Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 10


__ADS_3

"Ref, barusan tadi suara apaan?"


"Lu aja kagak tahu, apalagi gua, Rai"


*Brug!


Mereka berdua pun makin ketakutan karena hari sudah menunjukkan pukul 23:14. "Rai, itu suaranya dari lemari atas bukan sih??" Tanya Refta yang menatap satu lemari makanan bagian atas. "Mungkin kali ya?" Ragu Raido.


"Dah, lu cek sana!"


"Kok gua?! Ya lu lah!"


"Kenapa gua?!"


"Kan ini rumah lu!"


"Eee.. Iya juga sih.."


Kini keduanya kebingungan dan ketakutan juga. Suara tadi tersebut masih saja berbunyi. Suara tersebut juga memang terdengar jelas dari sebuah lemari makanan bagian atas. Tak lama setelah itu, Raido pun memiliki ide "Ref, gunting batu kertas, yang kalah, dia yang pergi cek!". "Ok! Deal ya?!" Jawab Refta. "Iya iya!" Jawab Raido. Mereka berdua pun gunting batu kertas untuk menentukan siapa yang akan mengecek lemari tersebut. Setelah mereka gunting batu kertas, Raido menggunakan kertas dan Refta menggunakan gunting. "Muehehe~ Raido~" Ejek Refta dengan senyum yang mengesalkan. Akhirnya pun dengan pasrah dan terpaksa Raido yang harus mengecek nya. Raido pun mulai membuka lemari makanan tersebut dan...


*Jump!

__ADS_1


"ARRRGHHHH!!"


Raido dan Refta berteriak ketakutan hingga menaiki kursi meja makan. Mendengar teriakkan tersebut yang berasal dari dapur, Jekta dan Sohan yang sedang bersantai di teras pun berlari ke dapur dengan panik. Saat sudah berada di dapur, mereka berdua dikagetkan lagi oleh kelakuan Raido dan Refta yang sudah berada di atas kursi meja makan. Sohan pun bertanya "Ngapain lu pada naik ke kursi?!". "Mana pake teriak-teriak segala" Lanjut Jekta. "TIKUS WOI!" Pekik Raido.


*Up!


Mendengar apa yang dikatakan dari Raido, Jekta pun juga lekas naik ke kursi. Sohan pun menatap jengkel mereka bertiga.


"Apaan sih lu bertiga, kagak jelas banget"


"SOK COOL LU!!" Teriak Jekta, Raido dan Refta secara bersamaan dan kompak. Sohan tak memperdulikan. Setelah itu mulai di tatap fokus sekeliling isi dapur tersebut dari Sohan untuk mencari dan menangkap tikus tadi tersebut. Tak perlu waktu lama, seketika...


Seketika Sohan berjalan ke salah satu bagian sudut dari dapur dan langsung mengambil tikus tersebut dengan memegang bagian ekornya. Jekta, Raido dan Refta yang melihat anak SMA kelas 3 itu sudah memegang tikus tersebut pun ternganga hingga terbelalak juga mata mereka. Sohan yang sedang iseng pun terpikir kan sesuatu. Ia tertawa jahat kecil sambil menatap ketiga lelaki di atas kursi itu. Mereka bertiga ikutan panik dan memiliki feeling tak enak melihat Sohan sudah seperti itu.


"Kalian, feeling gua kagak enak nih" Ujar Jekta ke Raido dan Refta. Refta menjawab dengan dirinya yang sudah keringat dingin "Sama kok mas". Dilanjutkan lagi dari Raido yang sudah panik dan was-was terhadap abang sepupunya itu "Mas, lu mau ngapain mas?".


"Muehehehe~"


"Han, kagak lucu. Cepet buang tuh tikus, Han"


"Muehehe.. BWAAAHAHAHAHAH-!"

__ADS_1


"WOI!"


*Brak!!


Seketika keluar lah Zeran dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggang nya. Keluar nya Zeran dari kamar mandi secara tiba-tiba membuat mereka berempat kaget seketika. Setelah itu Zeran mulai mengamuk dan mengomel ke mereka berempat dengan berkata "Lu berempat pada ngapain sih ribut malem-malem gini?! Jam setengah 12 kurang malem ini!". "Lu sendiri ngapain tiba-tiba keluar dari kamar mandi?!" Sahut Jekta. Raido pun menambahkan "Iya, perasaan, tadi pas ke dapur lu kagak ada di kamar mandi, kok bisa-bisanya udah di dalam kamar mandi, kagak bunyi lu juga dari tadi, ya gak, Refta?" Refta hanya menjawab dengan mengangguk. "Ntar gua jawab, itu tuh, kompor tuh matiin, dah berbusa tuh air!". Mereka berempat pun menatap ke kompor yang diatasnya ada panci berisikan mie yang sedang di rebus dan sudah matang hingga berbusa. Sohan pun lekas mematikan kompor karena ia yang paling dekat dengan kompor. Kembali ke permasalahan sebelumnya. "Lu ngapain di kamar mandi, Ran?" Tanya Sohan.


"Lu pikir? Gua ngapain kira-kira?"


"Mandi?"


"Kagak! Ngapain lagi gua mandi malem-malem! Dingin tahu!"


"Jadi ku ngapain?!"


"Ya berak lah!"


*Bam!


Seketika Raido melempar serbet makan yang ada di meja makan ke wajah adiknya dan setelah itu berkata "Bagus banget mulut lu ya, lu pikir sopan apa pake 'lu lu' ke yang lebih tua, hah??!". "Ya udah, gua minta maaf, lagian kalian jug yang bikin masalah duluan" Ujar lesu Zeran. "Gua potong juga uang jajan lu" Ancam Raido. Setelah itu langsung lah disahut dari Zeran "Menangnya mas yang kasih gua uang jajan setiap harinya?"


*SAVAGE!!

__ADS_1


__ADS_2