Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 34


__ADS_3

Keesokan harinya, pukul 06:16 pagi


Raido dan Refta baru saja tiba di sekolah dan kini sedang berjalan bersama ke kelas mereka. Saat mereka berdua tiba di kelas mereka..


*Throw!


"HAH?!"


"WEH?!"


Baru saja melangkahkan kaki untuk masuk ke kelas, Kira sudah melempar dua penyapu lidi untuk Raido dan Refta. Untung nya juga, Raido dan Refta dengan refleks menangkap lemparan sapu lidi tersebut. "Apa-apaan ini?!" Tanya Raido yang masih kaget dengan sapu lidi yang di kira melompat ke arahnya. "Pake nanya! Tuh! Lihat! Dah jam berapa! Kalian berdua itu hari ini piket! Kalau ada jadwal piket, datang nya jangan telat, dong!" Ceramah Kira ke Raido dan Refta. Refta pun membalas "Tapi, kan, ini baru jam enam lewat enam belas, belum enam lewat tiga puluh".


"Gak usah menyahut!"

__ADS_1


"Ya udah"


Refta pun hanya bisa terdiam pasrah. "Bagian dalam kelas udah bersih, cuman perlu tinggal di pel aja, bagian halaman depan kelas belum dibersihin, jadi itu bagian kalian berdua. Jangan lupa tanaman nya disiram" Kelas Kira. Raido dan Refta pun hanya mengangguk manyun. Mereka berdua meletakkan tas dan setelah itu piket di halaman depan kelas mereka. Raido menyapu halaman depan kelas mereka sedangkan Refta menyiram tanaman.


Sambil melaksanakan piket mereka, mereka berdua juga sambil berbicara. "Ey, Rai, malam ini nginep di rumah gua" Ujar Refta sambil menunggu dan mengisi ember dengan air. Setelah itu dijawablah dari Raido sambil menyapu dengan senyuman mengesalkan nya "Lu takut kan, tidur sendirian?" Ledeknya.


"MANA ADA!"


"HALAH! NGAKU AJA LAH, LU!"


"HAH?!" Teriak serentak Raido dan Refta menghadap Kira. "Napa kalian berdua? Ku panggil pun kaget" Tanya heran Kira ke Raido dan Refta. "Ya kau pun muncul tiba-tiba! Untung nih penyapu kagak melayang ke kepala lu!" Ujar kesal Raido. "Berani kau?" Tanya Kira dan Raido pun langsung kembali menyapu halaman dengan sapu lidi. Nyali dan mental Raido langsung ciut saat Kira mengeluarkan pertanyaan tadi. Refta pun terdiam menatap Raido dan setelah itu kembali menyirami tanaman.


Tak lama setelah itu, Refta sudah selesai menyirami tanaman sedangkan Raido belum selesai. "Udah selesai, lu?" Tanya Refta. Raido terdiam sejenak memandangi Refta dan menghembuskan nafasnya, setelah itu berkata "Kau tengok, kan? Lu punya mata, gak tengok, kah? Tinggal mungut sampah nya ini!" Jelas Raido sedikit kesal. Dijawablah dari Refta dengan singkat nya "Lama banget". Disitu saat Raido ingin memungut sampah daun yang sudah ia sapu dan kumpulkan, seketika terhenti dan menatap Refta "Nah! Lu aja yang kerjain kalau gitu!"

__ADS_1


"Lah? Langsung marah?"


"Bomat"


"Ahahaha! Canda-canda! Sini, gua bantu juga"


Akhirnya pun Refta ikut membantu Raido untuk menyelesaikan pekerjaannya. Saat sedang memungut sampah daunnya dan membuang nya ke kotak sampah, seketika..


"Piket ya, bre?"


Raido dan Refta pun teralihkan perhatiannya ke asal suara yang berasal dari dekat pintu depan kelas. Ternyata yang barusan bertanya adalah Kenzo. Itu sebenarnya bukan merupakan pertanyaan, tetapi sebuah ejekan yang berkedok pertanyaan. Kenzo menanyakan hal tersebut dengan santai dan tersenyum-senyum. "Semangat, ya" Ujarnya dengan santai dan memasuki kelas. Raido dan Refta sempat bengong sebentar, lalu "Tandai, bre" Ujar Refta. Raido pun menjawabnya dengan mengangguk-angguk.


...***...

__ADS_1


Jam istirahat pun tiba dan seperti biasanya, rombongan Raido dan teman-temannya nongkrong di kantin nya bu Hana sambil berbincang-bincang dan bercanda dengan bu Hana.


__ADS_2