
"Yoo! What's up bro-bro semuaaa!"
"WAALAIKUMSALAM!"
Saat Kenzo tiba dengan tanpa mengucapkan salam, satu tongkrongan meneriakinya dan mengucapkan salam. Disitu Kenzo langsung terdiam dan mengulang langkahnya sebelum tiba di kantin Bu Hana. "Assalamualaikum!" Ucap Kenzo sambil berjalan dan sedikit memBungkuk tuBuhnya. "Waalaikumsalam.." Jawab satu tongkrongan. Setelah Refta berdiri dari duduknya dan berkata "Nah! Nah! Ini nih! Yang tadi pagi cari riBut!" Ujar Refta sambil menunjuk-nunjuk ke Kenzo. Kenzo langsung panik dan bersemBunyi di belakang Bu Hana.
"Ha, mak, tengok lah, mak, si Refta mau ngebantai orang"
"Heh! Lu dulu yang mulai! Pagi-pagi dah cari masalah!"
"Bener emangnya yang dikatain dari Refta itu?" Tanya Bu Hana ke Kenzo. Kenzo pun menjawab dengan sedikit gugup "Eng-Enggak kok, mak!". "Boong dia, mak, tadi pagi ngeledekin kita yang lagi piket di depan halaman kelas" Jelas Raido sambil sedikit tertawa.
*Grap!
__ADS_1
"Ah! Ah! Aduh, mak! Mak! Sakit, mak!" Ujar Kenzo yang kesakitan karena telinga nya tiba-tiba di cubit dari Bu Hana. "Kau, ya! Dari awal masuk sekolah sini dah mak perhatiin memang jail kau, ya!" Ujar Bu Hana sambil mencubit telinga Kenzo. Kenzo pun masih menjerit kesakitan terus berkata "Enggak kok, mak! Kenzo gak pernah nakal sama jail, kok!". "Perkataan yang dusta.." Sahut Kenam. Mereka semua pun tertawa.
...***...
Pukul 15:30 sore
Jam pulang sekolah pun tiba dan murid-murid berkeluaran dari kelas-kelas dengan menyandang tas mereka. Kini, Vanno, Kenam, Raido, Refta, Kenzo dan Fira sedang berada di parkiran dan ingin pulang. "Eh, Rai, Kau duluan aja, ya? Gua gak langsung pulang soalnya" Ujar Refta sambil meletakkan kembali handphone ke dalam tasnya. Raido pun bertanya "Memang nya kemana lu?". "Ke rumah sakit, jenguk nenek" Jawab Refta.
"Ya udah, gua ikut juga, boleh, kan?"
"Kamu nanyaek??"
Mereka pun terdiam dan memelototi Raido. Raido pun juga ikut terdiam karena mulutnya dengan tak sengaja mengatakan perkataan tersebut. Sempat sunyi sebentar, tak lama setelah itu Raido langsung menarik kunci motornya dan lari meninggalkan parkiran bersama motornya dan teman-temannya. Larinya Raido itu di kejar dari Kenam sambil membawa helm nya dan berteriak "RAIDO! SINI LU!". "NAM! MAAF, NAM! GAK SENGAJA, LOH!"
__ADS_1
Vanno, Refta, Kenzo, dan Fira hanya terdiam melihat mereka berdua. Masalah mereka berdua tak berlangsung lama karena berhasil dihentikan dari Vanno. Setelah itu, mereka balik ke parkiran dan membahas kembali ke topik dimana Refta yang ingin pergi ke rumah sakit. "Jadi, lu mau ngapain ke rumah sakit?". "Jenguk nenek gua" Jawab Refta. Setelah mendengar itu, Kenzo langsung terbelalak matanya menatap Refta dan bertanya "Nenek lu masuk rumah sakit?!". "Enggak" Jawab singkat Refta ke Kenzo. Kenzo terdiam sebentar, kebingungan. Tak lama..
*Bug!
"Dah tahu masih aja ditanya!" Jelas Refta setelah memukul kepala Kenzo yang terlindungi helmnya. "Ya maaf" Ujar Kenzo. "Ya udah, gua ikut, kalau yang lain? Pada mau ikut atau enggak?" Tanya Raido. Mereka pun menjawab serentak "Ikut!".
"Ya udah, kalau gitu kita beli buah dulu, ya? Sekalian kita cari makan juga" Ujar Refta.
"Adek lu? Gimana? Dijemput dulu ke rumah?" Tanya Raido saat Refta akan menghidupkan mesin motornya. "Kagak usah, dia biar jangan ikut. Lagian, yang dibawah umur 12 tahun kagak dibolehin juga buat masuk" Jelas Refta. "Lah? Kagak boleh ya, kalau di bawah umur 12?". Refta pun mengangguk.
"Ya udah, kalau gitu si Runsa biar di rumah gua aja, ya? Kasihan di rumah sendirian, gua kabarin si Zeran buat ajak main ke rumah"
"Gak apa-apa emangnya?"
__ADS_1
"Gak apa-apa! Santai aja!"
Setelah sempat berdiskusi sebentar, mereka berenam pun pergi untuk mampir di tempat makan terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Setelah selesai, mereka pun pergi membeli buah untuk neneknya Refta dan kini, mereka sedang berada di tempat jualan buah.