Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 25


__ADS_3

Selesai nya sholat Magrib dilaksanakan, Jekta, Sohan, Raido, Refta dan Zeran dan beberapa jamaah lain juga menunggu di masjid untuk menunggu waktu Isya tiba. Sambil menunggu, ada yang sambil mengaji, dan ada juga yang sambil berbincang-bincang di teras masjid.


Beberapa menit berlalu, sudah masuk waktu Isya, azan pun berkumandang. Setelah selesai azan dikumandangkan, sholat Isya pun dilaksanakan. Setelah beberapa menit, sholat Isya pun sudah selesai dilaksanakan. Jekta, Sohan, Raido, Refta dan Zeran pun pergi berjalan ke tukang nasi goreng yang berada tak jauh juga dari sana.


Tak lama setelah itu, mereka berlima pun tiba di tukang nasi goreng dan Raido pergi memesan 5 piring nasi goreng. Sedangkan Jekta, Sohan, Refta dan Zeran sudah mengambil tempat duduk untuk mereka menikmati nasi goreng nya. "Bang, nasgor 5, ya, makan disini, kayak biasa" Pesan Raido. Saat Raido memesan, abang tukang nasi goreng nya tak melihat ke Raido, dan saat melihat ke Raido.. "Weh?! Raido?! Dah lama kagak kelihatan! Kemana aja?" Sapa Cemal sambil menepuk pundak Raido, abang nasi goreng langganan mereka berlima. "Hehehe.. Gak kemana-kemana kok bang" Ujar Raido dengan terkekeh.


"Hahah! Ya udah! lima, ya? Tunggu bentar, ya!"


"Ok!"


Setelah itu Raido pun pergi duduk bersama Jekta, Sohan, Refta dan Zeran. Sambil menunggu nasi gorengnya siap, mereka berlima juga sambil berbincang-bincang. Saat itu masih sepi karena baru dibuka. Tak perlu waktu lama, nasi goreng untuk mereka berlima pun sudah siap dan disajikan. "Nah, ini! Nasi gorengnya!" Ujar Cemal sambil membawa lima piring nasi goreng untuk mereka berlima. "YEY!!" Seru mereka berlima saat nasi goreng mereka sudah datang. Tidak lupa disajikan juga es teh. Sambil menikmati makanan dan minumannya, mereka juga sambil berbincang-bincang dengan Cemal juga yang sambil menikmati es tehnya dan duduk di sebelah Jekta. "Yang berempat ini, kapan ujian akhir semester pertamanya?" Tanya Cemal. Setelah itu dijawab lah dari Sohan "Minggu depan". "Si Zeran juga? Minggu depan juga ujian akhir semester pertamanya?" Tanya Cemal lagi ke Zeran. "Hooh" Jawab Zeran sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Dan kau.. Jekta!" Ujar Cemal sambil menepuk pundak Jekta yang sedang minum. Jekta pun sedikit tersedak saat sedang minum karena tiba-tiba di tepuk pundaknya.


"Kenapa?"


"Kau kapan nikah?"


Sontak Sohan, Raido, Refta dan Zeran hampir saja terlepas tawa mereka. Kini mereka berempat sedang berusaha menahan tawa mereka hingga ngik ngik. "Lah?! Kau tu juga! Kapan?!" Sahut tanya kembali Jekta ke Cemal. Cemal pun menjawab dengan terkekeh dan ekspresi mengesalkan "Hehehe! Minggu depan"


Satu meja terbelalak matanya menatap ke Cemal. Refta yang sedang minum kembali tersedak. "Yang beneran, bang?!" Tanya Raido yang masih shock. Cemal pun menjawab nya dengan tertawa dan tersenyum lebar "Hahahaha! Enggak enggak! Cuman bercanda". Jekta, Sohan, Raido, Refta dan Zeran pun menatap jengkel Cemal. Sudah dianggap serius, ternyata hanya candaan. "Tapi, udah ada rencana. Rencananya bulan depan" Lanjut Cemal. Sontak mereka berlima kembali kaget hingga memelotot Cemal. Tadi bilang hanya candaan, sekarang bilangnya udah ada rencana, mereka berlima jadi bingung. "Yang beneran kau, Cem?!" Tanya Jekta. "Banyak tanya! Iya! Memangnya kenapa?" Ujar Cemal. Sohan pun bertanya penasaran "Sama siapa, bang?".


"Sama manusia lah! Ya kali sama ayam!"

__ADS_1


"Iya.. Gua tahu.. TAPI, MAKSUD AKU CEWE NYA ORANG MANA?!"


"Ohh.. Bilang dong"


Sohan pun gregetan sendiri akhirnya dan yang lainnya hanya bisa tertawa. "Cewe nya yang tinggal di perumahan sana tuh, yang depan gerbang nya ada parkiran luas" Jelas Cemal. "Ohh.. Perumahan yang disana toh.." Ujar Raido. Setelah itu Jekta pun bertanya "Kau kenal cewe itu dari mana?". "Halah.. Yang biasa suka beli nasi goreng gua kesini juga" Ujar Cemal. Setelah itu ditanya lagi lah dari Refta "Langganan sama mu, bang?". "Iya" Jawab Cemal. "Itu anak kucing punya lu, Ref? Lu bawa kemana-mana?" Tanya Cemal sambil menunjuk ke saku baju yang terletak di bagian dada baju Refta. Satu meja pun melihat ke dia.


"Lu bawa anak kucingnya, Ref?!"


"Hehe, gak sengaja kubawa"


Satu meja pun tertawa setelah itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2