
"Nah! Itu Raido sama Refta!" Ujar salah satu teman sekelas mereka, Kenzo Pramanda. Mereka berdua pun terbelalak matanya menatap Kenzo karena meneriaki mereka berdua. Jika sudah diteriaki nama mereka yang baru saja muncul, pasti akan ada yang akan mencubit telinga mereka. "Kenzo!" Pekik dan teriak Refta ke Kenzo dengan kesal. Tak lama..
*Grap! *Grap!
"Bagus.. Baru datang ya kalian..!" Ujar Kira Kifanya Laurensia. teman perempuan sekelas mereka. Dengar-dengar, ia sudah dekat dengan Refta sejak SMP. Banyak yang mengira mereka pacaran, aslinya hanya teman dekat. Refta juga memanggil Kira dengan sebutan nama yang berbeda dari yang lain, jika yang lain memanggilnya Kira, tapi Refta memanggil dengan Fanya atau Fan. Karena baginya itu lebih lucu untuk Kira. Saat masih awal-awal kenal, Kira sudah sering memperingati nya agar memanggil dengan nama Kira, bukan Fanya maupun Fan. Tapi, karena sudah sering begitu, akhirnya Kira pun terbiasa dengan sebutan itu.
"Fan! Fan! Lepasin! Sakit tahu!" Ujar Refta yang kesakitan sambil berusaha untuk bisa lepas dari cubitannya Kira.
"Kalian berdua ngapain baru datang jam segini?! Orang-orang dah pada stand bye disini, kalian bagus baru datang!"
"Cuman telat beberapa menit"
__ADS_1
"Melawan kalian??"
"Kira Kira!!"
Semakin mereka berdua melawan, maka semakin kencang dan sakit tarikan cubitan dari Kira. Tak lama salah satu teman mereka berkata "Udahlah Kir, lepasin aja, lagian mereka udah ada disini, jadi udah bisa latihan serius nya". "Tuh, dengerin itu, Kira" Ujar Raido. "Diam kau, selamat kalian berdua kali ini" Sahut Kira. Setelah itu Kira pun melepaskan cubitannya dari mereka dan setelah itu Refta berkata "Udah ah, kagak usah marah kek gitu". "Idih! Siapa yang marah?" Sahut Kira yang tak terima.
"Kelihatan, Fan. Lagian, kita telat datang juga karena-"
"Bukan! Tadi hampir kena razia kita!"
"Masa??"
__ADS_1
"Tanya aja sama Raido kalau gak percaya, ya, kan, Raido?"
"Kamu nanyaek??" Jawab Raido. Teman sekelas mereka, Kenam Zenanda, paling tidak suka jika ada orang yang mengatakan 'Kamu nanyaek?' di dekatnya. Kenam pun sudah menatap kosong Raido. "Ken! GUA GAK ADA MAKSUD!"
*Bug!!
Kenam pun melempar sepatu nya bagian kaki kiri ke Raido dan tepat mengenai kepala Raido. "Makan tuh! 'Kimi ninyiik kimi ninyiik' !!" Ujar Kenam. Teman-teman lelaki nya yang lain pun hanya tertawa hingga ngik-ngik. "Udah udah! Ayo latihan biar cepet selesai nya! Kalau cepat selesai nya, udah enak!"
"Ok!" Jawab mereka serentak satu kelas. Mereka pun mulai latihan upacara bendera untuk hari Senin besok karena mereka lah yang akan menjadi petugas.
***
__ADS_1
Satu jam berlalu, latihan pun akhirnya selesai. Mereka kini sudah bubar dan pasti nya juga sudah membereskan kembali semua peralatan yang sudah mereka gunakan tadi. Kini sebagian sudah pulang, sebagian masih menunggu di sekolah. Kebanyak anak laki-laki di kelas mereka masih santai duduk dan nongkrong di parkiran motor sambil mengobrol. "Tadi sakit banget sih! Lu pake sepatu yang masih sih, Kenam?!" Kesalnya sambil mengelus kepalanya. Kenam pun menjawab "Sepatu gue yang biasanya buat main voli". Seketika satu tongkrongan terdiam menatap Kenam. "Ken, kagak bercanda lu?" Ternganga nya Kenzo. "Kagak, memang nya kenapa?" Jawab dan tanya Kenam. "Anak orang, Ken!" Pekik Refta. Di tengah asyik nya obrolan mereka..