Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 7


__ADS_3

Malam hari pun tiba. Malam ini adalah malam minggu, Raido sedang bersantai di teras rumah sambil memainkan handphone nya. Cukup dingin udaranya di malam ini.


6 Menit Raido meratapi handphone nya sambil bersantai, seketika datanglah adiknya, Zeran. Zeran datang dari dalam rumah dan menghampiri abang nya yang sedang bersantai di teras. Ia datang sambil membawa dua piring yang berisikan nasi goreng. Tidak lupa dengan minuman nya es teh yang baru saja di buat dari bunda nya.

__ADS_1


"Wih! Apaan tuh?" Tanya Raido ke Zeran. Zeran pun menjawab "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya??". Tak segan-segan Raido lekas beranjak dari tempat duduknya dan mengambil potongan pipa yang cukup panjang yang tak jauh dari tempat ia duduk tadi. "Lo ulangi sekali lagi, bertumbuk kita" Ancam Raido sambil menodongkan pipa tersebut ke Zeran. "Y-Ya ya! Maaf! Jangan marah gitu atuh mas!" Ujar Zeran. "Nih bocah, lama-lama gua lempar juga nantinya" Ujar Raido yang meletakkan kembali potongan pipa yang cukup panjang itu ke tempat semula. Zeran pun menanggapi "Jangan marah-marah, nanti lekas lah keriput~". "Mau sekali lagi?" Mengambil kembali potongan pipa nya dan menodongkan nya ke Zeran. "IYA IYA! MAAF!" Ujar Zeran. Raido pun akhirnya meletakkan kembali pipa tersebut ke tempat semula nya. Raido kembali duduk. "Nih, gua ada bikin nasi goreng, nih, cobain" Ucap Zeran sambil menggeser kan satu piring nasi goreng ke abang nya. Raido pun menjawab "Wih! Nasi goreng nih!". "Ngomong-ngomong, siapa yang buat?" Tanya Raido sebelum satu sendok nasi goreng masuk ke mulutnya. Zeran menjawab "Gua"


*BYURR!

__ADS_1


"Bukan masalah enak gak enaknya ini, Zeran"


"Jadi?"

__ADS_1


Raido terdiam sejenak menatap nasi gorengnya. Setelah itu ia menoleh dan memandangi Zeran dan berkata "Memang nya kau bisa masak? Kau goreng telur pun masih belang". "WEH?! LU!" Zeran mulai mengamuk dengan pertanyaan abang nya hingga-hingga kerah baju Raido di tarik dari nya dan bersiap ingin memukul. "Loh kok ngamok?" Tanya Raido. Zeran pun menjawab dengan perasaan tak senang "Berisik". "Lepasin genggaman lu, gua mau coba nasi gorengnya" Ucap Raido sambil mendorong pelan Zeran supaya melepaskan nya. Akhirnya Zeran pun melepaskan nya. Setelah itu disendokilah nasi goreng tersebut dari piring dan masuk ke mulut nya. Setelah selesai mengunyah satu suapan nasi goreng buatan Zeran, Raido pun berkata "Uhm, ini enak, loh! Rasa nya pas kok!". Raido memulai memakan nasi goreng tersebut dengan enak. "Heheh! Makasih mas!" Ucap Zeran. "Ya, lu tuh sering-sering aja belajar masak ama bunda. Soalnya masakan lu boleh juga rasanya, enak!" Ujar Raido yang memuji adiknya. Zeran pun membalasnya dengan senyuman yang merasa puas akan hasilnya yang tadi mata berair di dapur karena memotong cabai dan bawang. "Tapi, masih enakan masakan bunda sih" Lanjut Raido setelah mengunyah nasi gorengnya yang entah sudah suapan yang ke berapa. Zeran pun membalas "Lu niat muji gua atau kagak sih?" Dengan ekspresi jengkel menanyakan nya. "Bisa di bilang iya, di bilang juga tidak" Jawab Raido. "Serah lu dah mas" Pasrah Zeran. Setelah itu mereka berdua pun menikmati makanan dan minumannya bersama.


__ADS_2