Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 6


__ADS_3

Setelah itu pun Jekta dan Raido menghampiri kedua bunda mereka. "Bund, kita boleh beli kemeja yang disana" Tanya Raido. Bunda nya pun menjawab "Boleh, beli aja, kalian ada bawa duit kalian masing-masing, kan?". "Tambahin 100 ribu aja" Jawab mereka serentak meminta ke kedua ibu mereka. Kedua ibu mereka menatap agak jengkel ke mereka berdua dan dengan akhirnya tetap memberikan 100 ribu ke mereka berdua.


Waktu terus berjalan, ntah apa saja yang sudah di beli dari kedua ibu mereka. Raido dan Jekta hanya memberi 2 baju kaos, 2 celana pendek dan panjang, dan 2 kemeja. Sedangkan kedua ibu mereka tak tahu berapa banyak di beli, Jekta dan Raido lah yang menjadi tukang bawa belanjaan kedua ibunya mereka.


"Hey, Raido, perasaan yang tak enak maksud lu tadi apakah ini?"


"Ya"


"Kenapa tak bilang dari awal?!"

__ADS_1


"Ya gw gak tahu! Aku kan tadi cuman bilang perasaan gw gak nyaman!"


Mereka berdua pun saling membuang wajah, tak mau saling pandang. Tapi pada akhirnya berbaikan lagi.


Hari pun sudah menunjukkan pukul 13:06. Akhirnya mereka putuskan untuk pulang. Sambil menunggu kereta tiba, Jekta dan Raido meminum teh botol yang mereka baru saja beli tadi. Ibu mereka membawa sekantong bag yang berisikan roti boy. Tak lama kereta pun datang, sama seperti saat pergi tadi, begitu ramai dan padatnya penumpang hingga ingin masuk pun harus berdempet-dempetan. Jika saat berangkat tadi Jekta dan Raido memilih berdiri, kali ini mereka memilih untuk duduk. Nafas mereka tak teratur. Sesampainya di stasiun berikutnya, turun lah semua penumpang dan berganti jalur setelah itu menunggu kereta lagi yang akan mengantarkan mereka ke stasiun terakhir yang merupakan stasiun awal keberangkatan mereka tadi awalnya.


2 Menit tiba, keretanya pun tiba. Suasana tak jauh beda dari sebelumnya. Untungnya ini masih pukul 13:15, jika saja pukul 16:00, mungkin akan lebih padat lagi karna mulai dari jam itu banyak orang-orang yang baru saja pulang kerja. Kini Jekta dan Raido kembali memilih untuk duduk lagi. Sambil menunggu untuk tiba di stasiun terakhir yang merupakan stasiun awal keberangkatan mereka tadi, mereka berdua pun tidur.


Beberapa menit pun berlalu, mereka pun tiba di stasiun terakhir. Bunda mereka berdua segera membangunkan mereka dan turun dari kereta. Turun dari kereta Jekta lekas memesan Grab.

__ADS_1


"Udah di pesan Grab nya?"


"Udah, bund"


Cukup lama mereka menunggu Grab yang mereka pesan tiba. Itu mungkin karena macet nya siang yang menjelang sore ini. Akhirnya Grab yang mereka pesan dan ditunggu pun tiba. Mereka naik dan mobil pun berjalan mengantarkan mereka pulang ke rumah.


Saat di jalan cukup macet siang menjelang sore ini. Beberapa menit perjalanan, akhirnya pun mereka tiba di rumah. Sesampainya di rumah, Raido dan Jekta menurunkan barang-barangnya dan Bunda nya Raido membayar Grab tersebut. Bundanya Jekta, Zeran dan om Sepka membantu Jekta dan Raido menurunkan barang-barangnya ke rumah. Saat sudah selesai, terbaring lah mereka berdua dengan nafas ngos-ngosan di ruang keluarga. Saat itu juga ruang keluarga sedang ramai berkumpul nya keluarga-keluarga. "Halah, cuman angkat belanjaan gitu doang aja udah tepar, lemah banget. Katanya cowo, tapi kok lemah kek gini? Lembek pula" Ujar Zeran yang menyinggung abang nya dan Jekta. Setelah itu langsung di jawab lah dari Jekta "Berisik nya kau, banyak bicara banget". "Kau coba tadi yang pergi, sampe rumah tepar juga kau nanti" Sambung Raido. Sekeluarga pun tertawa dengan tingkah laku mereka bertiga tersebut. Tak lama, keponakan Raido yang masih berumur 3 tahun berjalan dan menghampiri Raido. Setelah itu...


*Bam!!

__ADS_1


"ADUH!!" Teriak kesakitan Raido. Seketika tadi keponakannya meloncat kecil dan menghantam perut Raido. Sekeluarga pun pecah tawa nya.


__ADS_2