
"Kok bisa kayak gitu, gimana ceritanya?" Tanya Refta yang penasaran bagaimana Sohan bisa-bisanya meminum air keran. "Jadi, gini.. Mas Sohan, tadi tersedak karena hirup udara terlalu dalam, terus tersedak lalat atau semacamnya lah mungkin. Terus, Mas Sohan kan minta air, jadi, mas Jekta ngambil gelasnya yang ada di pagarnya, bekas dia minum, kan kosong tuh, diisi lah dari mas Jekta pakai air keran, dikasih lah ke mas Sohan.. Setelah itu baru sadar kalau itu air keran.." Jelas panjang lebar Raido. Refta pun kembali bertanya lagi "Kok bisa-bisanya diisi pake air keran?". "Panik, loh" Jawab singkat Jekta sambil mengelap motornya. Raido dan Refta pun menatap terdiam Jekta.
"Jadi kasihan gua"
"Tenang aja, paling diare doang"
"Enak banget kau bilangnya"
"Ya memang enak kalau bilangnya"
"Bilangnya enak, yang kena deritanya gak enak"
__ADS_1
"Barusan ada yang bilang nama gua?"
"HAH?!" Kaget lah Jekta, Raido dan Refta dengan kemunculan Sohan yang tiba-tiba sudah berdiri di samping pagar rumah nya. "Kapan lu berdiri disitu?!" Pekik Jekta ke Sohan. Sohan pun menjawab dengan santai dan polosnya "Baru juga, memang kenapa?". "Santai bet nanya nya, ya bikin kita kaget lah! Pake nanya pula" Ujar Raido yang kembali mengelap motornya.
"Ya elah, jangan ngambek gitu dong, Rai"
"Jijik gua, mas"
Lagi-lagi Sohan merasakan heart attack dengan yang di ucapkan Raido. Jekta dan Refta pun tertawa melihat itu. Tak lama setelah itu..
"Abang!" Teriak Runsa yang berlari menghampiri Refta dan disusul dengan Zeran yang berjalan di belakangnya. "Hai! Udah selesai mainnya?" Tanya Refta ke Runsa. Runsa pun menjawab dengan terkekeh "Heheh! Udah!". Refta pun membalasnya dengan tersenyum. "Oh, ya, ntar magrib ke masjid, gak?" Tanya Refta ke Sohan, Jekta dan Raido. Raido pun menjawab sambil berdiri yang baru saja selesai mengelap motornya "Pasti, dong, kayak biasanya. Ntar kita ke rumah kau buat jemput". "Ok!" Balas Refta. "Yo dah, gua sama Runsa pulang dulu, ya" Lanjut Refta. Dibalas lah dari Jekta, Sohan dan Raido dengan mengangkat jempol sambil tersenyum kematian, setelah itu disusul juga oleh Zeran yang mengangkat jempolnya juga dengan ekspresi polos. Setelah itu Refta dan Runsa pun pulang ke rumahnya mereka dengan berjalan.
__ADS_1
"Lu ikut gak?" Tanya Raido ke Zeran. Zeran pun kembali bertanya "Kemana?". "Kamu nanyaek??" Ujar Sohan ke Zeran dengan wajah mengesalkan nya. "Gak, aku gak ada bicara sama lu, mas" Jawab Zeran dengan nada datar.
*Heart attack
Lagi dan lagi, Sohan merasakan heart attack karena ucapan dari Zeran. Jika tadi dari Raido, maka kali ini dari Zeran. "Ke masjid, pake nanya pula" Jawab Jekta. "Ikut lah! Masa kagak" Jawab Zeran. "Yo dah, mandi dulu sana lu! Dah keringatan kayak gitu!" Perintah Raido ke Zeran. "Iya iya! Bawel banget" Gumam Zeran sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Raido pun yang mendengar itu, lekas berdiri dari jongkok nya dan mengejar Zeran sambil membawa pengelap nya "Gua denger ya!". "BUNDA! MAS RAIDO MAU MUKULIN AKU!".
"RAIDO!"
"GAK ADA LOH, BUND! SI ZERAN FITNAH!"
Jekta dan Sohan pun tertawa dengan tingkah laku dua kakak beradik itu. Setelah selesai mencuci motor mereka, mereka pun membereskan peralatannya dan masuk ke rumah mereka untuk mandi dan bersiap-siap untuk ke masjid. Ketika Jekta, Sohan, Raido dan Zeran sudah siap, mereka pun berjalan bersama ke rumah Refta untuk menjemput Refta.
__ADS_1
...***...