemi bangun dari tidurannya , perlahan ke arah tuan muda Joon Woo yang sedang melihat telefon genggamnya . Tiba tiba jantung Akemi berdetak kencang , Akemi mengarahkan tangannya ke kancing kameja tuan muda , di buka satu persatu kancingnya . Terlihat jelas dada bidang tuan muda Joon Woo , setelah selesai membuka kancing lengan kiri dan kanan .

__ADS_1


Perlahan lahan iya , lengan saya masih terasa sakit ucap tuan muda Joon Woo sambil meletak telefon genggamnya di atas meja yang berada di pinggir ranjang . "Tangannya masih sakit ? " tanya Akemi lagi . tuan muda Joon Woo hanya menganggukkan kepalanya ……


__ADS_2