
Matahari pun memilik sinar yang redup saat pertama kali terbit di ufuk timur , namun semakin lama semakin kuat cahaya seiring berjalan waktu . Begitu juga hubungan Tuan muda Joon Woo dan Akemi .
Tuan muda Joon Woo dan Akemi sampai di negara Korea untuk mengantar nenek Chung Cha di peristirahatan terakhir nenek . "Kamu sudah siap ? " tanya Tuan muda Joon Woo sambil memegang tangan Akemi . Akemi hanya menganggukkan kepalanya . Mereka berdua pun keluar dari pesawat jet di susuli sekretaris nenek Chung Cha dan langsung berjalan menuruni anak tangga . Semua pengawal pribadi nenek Chung Cha sudah standby dan mobil yang akan mereka tumpangi juga sudah terjejer siap meluncur . Tuan muda Joon Woo meminta Akemi masuk mobil duluan ke dalam mubil , " kamu masuk mobil duluan i-ya " ucap tuan muda Joon Woo . Sekretaris , tolong pesankan beberapa dress , baju tidur dan pakai dalam buat nyonya muda . Baik tuan muda Joon Woo , jawab sekretaris nenek Chung Cha . Ya sudah kita langsung ke makam ucap tuan muda Joon Woo . Siap tuan muda Joon Woo ucap sekretaris nenek Chung Cha sambil menundukkan kepalanya . Tuan muda Joon Woo pun masuk ke dalam mobil . Semua pengawal pribadi tuan muda Joon Woo dan nenek Chung Cha bergegas masuk ke dalam mobil . Rombongan mereka beriring iringan ke makam .
__ADS_1
Di dalam mobil …
Akemi memandang pemandangan kota korea dari jendala mobil , sedangkan tuan muda Joon Woo sibuk dengan telefon genggamnya di tangannya . Tak lama kemudian , Tuan muda Joon Woo melirik ke arah Akemi sambil tersenyum . Tiba tiba telefon genggam tuan muda Joon Woo berdering , di layar telefon terlihat jelas nama Mieka . Akemi melirik , tanpa sengaja terlihat tuan muda Joon Woo . Buru buru Akemi memaling wajahnya kembali ke jendela . Tiba tiba tuan muda merebahkan tubuhnya , kepala tuan muda Joon Woo di paha Akemi . Akemi kaget langsung melihat wajah tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo melihat layar telefon genggamnya yang masih berdering dan ia langsung mengangkatnya . Halol , ada apa Mieka ? Tanya tuan muda Joon Woo pada Mieka . Akemi melirik ke arah wajah tuan muda yang sedang menutup matanya , lalu tuan muda Joon Woo menggeserkan wajah nya ke arah perut Akemi . Sambil mengobrol dengan Mieka , Tangan tuan muda Joon Woo mulai nakal menggelitik pinggang Akemi . Dengan spontan Akemi bersuara …. "Geli ahh" ucap Akemi langsung menutup mulutnya dengan tangannya yang putih mulus itu . Mieka yang mendengarnya langsung mematikan Telefon dan langsung vediocall . Tuan muda Joon Woo melihat layar telefon genggamnya kembali dan langsung mengangkatnya vediocall dari Mieka . Akemi kaget karena tuan muda Joon Woo kepalanya masih di pangkuannya . Akemi langsung mengarahkan matanya sambil mengelengkan wajah nya pada tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo hanya tersenyum melihat Akemi . Mieka yang ada di vediocall kaget melihat tuan muda Joon Woo sedang tidur di pangkuan seorang wanita , keliatan tangan Akemi menyentuh rambut tuan muda Joon Woo dan lutut putih Akemi yang putih mulus itu terlihat dari vediocall tuan muda Joon Woo bersama Mieka . "Kamu di mana ? " tanya Mieka dengan tenang . Lagi di korea Mieka , pengebumian nenekku jawab tuan muda Joon Woo . Sambil Tangan tuan muda Joon Woo bermain di dress area perut Akemi . Sekarang kamu dengan siapa mesra banget sampai tidur di paha nya ? .. awas kamu kalau pulang ke sini ucap Mieka . Nanti kamu bakalan tau juga siapa wanita ini ucap tuan muda Joon Woo pada Mieka sambil melirik ke arah Akemi sambil tersenyum . Akemi deg deg kan karena tidak mau menyakitkan hati sesama wanita . Ok dulu iya saya mau tidur sebentar ucap tuan muda Joon Woo dan langsung mematikan vediocall nya dengan Mieka .
__ADS_1
Tiga puluh menit perjalanan ke makam … Mobil yang mereka meluncur masuk di kawasan pekuburan peristirahatan nenek Chung Cha . Akemi membangunkan tuan muda Joon Woo sambil mengusap lembut pundak tuan muda yang sedang posisi menghadap perutnya . Tuan muda … tuan muda , kita sudah sampai di pemakaman . Tuan muda Joon Woo perlahan lahan membuka matanya , sambil melihat wajah Lin . Ayo bangun ucap Akemi lagi pada tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo langsung bangun dari tidurnya dan duduk di posisi semula . Lin memindahkan posisi duduknya menghadap tuan muda Joon Woo , lihat saya ucap Akemi sambil membenarkan posisi dasi dan merapikan Jas tuan muda Joon Woo . Setelah itu Akemi merapikan rambut tuan muda Joon Woo … Sudah ucap Akemi pada tuan muda Joon Woo . Terima kasih ucap tuan muda Joon Woo . Tidak perlu terima kasih , memang sudah tanggungjawab saya … Akemi tanpa sengaja 'terceplos' mengatakan itu , Maaf tuan muda ucap Akemi . Tuan muda Joon Woo hanya tersenyum mendengarnya .
Akemi melihat luar dari balik jendela mobil, ia melihat ambulance Jenazah yang membawa nenek Chung Cha . Dan langsung mengalihkan pandangannya ke tuan muda Joon Woo . Tuan muda … nenek ucap Akemi sambil menetis butiran butiran halus . Tuan muda Joon Woo menggeserkan pantatnya mendekati Akemi dan langsung memeluk Akemi . Akemi ingat … Jika kamu tidak bisa memeluk nenek lagi , maka peganglah ingatan kebaikan nenek pada ingatan kamu dan jika nenek sudah tidak bisa berada di dalam hidup kamu . Setidaknya biarkan nenek berada di dalam hati kamu iya ucap tuan muda Joon Woo sambil menyiium dahi Akemi yang putih mulus bagaikan mutiara itu .
__ADS_1
Tuan muda … Airmata akan berbicara ketika mulut tidak lagi mampu menjelaskan akan rasa sedihku ini . Nenek akan terus berada dalam ingatan dan hatiku ucap Akemi sambil memeluk erat tubuh tuan muda Joon Woo . Tuan muda Joon Woo meraih tisu di depannya … Lap airmatamu , kasian nenek jika melihat kita terus menangis , kita harus mengikhlaskan ke pergian nenek . Lin langsung meraih tisu di tangan tuan muda Joon Woo . Ia mengelap butir butiran yang membasahi pipinya . Tuan muda Joon Woo meraih paper bag di bangku depan dan mengeluarkan kotak nya . Ia mengeluarkan kacamata hitam dan memakaikan pada Akemi . Akemi melihat wajah tuan muda Joon Woo dari balik kacamata hitamnya . Terima Kasih ucap Akemi . Sudah tidak kelihatan lagi mata sebab kamu ucap tuan muda Joon Woon . Tuan muda Joon Woo juga meraih kacamatanya dan langsung memakainya . " Kamu sudah siap ? " tanya tuan muda Joon Woo pada Akemi . "Akemi menganggukkan kepala tanda sudah siap . " Sebentar saya yang keluar , kamu tunggu di dalam sebentar ucap tuan muda Joon Woo pada Akemi . Baik lah jawab Akemi . Tuan muda Joon Woo pun keluar dari mobil yang ia tumpanginya .