Pernikahan Mendadak Dengan CEO

Pernikahan Mendadak Dengan CEO
Masak Buat Nenek Chung Cha


__ADS_3

Sampailah Akemi di rumah nenek yang sangat megah. Akemi langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah nenek Chung Cha. Pelayan menyambut Akemi dengan sangat ramah. Selamat datang nona Akemi, Mari Akemi saya anter ke ruang kerja Nyonya besar kata salah satu pelayan di rumah nenek Chung Cha. Silakan nona, ikut saya. Kata pelayan tersebut.


Akemi melangkah mengikuti pelayan dari belakang. Mereka pun Sampai di sebuah pintu yang sangat besar. Pelayan nenek Chung Cha langsung mengetuk pintu,


Tuk,,.tuk,,.tuk


Silakan masuk, terdengar suara nenek Chung Cha dari dalam. Pelayan nenek Chung Cha pun membuka pintu, Dan mempersilakan Akemi masuk. Silakan masuk Nona Akemi, ucap pelayan tersebut sambil tersenyum. Akemi pun melangkah masuk, Akemi melihat nenek Chung Cha lagi sibuk mengecek dokumen. Selamat siang Nenek,,.ucap Akemi. Cucuku..,Nenek pun melepaskan bulpen di tangannya dan berdiri dari bangku kemegahannya sambil melangkah. Akemi juga menghampiri nenek Chung Cha. Akemi kangen sangat sama nenek, ujar Akemi sambil memeluk nenek Chung Cha. Airmata Akemi tiba tiba saja mengalir tanpa Akemi sadari. Tetesan airmata Akemi terkena lengan nenek Chung Cha.


“Hey, kenapa kamu menangis” tanya nenek Chung Cha.

__ADS_1


Akemi kangen nenek, jawab Akemi sambil memeluk nenek Chung Cha.


Sudah jangan menangis lagi, sekarang ka nenek sudah di depan kamu. Kata nenek Chung Cha sembil mengusap rambut Akemi dengan lembut. Akemi perlahan lahan melepaskan pelukan dari nenek Chung Cha. Nenek masih banyak kerja ya ? Tanya Akemi pada nenek Chung Cha. Tidak, Tinggal sedikit lagi selesai sayang. jawab nenek Chung Cha.


Nenek sudah makan ? tanya Akemi. Belum, nenek belum lapar.


Akemi langsung meletak tas kecil yang di bawanya di atas sofa dan langsung melangkah ke dapur.


Akemi menyiapkan segala bahan bahan yang di perlukan. Nona Akemi , Sini saya bantu kata pembantu rumah yang ada di dapur. Tidak usah bu, biar saya saja. Ibu istirahat saja, ibu pasti sudah capek dari subuh bekerja. Ucap Akemi pada pelayan yang ada di dapur.

__ADS_1


Tapi nona Akemi, nanti saya di marahi nyonya besar kalau tidak membantu nona Akemi. Ucap pelayan tersebut. Udah ibu tenang saja, nenek sekarang kan ada di ruang kerja. ibu istirahat saja sana Ujar Akemi lagi. Baik Nona, jawab pembantu rumah tangga itu pada Akemi. Pembantu rumah tangga tersebut pun melangkah meninggalkan Akemi sendiri di dapur.


Akemi membuka semua 4 kulkas yang ada di dapur. Semua ada, seperti pasar Akemi gumam Akemi dalam hati. Akemi langsung mengambil bahan untuk memasak Ikan di steam, udang cabai garam dan sapo tahu seafood. Setelah selesai masak, Akemi langsung mencuci perabotan yang telah di pakai dan meletakkan di posisi semula. Tidak lupa Akemi mengelap kompor yang habis di pakai.


Setelah selesai, Akemi melihat jam yang ada di tangannya. Sudah menunjukkan pukul 13.00 siang. Buru buru Akemi ke kamar pembantu. Maaf bu, mengganggu istirahat ibu. Peralatan makan yang biasa di pakai nenek Chung yang mana y bu. Tanya Akemi.


Pembantu rumah tangga pun langsung keluar menuju ke dapur.


Waah cepat sekali nona Akemi masak, hebat. Bau nya juga enak banget buat lapar ujar pelayan itu.Ibu bisa saja, saya masak biasa saja bu. Ibu lebih pintar masak. Jawab Akemi sambil tersenyum. Akemi dan pelayan buru buru menyiapkan minuman dan menata makanan di atas meja.

__ADS_1


__ADS_2