Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 26


__ADS_3

Keesokan harinya...


Senin, 3 Oktober 2022


Pukul 06:05 pagi


"Bund! Raido berangkat dulu, ya!"


"Adek mu jangan di tinggal lagi!"


"Iya, bund!"


Setelah selesai ia memakai sepatunya, ia pun memasuki setengah tubuh kedalam rumah dan berpedang pada tepi dinding dan memanggil adiknya "Zeran!".


"Disini, mas"


"HAH?!"


Seketika kaget lah Raido hingga terjatuh dan terduduk di lantai rumah. Saat ia mencari adiknya dengan memanggil adiknya di dalam rumah, ternyata sang adik sudah ada di teras dan sudah siap. Saat dipanggil Raido dari Zeran dari belakang, Raido pun kaget. "KAPAN LU DAH ADA DI TERAS?!" Tanya Raido yang masih bergetar. "Banyak tanya lu! Udah ah! Cepetan! Ntar telat lagi!" Sahut kesal Zeran sambil menarik bangkit Raido. Setelah sempat ribut sebentar, mereka berdua pun lekas berangkat dengan Raido yang membawa motornya dan Zeran dibonceng nya.

__ADS_1


Seperti biasa juga, berangkat bersama Refta juga. Refta juga membawa motornya dengan membonceng adiknya. Raido dan Refta pun pergi mengantar adik mereka dulu masing-masing dan akan bertemu kembali di persimpangan untuk berangkat ke sekolah bersama. Saat dijalan, mereka berdua juga berpas-pasan dengan teman-teman mereka yang lainnya.


Pukul 06:10


Akhirnya pun mereka tiba di sekolah mereka. Tibanya mereka disekolah, mereka lekas memarkirkan motor-motor mereka masing-masing di parkiran. Rombongan Raido dan anak kelas 10.1 langsung pergi dan berkumpul di ruang osis untuk persiapan mereka menjadi petugas upacara nanti.


"Tuh! Pakai seragamnya!"


*Grap!


Baru saja Raido, Refta, dan Kenam memasuki ruang osis, seketika Helsa Sritanja yang biasa di panggil Helsa, langsung melempar dua seragam ke Raido dan Kenam karena hari ini Kenam bertugas sebagai pengibar bendera dan Raido bertugas menjadi pemimpin upacara. "Weh, selow dikit gak bisa kah kasihnya?" Tanya Raido yang baru saja kaget. Helsa pun menatap nya dengan tajam. Ditatap seperti itu dari Helsa saja, sudah membuat Raido, Refta dan Kenam langsung merinding. Tak lama Helsa menatap tajam mereka bertiga, setelah itu ia pun pergi mengurus yang lain tanpa memperdulikan mereka bertiga dan datanglah Kenzo dari arah belakang nya.


"Ohh.."


"Si Fanya udah dateng?"


"EKHEM!" Kenam pun batuk pura-pura mendengar itu. Satu ruangan menatap nya sebentar dan si Refta menatap jengkel Kenam. "Napa lu?" Pekik tanya Refta. "Enggak, gak ada" Jawab Kenam dengan santai. "ASSALAMUALAIKUM! WE! SORRY TELAT!" Ujar Kira yang datang dengan menyandang tas nya dan nafas tersengal-sengal. Refta pun bertanya "Tumben jam segini baru datang, biasanya kau awal". Kira terdiam sebentar dan tak lama setelah itu..


"HUUAAAAA!!"

__ADS_1


Seketika Kita menangis dengan cukup kencang yang membuat satu ruangan kaget. Refta pun panik karena takut Kira menangis karena pertanyaannya barusan. Tapi disisi lain, ia juga bingung, dimana letak salahnya. "Loh kok nangis?! Kenapa?!" Tanya Refta dengan panik. Disaat yang lain panik, Kenam dan Raido tetap santai sambil memakai seragam petugas mereka.


"Anak kucing aku..!!"


"Y-Ya anak kucing kau kenapa?!"


"Bentar"


Disela-sela sedang menangis, seketika dipotong oleh Raido dengan perkataannya. Setelah itu ia bertanya "Sejak kapan lagi lu punya kucing, Ra? Bukannya kucing kau dah pada besar semua?". "Iya juga" Lanjut Kenam. Setelah itu dilanjut lah dari Refta "Eee.. Bener juga sih, tunggu.. Uh?! MAKSUD ANAK KUCING MU, ITU ANAK DARI KUCING BETINA YANG WARNA PUTIH ITU?! KUCING MU UDAH LAHIRAN?!". Kira pun menjawab nya dengan mengangguk kepalanya, tetapi masih sesenggukan karena menangis. "Y-Ya bagus lah! Alhamdulillah! Dapat berapa ekor?" Ujar Refta. Dijawab lah dari Kira yang masih sesenggukan "Da-Dapat empat ekor.. Ta-Tapi satu nya matiii HUUUAAAA!" Kira pun semakin nyaring tangis nya. Teman-teman perempuan satu kelasnya berusaha menenangkannya karena nanti bisa saja di dengar dari guru.


"Loh?! Kok bisa?!"


"Nyangkut di lobang induknya?!"


" ?! Kenzo!"


"KETIMPA KARDUS BONYOK! HUUUAAAA!!"


*Pat! Pat!

__ADS_1


Setelah itu, seketika Refta mengelus kepala Kira dan berkata "Udah, jangan nangis lagi, mungkin memang udah jadi takdir nya, tapi kan bersyukur karena masih ada tiga ekor. Jadi, jangan nangis lagi, ya?". Setelah itu Kira terdiam dan berhenti menangis dan menjawab Refta dengan mengangguk kepalanya. Satu ruangan baper melihat bucin nya mereka berdua itu.


__ADS_2