Pernikahan Mendadak Dengan CEO

Pernikahan Mendadak Dengan CEO
Malam Panjang


__ADS_3

Tuan muda Joon woo melangkah keluar dari kamar mandi sambil mengelap wajahnya seraya melirik ke arah Akemi yang duduk di sofa . Tuan muda Joon Woo memanggil Akemi yang sedang duduk di sofa .


Akemi cuci wajahmu dan sikat gigimu dulu , baru tidur ucap tuan muda Joon Woo .


I-ya jawab Akemi langsung bangun dari duduknya , dan ia langsung melangkah masuk ke kamar mandi .


Menggosok gigi dan mencuci wajahnya dengan pencuci wajah .. Pencuci wajah ku tinggal sedikit , tadi segala lupa beli di apotik gumam Akemi


Setelah selesai mencuci wajah dan menyikat gigi . Akemi langsung keluar dari kamar mandi masih memegang handuk kecil di tangannya . Bola mata Akemi melirik ke arah tuan muda Joon Woo yang sudah tiduran di ranjang masih mengenakan kamejanya .


Tumben tuan muda masih mengenakan kameja saat tidur , beberapa kali lihat tuan muda tidur tidak pernah mengenakan baju . Apa tangan tuan muda Joon Woo masih sakit i-ya gumam Akemi sambil meraih paper bag yang ada di atas meja pinggir kasur . di dalam paper bag tersebut ada baju tidur .


Akemi melangkah kembali ke kamar mandi untuk mengenakan baju tidur yang di belikan tuan muda Joon Woo . Akemi langsung mengenakan baju tidur yang di belikan tuan muda Joo Woo, ia tidak sengaja tidak mengenakan BH karena Akemi sudah terbiasa tidur tanpa mengenakan BH .


Baju tidur terusan yang di kenakan Akemi lumayan terlihat lekuk guunungnya yang padat dengan tali kecil di bahunya , panjang baju tidur di atas lutut membuat paha putihnya terlihat . Bahannya tidak transparan karena terbuat dari bahan satin , tetapi lekuk guunuung dan tonjolan kecil di dadaaanya terlihat dari balik baju tidur yang ia pakai .


Setelah selesai mengenakan baju tidurnya.


Akemi pun keluar dari kamar mandi sambil melirik ke arah tuan muda Joon Woo . Akemi langsung melangkah untuk mematikan setengah lampu kamar tidur . Akemi langsung melangkah ke kasur untuk tidur . Tiba tiba Akemi mendengar Tuan muda Joon Woo memanggilnya .


Akemi … tolong bukakan baju saya ucap tuan muda Joon Woo sambil duduk menyenderkan tubuhnya ke ranjang .


Sebentar saya ambilkan cream yang tadi di beli i-ya tuan muda ucap Lin langsung berjalan ke arah sofa . Lin langsung mengambil jaketnya dan tangannya di masukkan di saku kantong jaket . ia langsung meraih kantong plastik yang di dalamnya ada cream buat tuan muda Joon Woo .


Akemi langsung bergegas kembali ke tuan muda Joon Woon yang sedang menyenderkan di ranjang .


Tuan muda Joon Woo melirik ke arah Akemi yang berjalan ke arahnya mengenakan baju tidur yang ia beli .


Ya tuhan aku bisa kuatkah ? . Kenapa setelah aku menikah dengan dia , keinginan bathin dan hasratku kadang tidak bisa di kontrol . Selama ini aku melihat wanita pakaian lebih seksi dari dia , aku masih biasa biasa saja . Tapi kenapa dengan dia aku susah untuk mengendalinya keinginan bathin ku gumam tuan muda Joon Woo .


Tuan muda kok bengong ? sakit i-ya ? Tanya Akemi melabuhkan pantatnya di pinggir kasur dekat tuan muda Joon Woo .


Kalau di gerakkan agak sedikit sakit jawab tuan muda Joon Woo .


Akemi membantu tuan muda Joon Woo membuka kancing kameja tuan muda Joon satu persatu dan dengan perlahan membukanya .


Tahan i-ya ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .


Tuan muda Joon Woo menyenderkan wajah di pundak Akemi membuat detak jantung Akemi bertambah kencang . Akemi meraih cream yang ada di meja dan langsung membukanya . Kepala Tuan muda Jiem masih di senderkan di pundak Akemi dengan ke dua tangan tuan muda Joon Woo sekarang melingkari di pinggang Akemi . Dengan perlahan Akemi mengusap lembut cream di memar tangan tuan muda Joon Woo .


Sudah tau tangannya sakit masih saja mau menggendong saya ucap Akemi sambil menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


Tuan muda Joon Woo bersuara meminta Akemi duduk di pangkuanya .


Akemi duduk di sini ucap tuan muda Joon Woo menarik tangan .


Akemi dengan terpaksa perlahan melangkah dengan lutut nya naik ke kasur , belum sempat Akemi duduk, tubuh Akemi langsung di tarik oleh tuan muda Joon Woo .


Tuan muda Joon Woo langsung memeluk tubuh Akemi sangat erat .


Di kamar Hening seketika ..


Tadi saya dengar kamu mau pulang ke Indonesia , kerja dan kuliah di sana ucap tuan muda Joon Woo .


I-ya jawab Akemi seraya mengganggukkan kepalanya .


Kenapa ? Tanya Tuan muda Joon Woo mengusap lembut pinggang Akemi .


Yang membiayai saya kuliah di M***** itu nenek , sekarang nenek sudah tidak ada lagi ucap Akemi meletak kepalanya di pundak tuan muda Joon Woo seraya menutup matanya .


Siapa yang mengizinkan kamu pulang ke Indonesia , kerja dan kuliah di sana tanya tuan muda Joon Woo .


Akemi hanya terdiam tanpa menjawab apa apa .


Saya tidak mengizinkan kamu pulang ke Indonesia karena kamu sudah sah secara hukum isteri saya .


Semua kebutuhan dan apa keperluan kamu saya akan tanggung ucap tuan muda Joon Woo .


Jadi tidak ada alasan untuk kamu untuk tidak kuliah atau meninggalkan saya sendiri di Amerika Serikat ucap tuan muda Joon Woo masih memeluk tubuh Akemi .


Maafkan saya sudah mereportkan kamu terus ucap Akemi .


Saya tidak merasa di reportkan, saya melakukan itu sudah kewajiban saya ..


walaupun saya belum mendapatkan hak saya ucap tuan muda Joon Woo dengan nada perlahan . Tetapi terdengar jelas di kuping Akemi .


Akemi memindahkan wajahnya menatap wajah tuan muda Joon Woo .


Saya mendengarnya i-ya bisik Akemi pada tuan muda Joon . Tuan muda Joon Woo memeluk erat tubuh Akemi , tangan sudah mulai mengusap bokooong Akemi .


Tuan muda ,.. kamu lihat kan tadi saya beli pembalut wanita bisik Akemi .


Tuan muda Joon Woo mengangguk kepalanya .

__ADS_1


Tapi boleh kah saya memiliki itu sekarang seraya menunjuk ke gunuung padat Akemi .. tanya tuan muda Joon Woo dengan nada berharap .


Jantung Akemi berdetak kencang perasaan takut , Sampai ia belum menjawab pertanyaan tuan muda Joon Woo .


Akemi … kalau kamu belum siap, saya tidak akan memaksa kamu melakukannya ucap Tuan muda Joon Woo perlahan melepaskan tangannya dari tubuh Akemi .


Tuan muda Joon Woo tidak akan memaksa Akemi melakukannya . Harusnya ia juga bisa mengontrol keinginan bathin nya , tetapi tuan muda Joon Woo juga heran kenapa sekarang ia ingin sekali mencicipi tonjolan yang ia lihat dari balik baju tidur Akemi .. aaahhhh gilaaaa gumam tuan muda Joon Woo .


Ruang kamar seketika hening …


Hanya terdengar suara penghangat ruangan yang berbunyi di sudut kamar .


Tuan muda … Saya kan ada tamu bulanan bisik Akemi , bibiirnya mengenai kuping tuan muda Joon .


Saya hanya minta itu saja ucap tuan Joon Woo kembali memeluk Akemi .


Akemi menganggukkan kepalanya .., wajah tuan muda Joon Woo langsung mengukir senyuman .


Tuan muda Joon Woo menatap wajah Akemi dengan perlahan mendekati hidung Akemi , ia menyiium hidung Akemi perlahan turun ke bibiir Akemi dan langsung mengecup bibiir Akemi perlahan , tapi lama kelamaan membuat Akemi kehabisan nafasnya . Tangan tuan muda Joon Woo Menurun tali kecil baju tidur Akemi .


Akemi langsung meletakkan wajahnya di leher tuan muda Joon Woo … Malu ucap akemi berbisik .


Tuan muda Joon Woo mengangkat wajah Akemi dari lehernya . Ia langsung melihat gunuuung padat milik Akemi dan tersenyum . Mulai sekarang Ini milik saya bisik tuan muda Joon Woo pada Akemi . Biibir tuan muda Joon mulai merebet keleher Akemi , mengecup habis tanpa ada sisa di leher Akemi dan membuat kepemilikan nya . Tangannya mulai perlahan memegang gunuung padat milik Akemi .


Akemi memeram kan matanya .


Rasa takut , deg degan dan nikmat menjadi satu .


Perlahan menidurkan Akemi di kasur . Tuan muda Joon Woo langsung menindih tubuh Akemi yang setengah terlannjang . Mulai menyiuum kembsl Akemi, perlahan bibiirnya turun ke gunuung padat Akemi seraya bermain di tonjolan berwarna coklat kepink'an dan langsung melahap seperti kehausan … Lin bersuara .


Tuan muda Joon Woo melirik ke arah Akemi dan tersenyum .


15 menit bermain dan melahap gunuuung padat milik Akemi serta membuat tanda kepemilikan nya .


Tuan muda Joon Woo bersuara , mengajak Akemi tidur .


Tidur yuk … besok pagi kita harus balik lagi ke Amerika Serikat ucap tuan muda Joon Woo pada Akemi .


Akemi menganggukkan kepalanya . Mereka pun tidur berpelukan .


__ADS_1


*Foto hanya ilustrasi saja


__ADS_2