Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 5


__ADS_3

*WUUUSHHH!


Kereta pun datang dengan melaju kencang. "Itu kereta nya udah nyampe, ayo!" Ujar Tante. Mereka berempat pun pergi mendekat ke pintu gerbong kereta dengan tetap menjaga jarak antar kereta dengan mereka. Saat itu penumpang cukup ramai, sehingga saat penumpang yang ingin naik dan yang ingin turun pun cukup mendesak. Tetapi, desakan tersebut tak berlangsung lama. Semua penumpang sudah naik, pintu gerbong kereta pun ditutup dan kereta mulai berjalan ke stasiun berikutnya.

__ADS_1


Saat di kereta, Ibunya Raido dan tantenya duduk sedangkan Raido dan Jekta memilih untuk berdiri dan berpegangan pada gagang pegangan. Mereka berdua berdiri sambil memainkan handphone mereka berdua masing-masing dengan tetap menjaga nada suara yang tak boleh berisik. Raido mulai memakai headphone nya agar penumpang lain tak terganggu dengan suara handphone nya. Tak lama setelah itu, ada pesan masuk ke WhatsApp nya Raido. Pesan tersebut dari Refta.


__ADS_1


Beberapa menit pun berlalu, akhirnya mereka pun tiba di tujuan mereka. Sebelum pergi berkeliling dan berbelanja, ibunya dan tantenya pergi ke ATM terlebih dahulu untuk menarik uang. Raido dan Jekta pun menunggu di luar. Cukup lama mereka berdua menunggu, jika di lihat-lihat, mungkin mesin ATM nya sedang tak berfungsi dengan baik. "Mesin nya error ?" Tanya Raido ke Jekta. Jekta pun menjawab "Mungkin, kelihatan nya". "Sudah, kita beli roti boy dulu, aku lapar, kau juga pasti lapar kan?" Lanjut Jekta sambil bertanya. "Beli dimana?! Ntar di cariin kit- Uh?". Terdiamlah Raido saat melihat ternyata toko roti boy nya berada tepat di samping ATM. Jekta pun menatap Raido dengan ekspresi jengkel. Raido terdiam dan berkata "Ehe, maaf". "Heish, sudah lah, ayok!" Ajak Jekta. Mereka pun pergi membeli roti boy sebentar dengan membeli dua untuk mereka berdua masing-masing. Tak lama juga mereka menunggu nya karna sedang kebetulan antriannya tak terlalu banyak. Selesai mereka membeli roti boy, ibu dan tantenya pun juga selesai dari ATM.


"Kalian berdua habis beli roti boy?" Tanya tante mereka. Jekta dan Raido pun menjawab dengan mengangguk kepala mereka secara bersamaan sambil melahap roti mereka. Setelah itu, ibunya, tantenya, Jekta dan Raido pergi pusat pembelanjaan yang memang sudah tujuan awal ibunya dan tantenya. Akhirnya pun tibalah mereka di pusat pembelanjaan. Ada banyak yang di jual disana. Ntah apa yang akan di beli dari ibu mereka berdua, Jekta dan Raido tak tahu, mereka berdua hanya ikut saja. Seketika tertarik lah mereka berdua dengan toko yang menjual banyak kemeja. "Hey, ada yang jual kemeja, kau mau?" Tanya Jekta. Raido pun menjawab "Tentu saja!". "Baiklah kalau begitu! Bunda, kami ingin- Heh?" Terdiam lah seketika mereka berdua saat menoleh ke depan, kedua ibu mereka tak ada. Jekta mencoba menoleh ke belakang, juga tak ada. "Bunda kita pada kemana?!" Raido mulai panik. Jekta menjawab "Tidak usah bertingkah seperti anak kecil! Ayo cari dulu! Mungkin masih tak jauh dari sini". Mereka berdua pun mencoba mencari bunda mereka di sekitaran mereka berada sebelumnya. Ternyata benarlah kata Jekta, bunda mereka berdua sedang melihat gamis-gamis. Raido terdiam seketika dan menatap Jekta. Jekta pun berkata "Ku bilang juga apa, gak perlu takutnya kau". "Ehe" Tawa pendek dan kecil Raido.

__ADS_1


__ADS_2