
Tibalah mereka di toko sepatu sport, mereka pun berkeliling di toko tersebut dan melihat-lihat berbagi model sepatu sport. "Yang hijau ini atau yang biru ini?" Tanya Raido yang meminta saran ke mereka berenam. Sohan pun menjawab dan memberi saran serta rekomendasi yang bagus dan menarik baginya "Kalau kata gua sih, lu cocok nya pakai yang pink ini aja, Rai". Mereka pun tertawa dengan apa yang dikatakan dari Sohan. "Betumbuk kita" Sahut Raido dengan datar.
"Ya elah, jangan langsung ngambek kek gitu dong, Raido"
"Idih, ngapain ngambek ke orang kayak lu, jijik banget"
"Huh?!" Terdiam terpaku lah Sohan yang merasakan heart attack. Vanno, Refta, Fira, Zeran dan Runsa tertawa lepas dengan tingkah laku dua sepupu tersebut.
Beberapa menit di toko sepatu sport tersebut, akhirnya mereka selesai memilih dan membelinya. Setelah dari toko sepatu sport tersebut, mereka lanjut berkeliling lagi. Saat sedang santai berjalan untuk berkeliling-keliling sambil berbincang dan bercanda, seketika..
"Raido!"
__ADS_1
Seketika Serla dan teman-temannya tiba dan menghampiri rombongan Raido. "Lah?! Dia lagi?!" Shock Refta. "Saha itu?" Tanya Runsa dengan polos. "Raido!" Sapa riang Serla yang langsung memeluk lengan Raido. Mereka pun menatap jengkel dan kaget dengan hal itu, terutama Sohan dan Zeran yang melihatnya serasa melihat hal yang langka hingga ternganga. Sedangkan Fira hanya berekspresi biasa saja karena sudah biasa ia melihat hal itu terjadi ke Raido. Perasaan Fira campur aduk antara cemburu tetapi disisi lain ia bukan siapa-siapa nya Raido yang melainkan hanya sebatas teman. Baginya, ia tidak ada hak untuk cemburu ke Raido.
"Heheh! Ternyata kau ada disini juga, ya! Kebetulan banget!"
"Ser, please, lepasin tangan gua"
"Gak mau!"
Serla pun masih asik dengan memeluk lengan Raido, tak lama setelah itu ia melihat ks rombongan Raido. "Kalian temen-temennya Raido, ya?" Tanya Serla dengan ekspresi senang. Runsa pun mulai angkat bicara dengan ekspresi polosnya "Siapa lu? Tiba-tiba Dateng terus nyamperin, mana main peluk-peluk orang segala, sokab banget". Sontak mereka satu rombongan, rombongan Raido maupun rombongan Serla kaget, shock bahkan sampai terbelalak mata mereka menatap kaget Runsa. Terutama Refta sebagai abangnya yang baru pertama kali mendengar dan melihat hal tersebut dilakukan oleh adik kandung nya sendiri.
"Beneran Runsa atau bukan nih?!"
__ADS_1
"Masa sih ini adikku??!"
Zeran yang sejak tadi menggandeng tangan Runsa, tiba-tiba di lepasnya gandengan tersebut. "Napa lu lepas gandengan?" Tanya Vanno. Dijawab lah dari Zeran "Ngeri gua, mas, masa sih beneran Runsa ini, perasaan Runsa anaknya polos banget". "Diam sebagai bocil polos, bergerak menjadi bocil kematian" Ujar Sohan yang masih shock berat atas kejadian barusan tadi. Walaupun merasa tersindir dan kesal, Serla masih berusaha untuk menjaga sikap dan menjawab pertanyaan dari Runsa tadi dengan baik "Ehehe.. Kakak temen dekatnya kak Raido, dek!".
"Kalo memang temen dekat, kenapa sampai peluk-peluk bang Raido kayak gitu? Abangku aja yang sahabatan sama bang Raido, gak sampai-sampai segitunya. Bang Raido juga gak pernah bilang kalau bang Raido punya temen dekatnya lu, palingan temen dekatnya bang Raido yang cewek itu kak Fira, sama Kak Kira, sisanya kebanyakan cowo" Jelas panjang lebar Runsa. Sang abang, Refta hanya bisa terdiam ternganga. Baru kali ini lah ia melihat adiknya seperti itu.
"Sabar, Ser, lu harus tetep jaga sikap dan jangan sampai kepancing emosi gara-gara nih bocil. Tapi jujur aja, nih bocil ngeselin banget. Untung ada Raido sama temen-temennya, kalau enggak, udah dari tadi gua kasih pelajaran ke ini bocil, hish!" Batin Serla. Disaat Serka lengah, Raido langsung menarik dan melepaskan lengannya dari pelukan Serla. "Yok, we, kita lanjut jalan Kuta tadi" Ajak Raido ke rombongan nya. "Aku sama temen-temen ku ikut juga, ya, Rai!" Manja Serla ke Raido. Raido pun menjawabnya dengan tegas dan mengacungkan jari telunjuk nya ke Serla "Enggak. Lu, jangan ngikutin gua. Please! Satu hari aja! Lu jangan ganggu hidup gua! Gua butuh waktu buat sama keluar dan temen gua! Gua capek kalah tiap hari diginiin mulu dari lu!".
"Tapi kan, Rai..-"
"Gak ada tapi-tapi! Yok, we, kita cabut"
__ADS_1
Setelah itu, Rombongan Raido pun pergi meninggalkan rombongan Serla.
"Hisssh! Apa-apaan sih!" Kesalnya Serla. Setelah itu Lista bertanya dengan sedikit kesal juga "Bocil perempuan tadi siapa sih?! Mulutnya pedes banget astaga!". "Adiknya Rai mungkin?" Ujar Yika. Setelah itu disahut lah dari Gera "Gak, itu adiknya Refta, udah jelas bocil itu bilang 'Abangku aja yang sahabatan sama bang Raido' , berarti yang dimaksud nya pasti Refta, soalnya sahabat paling deket Raido tuh memang si Refta, gak ada yang lain". "Bener kata Gera, itu adiknya si Refta, Tapi adiknya ngeselin banget sih! Beda banget sama abangnya!" Ujar kesal Serla. "Udah, mending kita cabut, kagak ada kerjaan banget bengong disini" Ajak Gera.