
Setelah merasa bosan dan tidak ada lagi yang ingin dibeli, Sohan, Vanno, Raido, Refta, Fira, Zeran dan Runsa pun memutuskan untuk pulang. Mereka bertujuh berpisah di parkiran.
"Gak mau kita tungguin, nih?"
"Gak apa-apa, bentar lagi grab nya juga bakalan datang"
"Ohh.. Ya udah, kita duluan, ya!"
"Ya, hati-hati!"
Vanno pun pulang dengan membonceng adiknya dengan motornya. Tak lama setelah Vanno dan Fira pergi, grab yang dipesan dari Sohan pun tiba dan lekas mengantarkan Sohan, Raido, Refta, Zeran dan Runsa pulang ke perumahan tempat mereka tinggal.
__ADS_1
Sore hari pun tiba. Kini, tampak Jekta, Sohan dan Raido sedang mencuci motor mereka masing-masing di depan rumah mereka masing-masing yang berderetan dekat. Di sore hari itu juga, banyak anak-anak kecil yang bermain dengan teman-temannya. Orang-orang tua pun duduk bersantai di teras rumah mereka masing-masing. Terasa tenang dan nyaman rasanya di sore hari itu. Sohan yang sedang gabut atau ntah gimana, menghirup udara dalam-dalam sambil menyemprotkan air ke motornya. Seketika..
"Akh! Uhuk! Uhuk!"
Sontak Jekta dan Raido kaget karena Sohan tiba-tiba tersedak dan batuk-batuk.
"AIR!"
"BENTAR!"
"Dia bakalan gak apa-apa, kan?"
__ADS_1
"Paling nanti dia diare"
Setelah sempat bengong sejenak, mereka pun lanjut mencuci motor mereka. Tak lama setelah itu, Refta datang dengan menyapa mereka. "Mas Jek! Rai!" Sapa Refta sambil berjalan menghampiri Jekta dan Raido. "Yo!" Sapa Raido ke Refta. "Sore, Ref!" Sapa Jekta juga ke Refta.
"Lagi nyuci motor, ya?"
"Hooh"
"Jemput adek lu, ya?"
"Hehe, ya, dah sore soalnya, disuruh sama mama jug buat jemput dia, disuruh balik"
__ADS_1
"Ohh.."
Setelah di lihat-lihat, Refta menyadari sesuatu, ada motor Sohan disitu, tetapi orangnya tak ada. "Mas Sohan kemana? Ada motornya tapi gak ada orangnya, dah selesai?" Tanya Refta. Raido pun menjawabnya "Ada tadi, tapi lagi ke dalam rumah nya. Kayaknya lagi di kamar mandi". "Lah? Kenapa?" Tanya heran Refta. "Habis di kasih minum air keran sama mas Jekta" Jawab Raido sambil menunjuk kecil ke Jekta. Refta ternganga mendengar hal tersebut dan Jekta hanya terkekeh.