Pernikahan Mendadak Dengan CEO

Pernikahan Mendadak Dengan CEO
Masih Di rumah Nenek Chung Cha


__ADS_3

Akemi langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Tanpa di sadarin ia tertidur, mungkin kerna Lelah. Tiba tiba Akemi merasa ada yang memanggilnya, langsung ia bangun, Ya tuhan aku tertidur. Gumam Akemi dalam hati. Tapi siapa yang memanggil , akemi langsung bergegas bangun dari Kasur dan melangkah ke pintu. Akemi membuka pintu, Tapi tidak ada siapa siapa. Siapa yang memanggilku ? gumam Akemi dalam hati. Ia langsung menutup pintu. Akemi melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 14. 50. Sudah lima belas menit, aku tertidur. Pasti nenek menungguku.


Akemi pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, ia langsung bersiap siap untuk menemui nenek di ruang kerja. Akemi mengenakan kaos putih dan celana levis berwarna dongker. Walaupun yang di pakai Akemi simple, tetapi tidak mengurangi kecantikkannya, wajahnya yang cantik pasti yang melihatnya langsung kagum.


Akemi langsung keluar dari kamar dan melangkah anak tangga satu persatu. Akemi terserempak dengan pembantu rumah tangga di lantai bawah. Nona Akemi mau kemana ? tanya pembantu rumah tangga pada Akemi. “Akemi lagi cari nenek Chung Cha, Apakah nenek ada di ruang kerja ?” kata Akemi pada pembantu rumah tangga itu. “Nyonya besar masih ada di ruang kerja” nona Akemi, jawab pembantu rumah tangga tersebut. Mau saya temani kah nona Akemi ? tanya pembantu rumah tangga lagi. Terima kasih, saya pergi sendiri saja jawab Akemi sambil tersenyum. Baiklah kalau begitu, saya melanjutkan perkerjaan saya iya nona Akemi ucap pembantu rumah tangga pada Akemi. Pembantu rumah tangga pun melangkah meninggalkan Akemi untuk melanjutkan perkerjaannya. Akemi pun melanjutkan ke ruang kerja nenek Chung Cha.

__ADS_1


Sesampainya Akemi di depan pintu ruang kerja nenek Chung Cha, Akemi pun langsung mengentuk pintu,


Tuk,,.tuk,,.tuk suara pintu pun di kedengaran memecah kesunyi.


Boleh, kamu bisa sambil belajar ujar nenek Chung Cha sambil tersenyum kerna senang mendengar Akemi mau membantunya.

__ADS_1


Akemi langsung melangkah mengambil bangku yang ada di pojok. Di angkat bangkunya dan di bawanya menghampirin nenek Chung Cha. Mana laporan yang harus Akemi bantu, nenek Akemi menjelaskan secara terperinci cara mengerjakannya. Tidak membutuhkan waktu lama, Akemi bisa menguasainya. Nenek Akemi kaget dan kagum Akemi bisa menguasai walaupun baru laporan dan pengencekkan data. Ni anak luar biasa jenius nya gumam Nenek Chung Cha.


Tidak sampai satu jam Akemi bisa menyelesaikan tiga Dokumen. Dan sudah di cek nenek Chung Cha, kerjaan benar dan laporannya sangat rapi.


Akemi pintar banget, Sebentar saja Kerjaan nenek sudah mau selesai Kata nenek Chung Cha pada Akemi. Akemi Tersenyum, “Nenek kan yang ajarin Akemi kalau tidak Akemi tidak bisa,” jawab Akemi. Nenek harus bayar mahal dong, jika Akemi kerja di kantor Nenek kata nenek Chung Cha sambil melirik Akemi. Kalau Akemi kerja sama nenek tidak di bayar juga enggak apa apa, yang penting nenek harus biayai Akemi Kuliah dulu ujar Akemi sambil bercanda. Ok lah, jawab nenek menanggapi serius. Nenek Akemi bercanda lah, sambil ketawa. Mana mungkin Akemi membiarkan nenek berkerja keras dengan usia nenek segini. Akemi akan bantu nenek , tidak apa apa juga kalau tidak di bayar, asalkan nenek tetap bersama Akemi. Akemi langsung memegang Tangan Nenek Chung Cha, “Akemi sayang nenek” ucap Akemi pada nenek Chung Cha.

__ADS_1


__ADS_2