
Kini, saat jam istirahat, Raido dan rombongannya nongkrong di kantin nya bu Nana sambil berbincang-bincang dengan bu Nana.
"Kalian minggu depan, udah ujian semester, ya?"
"Ya, mak"
"Mak, pas ujian, kantin tetep buka, kan?" Tanya Kenzo sambil memegang paha ayam goreng. "Buka, dong! Masa enggak, kecuali kalau lagi bulan puasa, baru enggak buka" Jawab gemes bu Nana sambil mencubit hidung Kenzo sekilas. Satu tongkrongan pun tertawa dengan tingkah laku Kenzo yang selalu bikin geram dan gemes bu Nana. Bukan hanya bu Nana saja, tetapi begitu juga dengan guru-guru dan yang lainnya. Saat sedang asyik berbincang-bincang, seketika Fira dan temannya datang untuk membeli minuman di kantin bu Nana. Disitu Raido langsung terdiam dan merasa gugup.
"Mau beli apa, nong?"
"Hehe, mau beli minum, bu"
Raido yang kebetulan sedang duduk di dekat kulkas yang berisikan banyak minuman pun berdiri dari duduknya dan lekas membuka kulkas tersebut "Eee.. Minuman nya minuma apa?" Tanya Raido ke Fira yang memegang pintu kulkas. "Yang susu itu aja, dua, ya, Rai" Ujar Fira sambil menunjuk ke arah sekotak susu vanilla. Raido pun mengambil dua kotak susu tersebut dan memberikan nya ke Fira. Setelah itu Fira membayar jajanan nya dan pergi bersama temannya.
__ADS_1
"Itu pacarmu, Rai?"
"Ya Allah, mak.. Dibilangin juga bukan, loh.."
"Bohong dia, mak!"
"Yang itulah tadi pacarnya, mak! Malu aja dia buat ngakuin nya!"
"Refta! Kenzo!"
......***......
Pukul 15:30 Sore
__ADS_1
Bel jam pulang sekolah pun berbunyi, murid-murid berkeluaran dari kelas-kelas mereka sambil menyandang tas mereka masing-masing. Raido, Refta dan Kenzo pergi ke parkiran motor.
"Eh, si Kenam mana?"
"Rapat dia"
"Rapat apaan?"
"Kau tanya pula ke aku, aku aja bukan osis" Ujar Refta sambil memakai helm nya. "Yang lain juga pada kemana? Masa cuman kita bertiga? Perasaan, tadi berangkat ada 10 orang lebih" Tanya Refta. Dijawablah setelah itu dari Raido "Udah pada duluan, tadi ada bilang ke gua waktu kalian berdua ke toilet. Mereka bilang, ada kegiatan dan urusan lainnya lagi, jadi harus pulang duluan". "Ohh.." Balas Refta dan Kenzo membalasnya dengan mengangguk kepalanya dan setelah itu berkata "Ya udah, yok pulang!". Mereka pun keluar dari parkiran dengan mengendarai motor mereka dan pulang.
Saat melewati gerbang sekolah, tampak beberapa murid sedang menunggu jemputan mereka, dan ada juga yang sedang jajan dan perhatian Raido teralihkan yang melihat Fira yang sedang berdiri menunggu di dekat gerbang. Raido pun menghampirinya dan berhenti dan juga disusul dari Refta dan Kenzo.
"Assalamualaikum, Ra"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
"Belum dijemput?" Tanya basa-basi Raido. Dijawablah dari Fira dengan sedikit tertawa "Hehe, belum". "Lu ini punya mata atau kagak, Rai? Apa lu rabun? Udah jelas-jelas dia berdiri disini, ya berarti belum dijemput lah! Kalau dah dijemput, dia gak akan berdiri disini, Raido Pratama" Sahut Refta. "Basa-basi, Ref" Jawab Raido sambil sedikit tersenyum. "Ndas mu basa-basi" Sahut Kenzo. Setelah sebentar meladeni teman-temannya, Raido kembali fokus ke Fira dan bertanya "Kau.. Nunggu sendiri disini?". Mendengar pertanyaan tersebut, Refta dan Kenzo menghela nafas kesal dan merasa geram dengan Raido karena topik pembicaraan nya terlalu kaku. Ingin sekali mereka berdua menghajar Raido dengan tangan kosong mereka itu. Sedangkan Fira hanya bisa tertawa dengan tingkah laku mereka bertiga tersebut.