
Tampak seekor anjing mungil dengan kaki kecil berbulu putih yang terdiam berdiri menatap mereka. Mereka berlima pun juga begitu, menatap anjing itu dengan terdiam, tetapi dengan penuh keringat. Sohan bahkan sampai-sampai menahan nafasnya.
Setelah 1 menit saling tatap-menatap, anjing tersebut mulai berjalan pelan ke arah mereka. "We, we! Gimana ini?!" Pekik cempreng lagi dari Sohan. Jekta pun memberi perintah "Hitungan ke tiga, kita lari". Anjing tersebut semakin mendekat. Makin dekat, makin kencang jalannya, hingga akhirnya anjing tersebut berlari ke arah mereka. "LARI!!" Perintah Jekta yang sudah lari duluan. Setelah itu disusul lah dari Sohan, Raido, Refta dan Zeran juga yang ikut kabur. Tentunya anak kucing tadi tidak ditinggalkan dari mereka, saat Refta berdiri, ia lekas juga mengambil kucing tersebut dan meletakkannya dikantong bajunya setelah itu lari sekencang-kencangnya. Mereka berlima bahkan sampai melepaskan kedua sendal mereka masing-masing agar lari mereka lebih kencang lagi. Bagi mereka, berlari tanpa sendal itu lebih cepat. "KEMANA INI COK?!" Tanya panik Sohan sambil berlari.
"LANGSUNG KE MASJID!"
"LAH?! KALAU KITA DAH MASUK MASJID TAPI ANJINGNYA MASIH NGEJAR GIMANA?!"
"MINTA TOLONG PAK USTADZ!"
__ADS_1
Tak terasa, sebegitu cepatnya nya mereka berlari, kini mereka sudah hampir tiba di gerbang perumahan mereka. Disitu seketika mereka berlima muncul ide yang cemerlang. "PAK SATPAM!!" Teriak Jekta, Sohan, Raido, Refta dan Zeran bersamaan yang memanggil beberapa satpam perumahan yang sedang berjaga di pos gerbang tersebut. Satpam yang ada di pos gerbang tersebut menoleh lah ke mereka berlima yang sedang berlari kepanikan. Akhirnya pun mereka berlima bisa tiba di pos gerbang dan berhenti berlari. Saat Sohan, Raido dan Refta berhenti berlari, mereka bertiga langsung tepar keletihan.
"Kenapa kalian?!"
"Dikejar anjing, pak!"
Anjing yang mengejar mereka berlima tadi hampir dekat dan akan menghampiri mereka lagi. Tetapi, seketika dari jalur arah kanan, seorang remaja perempuan dengan rambut pendek dan kacamata lucunya langsung menangkap anjing tersebut. Sontak satu pos kaget melihat itu, begitu gampangnya perempuan tersebut mengambil anjing tersebut. Tak lama setelah itu, perempuan tersebut menghampiri mereka sambil menggendong anjing nya.
"Ya udah, ini, rombongan mau kemana?" Tanya satpam. Dijawab lah dari Raido "Ke masjid, pak". Setelah itu salah satu satpam bertanya lagi sambil menunjuk ke kantong baju Refta "Itu kenapa bawa anak kucing ke masjid?". Sontak Jekta, Sohan, Raido dan Zeran menoleh ke Refta. Refta pun dengan sedikit gugup menjawab "O-Oh, ini, tadi.. Gak sengaja kebawa, pak".
__ADS_1
"Loh kok iso?"
"Gak tahu juga, pak"
Jekta, Sohan, Raido dan Zeran pun menatap pasrah dengan Refta. Bagi mereka berempat, itu adalah alasan yang tak masuk akal sama sekali.
"Ya udah, sekarang kalian ke masjid, keburu azan"
"Siap, pak!"
__ADS_1
Setelah itu pun mereka berlima lanjut berjalan ke masjid di depan perumahan mereka dengan Refta yang masih tetap membawa anak kucing tersebut di kantong bajunya.
Akhirnya pun mereka tiba di masjid, dan beberapa menit setelah itu azan magrib sudah berkumandang. Selesai nya azan magrib berkumandang, sholat magrib pun di laksanakan.