Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 18


__ADS_3

Di bagian koleksi buku novel, mereka berdua berkeliling dan melihat-lihat novel. Banyak sekali koleksi novel disana yang menarik perhatian Fira.


"Novelnya bagus-bagus, ya, Rai!"


"Hooh, bagus-bagus"


"Jadi, beli novel yang mana?" Tanya Raido yang berhenti dan melihat-lihat buku novel di rak. "Menurutmu? Aku ingin minta rekomendasi darimu, karena aku bingung ingin membeli yang mana, hehe!" Ujar Fira dengan terkekeh. Raido pun mengambil salah satu buku yang ada di rak tersebut dan menunjukkan ke Fira "Bagaimana dengan yang ini? Temanku bilang, novel ini juga bagus". Raido memberikan novel tersebut ke Fira dan Fira mengambil novel tersebut dan melihatnya "Kelihatannya menarik! Kurasa ini memang bagus!". "Mau beli yang ini?" Tanya Raido. Fira pun menjawabnya dengan mengangguk kepalanya dengan semangat dan ceria.


"Ok! Terus, mau yang mana lagi?"

__ADS_1


"Uhm? Enggak deh, satu ini aja"


"Hmm? Yakin?"


"Iyaa.."


"Yakin??"


"Yakin nih?? Aku nawar cuman sekali, loh!" Ujar Raido yang sedikit membungkuk ke Fira. "Raido!" Karena geram dan gemes dengan Raido, Fira pun mencubit kedua pipi Raido. Mereka berdua pun tertawa dan setelah itu Fira pun melepaskan kedua cubitannya dari pipi Raido. Setelah itu Raido kembali bertanya "Yo dah, ini aja?". "Ya, Raido Pratama" Jawab Fira dengan mengangguk. Seketika Raido mengambil satu buku novel lagi dan berkata ke Fira "Tambah satu lagi, ya. Buku ini juga bagus! Aku rekom banget buat kau bacanya!". "Makasih, ya, Raido" Ujar Fira dengan tersenyum sambil memegang dua buku novelnya. Raido membalasnya dengan tersenyum. "Yo dah, ayo ke kasir, yang lain kayaknya udah nungguin di luar" Ujar Fira. Raido terkekeh dan memberi hormat kecil ke Fira "Siap, Fira Kiranto". Fira pun terkekeh karena tingkah laku Raido yang selalu gemes dan lucu terhadapnya. Raido memang lebih jinak, gemes dan lucu terhadap keluarganya apalagi jika ke nenek, ibu dan tantenya, juga terhadap Runsa, keluarga sahabatnya, dan juga Fira dan jika saja dengan orang lain, maka dirinya akan bersikap maupun bersifat seperti biasa saja dan bahkan bisa saja menjadi sangat liar dan sangar, tergantung bagaimana orang tersebut berperilaku di depan Raido. Jika orang tersebut berperilaku sopan dan menghargai, Raido akan membalasnya seperti itu juga atau bahkan lebih. Begitu juga sebaliknya, jika orang tersebut berperilaku tidak sopan dan tidak menghargai, Raido bisa saja membalasnya lebih kejam lagi nanti. Begitu prinsipnya.

__ADS_1


Setelah itu Raido dan Fira pergi ke kasir untuk membayar novel tersebut setelah itu pergi keluar. Saat di luar, nampak Sohan, Vanno, Refta, Zeran dan Runsa sudah menunggu. Raido dan Fira pun menghampiri mereka berlima.


"Wey! Dah lama nunggu?"


"Enggak juga, baru sekitaran dua menit"


"Ok! Sekarang, kita kemana lagi?"


*Krukk~

__ADS_1


Seketika mereka pun langsung terdiam mendengar suara keroncong dari perut seseorang. Zeran pun bertanya "Siapa yang lapar barusan?". "Gua, kenapa? Masalah?" Sahut Sohan sedikit kesal. Mereka pun menahan tawa mereka bahkan sudah ada yang terlepas tawanya. "Bacot! Udah ah! Ayo cari makan! Makan dimana gitu kek! Sekali-kali gua ini di ajak makan dimana gitu!" Protes Sohan yang membalik belakang posisi tubuhnya dan membuang pandangannya. Mereka pun tertawa lepas menertawakan Sohan. Karena kasihan juga karena memang dari pagi tadi Sohan tak ada makan karena sibuk membersihkan kamarnya. Akhirnya mereka bertujuh setuju untuk pergi makan di tempat makan makanan jepang yang terletak di mall tersebut itu juga.


__ADS_2