
Mobil yang di tumpangi Tuan muda Joon Woo langsung masuk kehalaman restoran cepat saji .
Akemi melihat ke arah taman yang ada di restoran dari balik jendala mobil .
Tuan muda Joon Woo melirik ke arah Akemi .
Kamu melihat apa ? tanya tuan muda Joon Woo .
Tidak , hanya melihat taman itu bagus banget Lanskapnya ucap Akemi .
Yuuk turun tadi katanya lapar ucap tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo langsung turun dari mobil di susuli Akemi .
Tuan muda Joon Woo langsung menghampiri Akemi yang sedang berdiri di pinggiri mobil , ia langsung meraih tangan Akemi .
Tanganmua dingin sekali ucap tuan muda Joon Woo .
Apa mau di bungkus saja makanannya ? Tanya tuan muda Joon Woo .
" Tidak … makan di sini saja , pemandangan di sini "bagus banget , nanti saya boleh i-ya foto foto di sini ? ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Terserah kamu …
Yang penting foto kita berdua jangan di upload di sosial media ucap tuan muda Joon Woo .
Akemi tiba tiba terdiam ..
Tangan kamu sudah dingin banget ,malah berdiri di sini . Yuuk masuk kedalam ucap tuan muda Joon Woo memecahkan keheningan .
Tuan muda Joon Woo langsung menggenggam tangan Akemi dan mereka langsung melangkah masuk ke dalam restoran,
Pelayan restoran menyambut tuan muda Joon Woo dan Akemi dengan ramah sekali .
Meja nya di pesan atas nama siapa ? Ucap pelayan tersebut dalam bahasa Korea .
Akemi menanyakan ke tuan muda , tuan muda apakah kita sudah memesan meja makan di sini ucap Akemi pada Tuan muda Joon woo .
Sudah , atas Joon Woo ucap tuan muda pada Akemi .
Saya sudah memesan atas nama Joon Woo ucap Akemi menggunakan bahasa Korea .
Mereka langsung di anter oleh pelayan restoran ke ruang VIP .
Silakan masuk ucap pelayan restoran tersebut . Lin melabuhkan pantat di lantai yang berlapis tikar rotan dan langsung mencopot sepatu yang ia pakai .
Akemi langsung naik di susuli tuan muda Joon Woo .
Kamu suka tempatnya tanya tuan muda Joon Woo pada Akemi .
Suka … lanskapnya bagus . ini restoran perpaduan Korea dan Jepang i-ya ? tanya Akemi pada tuan muda Joon Woo .
Sepertinya iya ucap tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo menghampiri Akemi yang sedang berdiri di depan pintu yang menghadap taman .
Sambil melingkari tangannya di pinggang Akemi dan meletak wajahnya di pundak Akemi .
Akemi kaget …
Tuan muda , tidak enak di lihat orang ucap tuan muda .
Biarin .. saya peluk isteri saya bukan wanita lain . Kamu tidak suka ? Tuan muda Joon Woo sambil melepaskan pelukkannya dan meninggalkan Akemi .
Tuan muda Joon Woo langsung melabuhkan pantatnya di bantal segiempat .
Akemi langsung mengalihkan pandangannya kearah tuan muda Joon Woo yang sedang duduk .
Tiba tiba makanan yang di pesan oleh sekretaris nenek Chung Cha pun sampai .
__ADS_1
Pelayan restoran menata makanan di atas meja .
Setelah Selesai ..
Silakan makan ucap salah satu pelayan restoran .
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan langsung menutup pintu ruangan VIP dengan menggeserkan pintunya .
Akemi melihat tuan muda Joon Woo langsung makan tanpa menawarnya makan .
Akemi yang dari tadi berdiri , menghampiri meja . perlahan lahan melabuhkan pantatnya ke bantal segiempat yang berada di depan tuan muda Joon Woo .
Ia mengambil sumpit yang ada di atas meja .
Dan langsung makan makanan yang ada .
Ruangan hening seketika …,
Akemi makan hanya menundukkan kepalanya , wajah Akemi langsung berubah tidak seceria tadi .
Tiba tiba telefon genggam Akemi berbunyi . Akemi tidak mengangkatnya karena takut menganggu tuan muda lagi makan .
Tuan muda Joon Woo melirik kearah Akemi …
Telefonnya di angkat , pusing saya mendengarnya ucap tuan muda Joon Woo dengan nada kesal .
Akemi langsung meraih telefon gengamnya di dalam tas yang ada di pinggirnya , Ia melihat di layar telefon genggamnya , Vediocall dari Shakila .
Akemi meletakkan telefon genggamnya di atas meja dan di senderkan di pinggir kotak tisu .
Akemi menerima vediocallnya .
Hai Akemi ucap Shakila .
Maaf saya turun berdukacita i-ya atas meninggalkan nenek Chung Cha .
Walaupun nenek Chung Cha sudah tidak ada .. kamu tidak sendiri kamu masih punya aku ucap Shakila sambil menangis .
Terima kasih Shakila ucap Akemi ikut menangis .
Bagaimana dengan kuliah mu nanti Akemi ? nenek Chung Cha yang membiayaimu sudah meninggal . Beasiswa yang kamu dapat malah kamu berikan pada aku ucap Shakila dari balik vediocall .
Shakila jangan ungkit lagi … aku ikhlas berikan pada kamu .
Mungkin aku tidak lagi kuliah di Amerika Serikat , Saya tidak mampu membayarnya untuk makan saja nanti saya bingung ucap Akemi menetiskan airmatanya .
Itu kan cita cita kamu dari SMP ucap Shakila lagi.
Tidak apa apa Shakila , semua itu sudah takdirku . mungkin tuhan merencanakan lebih bagus buatku yang lain , kita hanya bisa berharap dan mengimpikan saja .
Tapi Kamu harus janji padaku , kamu harus kuliah yang rajin i-ya ucap Akemi mencoba untuk senyum .
kamu nanti mau kuliah di mana ? Tanya Shakila .
Mungkin aku akan pulang lagi ke Indonesia , kerja dulu untuk mengumpulkan duit . Baru aku kuliah lagi sambil kerja , tapi kuliahnya hanya di Indonesia saja ucap Akemi sambil mengusap airmatanya .
Ya tuhan Akemi … Shakila menangis dari balik vediocall .
Di indonesia kamu tinggal dengan siapa nanti ? Tanya Shakila terus menangis .
Paling aku tinggal sementara di panti asuhan dulu , kalau ada uang lebih baru aku kost .
Shakila udah dulu i-ya … aku jadi sedih dech jadinya .
Akemi … aku sayang kamu ucap Shakila sambil menangis dari balik vediocall .
Aku juga sayang kamu ucap Akemi menangis .
Kapan kapan nanti kita vediocall lagi .
__ADS_1
Kabarin aku , kalau sudah sampai di Indonesia .
I-ya ucap Akemi menghampiri vediocallnya .
Tuan muda Joon Woo terdiam mendengarnya .
Buruan makan ucap tuan muda Joon Woo .
Saya sudah kenyang ucap Akemi .
Tadi katanya lapar , tapi tidak dihabis makannya ucap tuan muda Joon Woo .
Tuan muda Joon Woo tidak bisa melihat wajah Akemi , saat Akemi menangis apalagi tuan muda Joon Woo mendengar langsung dari perbualan Akemi bersama temannya .
Katanya tadi mau foto ucap tuan muda Joon Woo lagi .
Tidak jadi tuan muda jawab Akemi sambil mengusap airmatanya dengan tisu .
Maaf Tuan muda , saya mau balik hotel . Tiba tiba kepala saya pusing ucap Akemi mengusap airmata yang masih mengalir .
Baiklah kita pulang ke hotel sekarang .
Tuan muda Joon Woo bangun dari duduknya di susuli Akemi .
Akemi langsung turun , tapi tiba tiba kakinya mengenai batu kelikir .
Auuuww , Akemi bersuara .
Tuan muda Joon Woo melihat kaki Akemi berdarah .
Ia langsung mengeluarkan kartu dari dompetnya . Dan langsung menggendong Akemi .
Tuan muda saya tidak apa apa turunkan saya ucap Akemi meminta turun dari gendongan .
Bisa diam tidak ucap tuan muda Joon Woo .
Ini kartunya untuk pembayaran makan di ruangan VIP dan di ruang mawar . Sebentar lagi pengawal pribadi saya akan datang ke sini untuk mengambil kartunya ucap tuan muda Joon Woo menggunakan bahasa inggris .
Baik tuan ucap salah satu pelayan restoran .
Tuan muda Joon Woo bergegas membawa Akemi ke mobil . Sekretaris nenek Chung Cha dan pengawal pribadi melihatnya kaget dan langsung berlari ke arah tuan muda Joon Woo .
Bagi saya kotak obat ucap tuan muda Joon Woo dengan nada panik .
Ini tuan muda ucap sekretaris nenek Chung Cha .
Salah satu tolong ambilkan kartu saya di kasir dan sepatu Akemi di ruang VIP.
"Baik" ucap pangawal pribadinya .
Pengawal pribadi tuan muda Joon Woo langsung bergegas masuk kedalam restoran .
Tuan muda Joon Woo membersihkan luka Akemi dengan akohol , di teteskan betadine dan menempelkan hansaplast dengan hati hati .
Masih sakit ? Tanya tuan muda pada Akemi .
Akemi hanya menggelengkan kepalanya .
Setelah selesai tuan muda Joon Woo memberikan kotak obatnya pada sekretaris nenek Chung Cha . Tolong ambilkan sendal ucap tuan muda .
Tidak sampai beberapa detik , pengawal pribadi memberikan sendal .
"Ini sendalnya "tuan muda Joon
tuan muda Joon Woo meraih sendalnya dan langsung memakaikan di kaki Akemi .
"Kita pulang ke hotel tidak mau foto foto ? " Tanya tuan muda Jiem pada Akemi
Tidak pulang ke hotel saja jawab Akemi
__ADS_1