Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 1


__ADS_3

Raido Pratama, remaja 15 tahun kelas 1 SMA semester pertama. Sudah ada sebulan lebih ia jalankan pendidikan nya di SMA semester pertama. Sejak awal masuk sekolah hingga 2 minggu kemarin, ia ada berkomunikasi dengan murid lain, seorang lelaki yang merupakan teman sekelasnya. Tapi mereka berdua belum saling kenal bahkan berbicara satu sama lain. Mereka berkomunikasi hanya dengan bertatap-tatapan hingga, beberapa hari yang lalu, mereka berdua saling meletakkan surat janjian bertemu di laci satu sama lain antara mereka berdua. Mereka membuat janji untuk bertemu di atap sekolah saat jam pulang sekolah.


"Kau, Raido Pratama?"


"Ya, kau tahu itu"


"Heheh! Tentu saja! Kan satu kelas" Ujar lelaki itu. "Kita sudah berkomunikasi selama hampir satu bulan dengan bertatap-tatapan, itu lumayan membuat ku tak nyaman" Lanjut lelaki itu. "Ah, aku minta maaf" Jawab Raido. Setelah itu, Raido kembali melanjutkan "Daripada kita terus-terusan seperti ini, apa kita akan berkenalan?". "Tentu saja, seperti sudah yang kita tulis di surat yang kita letakkan di laci kita satu sama lain, kita membuat janjian bertemu di atap sekolah untuk berkenalan bukan?" Jawab nya. Raido tertunduk sebentar dan berkata "Namaku Raido Pratama, dan kau Refta, bukan?"


"Ya, namaku Refta, Albarefta Purnama" Jawab Refta. Ya, lelaki itu adalah Albarefta Purnama, atau lebih sering dipanggil dengan Refta. Setelah itu Refta menjulurkan tangannya dan berkata "Ingin menjadi temanku?". Raido terdiam sebentar sambil menatap nya. Setelah itu ia menggenggam tangan Refta dan berkata "Jika sahabat? Bagaimana?".

__ADS_1


"Terdengar menarik" Jawabnya sambil tersenyum. "Kalau begitu, mulai sekarang kita adalah sahabat!" Ujar Refta dengan menggenggam kuat lagi berjabat tangan mereka dan tersenyum. "Kita akan terus menjadi sahabat walaupun bagaimana keadaannya, hingga maut yang memisahkan, ok?!" Lanjut nya tersenyum lebar. "Hehe, ya!" Jawab Raido. Mulai saat itu, mereka menjalin hubungan bersahabat. Berangkat bersama, pulang bersama, pergi ke perpustakaan bersama-sama. Begitu banyak yang mereka lakukan yang membuat mereka selalu ceria setiap harinya. Ditambah lagi Refta yang orang nya memang ceria dan akrab dengan semua orang. Suaranya sedikit berat, tapi lembut. Begitulah menurut Raido. Persahabatan mereka baru berjalan beberapa hari, tapi sudah begitu akrab dan dekat.


Hari ini, mereka ada PR dari guru mereka. Saat jam pulang, Refta mengajak Raido untuk membuat PR bersama di rumah nya dan Raido menerima ajakan tersebut.


Setelah dari sekolah, mereka berdua lekas pulang ke rumah Refta dan membuat PR bersama di kamar Refta. Saat di kamar Refta..."Hey, kau paham atau tidak yang nomor 21 ini?" Tanya Refta sambil menyodorkan bukunya ke Raido. "Nomor 21? Coba kulihat bentar" Jawab Raido. Refta pun memberikan bukunya ke Raido. Setelah dilihat dan dibaca soalnya, Raido menjawab "Kalo yang ini dikurangi aja dengan angka yang dibawah, dengan yang ini juga"


"Lah? Tapi yang awal ini? Yang 48 sama 8 nya? Dikurangi juga?"


"Kenapa yang ini dikurangi?!"

__ADS_1


Raido terdiam sejenak dengan ekspresi loading. Setelah itu ia pun berkata "Ya..Gitu lah, memang gitu". Refta pun hanya terdiam kebingungan "Kau pake rumus mana?". Mendengar Refta menanyakan itu, Raido pun menjawab "Ya..Nalar-nalar aja, siapa tahu benar"


"Nah, ngasal kan?"


"Heh, jangan sembarangan ya, aku dulu pernah ngerjain ujian matematika asal-asalan, tahu-tahu nya dapat 98 nilai ujiannya"


Refta yang mendengar itu terkejut dan memelototi Raido dan berkata "Lah? Lah?! Kok iso?! Hoki njir!". "Hehe, siapa dulu gitu, Raido gitu loh!" Ujar Raido. "Udah ah, yok lanjut bikin tugasnya, aku pengen cepat kelar nih tugas"


"Ya aku juga pengen cepat kelar juga"

__ADS_1


Mereka berdua pun melanjutkan membuat PR mereka.


__ADS_2